My First Love Doctors

My First Love Doctors
85.Lelah



Tanpa di duga, ternyata teman-teman kak Gilang sudah menunggu di mall.


saat ana berjalan bersama Juan dan Alex, ia di rangkul kak Vito dari belakang sambil memberikan bunga.


"Selamat ya, sudah wisuda bentar lagi udah" menyerahkan bunga sambil tersenyum manis.


"Kakakk makasih" ucap nya merangkul Vito.


dari belakang Juan langsung melepaskan rangkulan Vito.


"Tolong jaga jarak" ujar Juan sedang kan Vito cuek aja.


mereka berjalan menuju lantai empat di mana permasalahan ice skating berada, semua siap dengan perlengkapan masing-masing, kecuali bang Riyan dan istri yang memilih shopping.


"ayo" ajak Juan yang menuntun ana.


mereka pun mulai bermain ana bersama Juan yang tak lama kemudian di susul Alex.


sedangkan kak Gilang sibuk dengan pacar nya, semenjak punya pacar ia sudah terlalu posesif dengan ana.


bruukkk


auwwh


tidak sengaja ana di tabrak seseorang dari belakang saat Juan sedang lengah.


orang itu kemudian berhenti dan membantu ana dengan cara menggendong nya, karena ana sulit berdiri.


hal itu sontak membuat Juan meradang begitu juga dengan Alex.


"sorry,,aku tidak sengaja" ucap si cowok.


"awas minggir,,kmu gak papa Hem? mana yang sakit" Juan memeriksa ana dari ujung kaki sampai kepala.


"aku gak papa, tapi aku mau udahan aja ya" Ujar ana.


"kita cek ke dokter aja yuk" ajak Alex.


"aaa gak mau aku gak papa kok" ana mulai kesel dengan sifat mereka yang berlebihan.


"kak Vito" panggil nya.


"kenapa nih kok pada ngumpul?".


tidak menjawab pertanyaan Vito ana minta di gendong lalu di bawa pergi dari sana, sedang kan si cowok yang paham situasi pun meminta maaf kemudian ia pergi.


"kenapa dek?" tanya Gilang saat ana sudah di duduk kan di kursi.


"Ade pengen pulang aja, capek" lirih nya sambil berkaca-kaca mata ana.


faham dengan adek nya, Gilang pun meminta Vito untuk membawa ana pulang.


ana di rangkul Vito sampai di mobil yang terus saja di ikuti oleh Alex juga Juan.


"kak Alex Juan kalian boleh pergi terimakasih untuk hari ini,ana mau pulang"ia kemudian masuk ke dalam mobil vito.


mobil perlahan menembus kemacetan kota.


"Dek kmu kenapa?" Vito mode dewasa.


"kita mau ke mana kak?.


"kemana aja yang bisa bikin kmu tenang, kmu pasti suka dek".


☘️☘️☘️


satu jam berlalu mereka kiri telah sampai tujuan...di tepi danau duduk berdua.


"gimana cukup bikin tenang kan?" ujar kak Vito.


ana tersenyum sambil memejamkan mata menikmati sejuk nya tepian danau.


"gimana sudah bisa cerita?" tanya nya dan ana pun mengangguk kan kepala.


"Aku capek kak,,,huh capek sama sikap posesif nya mereka,".


"mereka? maksud kmu cowok-cowok itu?".


"iya kak,,".


"huf hahaha mereka tu lucu,, kaya sedang bersaing padahal kmu sendiri udah punya cowok" ucap nya.


"tapi aku juga bingung kak dengan kesibukan kak aries sampai benar-benar gak ada kabar, bingung hubungan ini mau di kemana kan?,,,iya sih aku masi terlalu muda buat hubungan yang serius tapi aku gak bisa di gantungin kaya gini" ceritan hati ana.


"lah dulu bukan nya ia ngajak kmu nikah ya tapi kmu yang gak mau?" tanya nya.


"karena aku mau fokus kuliah kak, mana aku kangen banget sama dia".


"iya juga sih,,yuk ke Jepang agenda kan sekalian jenguk aries" ajak nya.


"gak di bolehin sama kak Gilang hiks" ana mulai menangis, spontan Vito pun memberikan pundak nya mencoba menenangkan ana sebisa mungkin.


"nanti coba aku yang bilang" ujarnya.


setelah cukup tenang Vito pun mengajak ana untuk pulang karena hari sudah mulai gelap, ia juga tidak mau menjadi sasaran amukan Gilang.


sesampai nya di rumah.


"makasih ya kak udah dengerin aku, udah ngajakin aku ke danau sekarang aku merasa lebih baik walaupun aku belum cerita semua nya" ujar ana.


"iya dek,,dah kmu masuk gih kakak langsung pulang yaa besok tak kesini kalau kerjaan udah kelar" ucap nya.


"siap bos".


Ana pun masuk ke dalam rumah.


"Dari mana aja kmu...."


.


.


.


.


🌱🌱🌱🌱