My First Love Doctors

My First Love Doctors
150. Panik



Pagi hari nya ana terbangun dari tidur nya, ia merasa sangat lelah dan badan nya terasa sakit semua akibat pergaulatan nya dengan suami.


merasa punya tanggung jawab sebagai seorang ibu, ana pun terbangun dan langsung membersihkan diri di kamar mandi.


usai bersih-bersih ana langsung pergi ke kamar sus nya ia ingin melihat anak-anak nya.


"sus" tok tok tok


"iya Buu" jawab sus setelah membuka pintu.


"twins belum bangun ya?" tanya nya sambil masuk ke dalam kamar suster nya.


"sudah buk sudah mandi juga sudah sarapan" jelas nya.


"lah terus mereka ke mana kok sepi?" tanya nya.


"hehehe twins nya di bawa Sama om nya nyonya" jelas sus.


"om?? om siapa jangan menjada-ada yaah" ana sudah mulai panik.


"tadi mas Gilang ke sini Bu beneran saya gak bohong" jelas sus yang sudah mulai takut nyonya nya marah.


"kak Gilang di sini??" tanya nya lagi untuk memastikan yang di angukki oleh sus.


"iya buk lucy juga ikut mereka jalan-jalan buk, saya gak ikut bu soal nya mau nunggu ibuk bangun" jelas nya.


"ya udah sus aku mau telfon dulu mereka jalan ke mana nanti kita susulin" ujar nya .


"baik buk".


ana pun kembali ke kamar nya, dan ia mendengus melihat suami nya masih terlelap.


"mas bangun udah siang puk puk" namun tidak ada pergerakan sama sekali.


"mass ayo bangun anak-anak gak ada mas ayo kita carik" ujar ana dengan nada panik nya.


"hah gak ada kemana kan ada sus?" tanya nya langsung duduk.


"buruan kmu mandi kita cari mereka" ana semakin gusar.


"ya bentar kmu tenang dulu jangan panik okey".


ana langsung telfon Gilang untuk menanyakan anak-anak nya.


"hallo, kakak di mana?" tanya nya langsung.


"salam dulu kek gak sopan" ujar di sebrang sana.


"iya aku panik anak-anak mana?" tanya nya.


"lah anak siapa kok tanya ke aku" jawab nya santai.


"gak usah bercanda ya kak, aku bilangin ke mami loh" ancam nya.


"iya iya ni twins sama aku ada Lucy juga nanti aku sharelok deh"jelas nya langsung mematikan telepon.


"kemana sih yank?" tanya aries.


"jemput twins aku udah khawatir sama mereka" ujar nya.


"sabar kan sama Gilang yank".


usaha nya menenangkan nya pun sia-sia karena ana tetap menampilkan wajah khawatir.


setelah satu jam perjalanan mereka sampai di lokasi yang ternyata kebun binatang atau di sebelah Bali zoo.


"Mereka main ke sini?" tanya aries.


"aku telfon kak Gilang dulu".


tut Tut


"gimana yank?" tanya aries yang mendapatkan gelengan dari ana. "jalan aja yuk sambil di telfon nanti juga ketemu" ujar nya.


Mereka pun masuk ke dalam setelah membeli tiket masuk.


" halo kakak di mana?" tanya ana to the poin.


"lagi nonton pertunjukan lumba-lumba " jawab Gilang.


ana langsung menuju lokasi,sesampai nya pun ana masih celingak-celinguk menjadi di mana anak-anak nya berada.


sedangkan twins yang sedang heboh melihat ikan yang begitu besar sambil bertepuk tangan.


sedangkan si kecil Devan tanpa di sadari Gilang berjalan tertatih menuju pintu keluar di mana seseorang lebih menarik dari ikan besar yang ia tonton.


"ndaaaa ndaa" panggil nya.


"yank anak-anak mana sih hiks" ana tiba-tiba ingin menangis.


"ndaa"


"astaga sayang hiks" ana langsung mengendong devan erat.


"itu dia biang kerok nya" gumam aries.


.


.


.


.


mohon maaf sudah fakum lama karena lagi banyak banget kerjaan 😪 maafin othor yaa.


kalian Jangan pergi ya kaya dia, tetep semangati othor😭.