
Embun begitu bersemangat menyapa mentari yang bersinar, cahaya nya memberi kehangatan mengusir hawa dingin.
Pukul delapan pagi ana sedang berenang bersama kak Gilang, karena sama-sama tidak sedang sibuk mereka pun menyempatkan untuk menikmati waktu bersama meski hanya di rumah.
saat ana sedang menyelam terdengar seseorang memanggil nya.
"Hana Ariani" panggil nya, Hana pun muncul ke permukaan air kemudian ia bergegas keluar dari kolam saat melihat seseorang yang ia rindukan.
"abanggg" panggil nya sambil berteriak."Ade kangen" ujar ana langsung memeluk bang Rian, iya bang Ryan baru saja tiba di kota.
"Ade basah kmu tuh main peluk aja" ujar bang Riyan.
"iih biarin adek kangen sama Abang tauk" ujar ana yang masih memeluk bang Riyan.
"Hay yan baru sampai lo?" tanya kak Gilang menghampiri nya sambil membawa handuk untuk ana, kemudian bang Riyan menyelimutkan ke tubuh ana.
"iya baru sampai, kalian mandi dulu gih Tar masuk angin" ucap bang Riyan.
mereka pun masuk ke dalam rumah, langkah mereka terhenti saat di depan nya ada seorang gadis tengah berdiri menatap ana yang memeluk pinggang bang Riyan dan tangan bang Riyan merangkul ana.
"kmu masuk kamar dan bersih-bersih dulu sana nanti masuk angin" ucap bang Riyan yang di angguki oleh ana.
ana pun naik ke kamar nya sedangkan kak Gilang sudah naik lebih duluan.
"Bisa di jelaskan" ujar cewek yang tak lain tunangan bang Riyan.
karena sejauh hubungan mereka sekarang, bang Riyan sama sekali tidak pernah bercerita tentang ana ia hanya mengatakan bahwa ia punya adek perempuan yang tinggal di kota.
"Dia hana adek ku sayang" jelas bang Riyan.
"ouh dia adek kmu, cantik" respon nya.
"iya lah, Abang nya aja ganteng kaya gini" goda bang riyan yang ke PD an nya hanya di senyumi oleh tunangan nya.
.
.
.
Saat keluar dari kamar mandi ana di kejutkan oleh kehadiran ibu nya.
"ibuuuuuu" panggil nya sambil berlari.
"Ya ampun adek jangan lari-lari ah cuma pakai handuk doang kalau lepas gimana, sana pakai baju dulu" omeh ibu kepada anak gadis nya yang sedang memeluk erat.
"iya bentar kan Ade kangen ibu jadi peluk dulu lah" jawab nya.
ana pun melepaskan pelukan nya kemudian ia segera memakai pakaian yang lebih hangat.
mereka pun berkumpul di ruang keluarga.
"Ade kenalin ini kak Mia tunangan Abang" ucap bang riyan.
"tunangan, aah iya aku ana kak salam kenal" ucap ana.
"hai dek nama ku Mia" ujar nya.
akhir nya mereka pun membahas tentang pernikahan bang Riyan yang akan di adakan dua bulan mendatang.
"Ayah, ayah kenapa semakin tampan sih" canda ana yang sedang bersandar di bahu ayah nya.
"ah ada-ada aja kmu dek, orang tua ya tua aja tampan nya buat yang masih muda aja" ujar ayah sambil cekikikan.
"ayah Ade gak nyangka Abang sebentar lagi nikah" ujar nya.
"ayah juga gak nyangka tapi sudah ketemu jodoh nya mau bagaimana lagi, ayah seneng sebentar lagi punya cucu" bangga nya ayah.
"ayah gak pengen cucu dari adek" bisik nya.
"bicara apa kmu? Hem kuliah yang bener" ujar ayah sambil menjewer telinga ana, sontak membuat ana meringis kesakitan dan jadi tontonan semua yang ada di ruangan tersebut.
"marahin aja yah kalau bandel"ujar bang riyan, yang langsung di lirik tajam oleh ana.
"kenalin sama ayah adek sedang dekat sama siapa?" pertanyaan ayah ternyata di dengar oleh kak Gilang.
"sama pak dokter" bukan ana yang menjawab melainkan kak Gilang, dengan wajah yang datar sambil mengigit buah apel.
"dokter siapa dek? tanya ayah.
.
.
.
.
dokter cinta ayah😭
mohon dukungan nya ya terimakasih teman-teman semua😚