
Masih di tempat acara.
Tepat pukul sembilan malam para tamu undangan maupun keluarga semua sudah berkumpul.
tak lama kemudian sambutan dari tuan rumah pun terlaksana, usai menyampaikan selatah dua patah kata Alex mempersiapkan para tamu untuk menikmati acara tersebut.
ana pun kembali duduk ia merasa sangat bingung karena untuk pertama kali nya masuk bar, ana sendiri juga di jagain oleh kak Gilang dan Vito bagaimana mungkin ia bisa bebas di acara tersebut.
"dek kmu mau makan apa biar kakak ambilkan?" kak Gilang mencoba membujuk ana yang sedari tadi hanya diam saja.
"adek gak mau maem..tau kaya gini mending tadi jalan-jalan aja kak" ujar ana.
"gak boleh gitu biar bagaimanapun Alex itu teman bisnis papa" jelas kak Gilang.
Hem,,,
"kakak ambil minum dulu sebentar " ujar kak Gilang.
tak lama kemudian ada seorang cewek menghampiri dan duduk di sebelah Vito.
"hai vit apa kabar" sapa nya sambil cipika-cipiki sama Vito.
"baik,,loe sendiri gimana sel" tanya nya.
"gue baik,,,btw ini siapa pacar loe ya?" tanya selly yang tak lain adalah mantan pacar Vito saat SMA.
"dia ana,,loe ingat Gilang gak?" tanya nya yang membuat Selly berfikir sejenak.
"ingat lah gimana mungkin gak ingat dia kan salah satu cowok idaman cewek-cewek " ujar nya."jadi ini pacar nya?" tanya nya kembali.
"bukan,,,dia adek nya Gilang " jelas kak Vito.
"what..adek gimana bisa bukan nya Gilang gak punya adek ya, apa lagi cewek" cerosos nya.
"ya emang dia adek nya Gilang kan tinggal di Bandung maka nya kita gak pernah tau, kenalan gih" ujar nya sedangkan ana hanya cuek saja.
"hai ana,,kenalin aku Selly" sapa nya.
"hai kak Selly" jawab ana.
"kmu cantik"puji nya.
"kakak terlalu memuji" ujar sila yang tersenyum kecil.
"Ouh ya Vito boleh ngobrol berdua sebentar gak?" tanya Selly.
"Boleh tapi,,,.Vito melihat ana, tidak mungkin ia meninggalkan ana sendirian kan.
"gak papa kak vito, aku gak akan kemana-mana kok" ujar ana yang faham akan situasi.
Vito pun pergi bersama selly.
tak lama kemudian datang lah seorang pelayan yang memberikan kue kecil dan juga minum untuk ana pelayanan bilang itu dari kakak nya...tanpa curiga ana pun memakan nya.
"panas..panas" ujar ana sambil terus berusaha membuka baju.
Di sisi lain kak Gilang sedang kelimpungan mencari ana kesana kemari namun tak kunjung ia temukan bahkan ia sudah bertemu dengan Vito.
"sorry Lang ini salah gue yang ninggalin dia sendiri" ucap Vito.
"bukan waktu nya minta maaf cepat cari adek gue" tegas nya.
selang beberapa detik telfon Gilang berbunyi.
"Halo Lex"
"Halo lang buruan deh loe ke sini di rumah sakit *** ana ada sama gue" ujar nya langsung menutup telfon tanpa menunggu jawaban Gilang.
"astaga, Vito ayo kita ke rumah sakit sekarang" ajak Gilang.
Vito pun mengikuti Gilang tanpa banyak tanya, ia tau jika gilang seperti ini berarti situasi nya genting.
☘️☘️☘️
"panas" ucap ana yang masih berusaha melepaskan baju nya namun di tahan oleh Alex.
Alex pun sebenarnya sedang menahan sesuatu di bawah sana karena posisi nya sekarang ana berada di pangkuan nya Alex.
"sabar ya,,Bisaebih cepat gak si" ucap nya pada anak buah nya.
"baik bos".
sesampai nya di rumah sakit, ana langsung di bawa ke ruang rawat inap VIP sesuai permintaan Alex dan langsung di tangani oleh dokter terbaik dari rumah sakit tersebut.
"Pak Alex yang bisa kita lakukan hanya memberi obat penenang untuk mengurangi dampak dari obat tersebut" ucap dokter.
"lakukan yang terbaik dok" ucap nya sambil memegang ana yang semakin kehilangan akal.
"Kak aries" ucap ana sebelum mata tertutup karena obat penenang.
cup
satu kecupan mendarat di kening ana,,ya siapa lagi kalau bukan Alex kenapa? tentu saja ia punya perasaan pada ana, seharus nya kesempurnaan tadi ia gunakan untuk memiliki ana seutuh nya namun ia tidak selicik itu.
"Bagaimana keadaan nya dok" tanya Alex.
"pak Alex tidak usah khawatir, kekasih anda baik-baik saja hanya dia akan terbangun sedikit lebih lama". jelas dokter.
brakkk...(suara pintu) Alex pun menoleh
Gilang....
🌱🌱🌱🌱🌱