
Sehari semalam ana mendapatkan perawatan dan di awasi langsung oleh suami perkembangan kesehatan nya.
ana pun membuka mata setelah demam nya turun.
"sayang kmu sudah bangun Hem,,cup aku khawatir" ujar aries, ana masih Engan untuk berbicara.
"makan ya sayang dari kemarin pasti gak makan" ucap nya.
"peluk" pinta ana dengan sangat lirih.
aries pun merapat kan tubuh nya pada ana ia memeluk istri nya yang sedang sedih itu, di elus nya rambut hitam panjang ana.
"Udah ya jangan sedih terus, nanti kmu gak sembuh-sembuh loh,,,sayang setiap orang pasti akan di panggil tanpa kita tahu kapan waktu nya tiba,,,sama seperti ayah kmu yang ikhlas yaa nanti ayah sedih lihat kmu kaya gini loh"tutur nya, yang membuat ana menangis tersedu.
"suuttt jangan nangis dong".
"maaf" ucap ana.
"Tidak perlu minta maaf, sekarang sudah cukup sedih nya ya cup,,".
"makasih sayang kmu udah di samping sekarang,aku butuh kmu"ucap ana ia peluk erat suami nya.
"akan ku lakukan apapun untuk istri ku muach " ujar nya.
setelah kedatangan aries, kini ana sudah lebih baik daripada sebelum nya.
malam ini tepat tuju hari kepergian ayah, keluarga ana mengadakan pengajian yang di hadiri tetangga dan juga anak-anak yatim, tidak lupa ustadz sebagai pengisi acara.
di kamar.
ana sudah siap dengan gamis warna putih lengkap dengan jilbab nya, begitu juga dengan aries yang memakai baju Koko.
"masyaallah cantik sekali istri ku" ucap nya sambil memeluk ana dari belakang.
"dah yuk turun daripada di sini nanti kmu gombal terus" ucap ana.
mereka pun berkumpul dengan yang lain karena sebentar lagi acara akan di mulai.
dari tausiyah ustadz yang berisi tentang orang meninggal dan juga ikhlas nya orang yang di tinggal kan sampai doa penutup.
ana masih sesekali mengelap air mata nya.
setelah doa selesai mereka makan bersama dan di lanjutkan dengan santunan anak yatim.
sekitar pukul sebelas malam acara pun selesai, semua kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat, karena mulai besok semua akan kembali ke aktivitas masing-masing.
"sayang sini" panggil aries, ana pun mendekat kemudian aries menarik tangan ana sehingga ana jatuh ke pelukan nya.
"kenapa?" tanya ana.
"kangen tau dari udah semingguan kan gak di sayang-sayang sama kmu,,,buat Dede yuk" ajak nya.
sedangkan aries ia langsung mencumbu ana setengah membisikan doa pada nya.
Des*han mulai keluar dari mulut ana yang membuat aries semakin semangat.
Dan akhirnya malam panjang pun terjadi.
☘️☘️☘️
Ke esokan pagi nya.
semua sudah siap di meja makan termasuk ana dan aries, sebelum mereka akan pulang ke ibu kota.
"adek sama aries mau di sini dulu apa gimana?" tanya mami.
"iya di sini dulu mi sehari dua hari habis itu kita mau berangkat ke Jepang" jawab aries yang membuat ana menghela nafas, ya mau gimana lagi sebagai istri kan harus mengikuti suami.
"ya sudah tidak apa-apa" jawab nya.
kini mereka sudah bersiap di mobil masing-masing.
"mami sama papi pulang dulu ya" pamit nya pada sumua nya tidak lupa cipika-cipiki sama ibu nya ana.
"mama sama papa juga pulang ya sayang, kakak jaga menantu mama baik-baik ya,,mari besan kami pamit" ucap nya yang di iya kan oleh ibu.
"iya ma hati-hati" ujar aries.
mereka semua sudah pergi tinggal menyisakan bang Riyan istri ibu aries ana dan juga kak Gilang.
"eeh Buu ngomong-ngomong pohon yang di depan situ mana?" tanya aries.
"pohon apa?" tanya ibu.
"pohon yang buat nangkring bidadari Buu" ucap nya.
.
.
.
.
.
Duh kang bucin 🤤jadi pengen 👉👈