
Masih di rumah sakit, ana dan Aries masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"wah ternyata pasien spesial" ujar dokter shofia.
"dokter bisa saja".
"ada yang bisa saya bantu dokter aries? dan siapa wanita cantik ini?" tanya dokter shofia.
"ah tentu,, Dok kenalkan ini istri saya, ana" ujar aries.
"wow kmu memang sangat pintar dalam hal apapun termasuk memilih pendamping, hai ana saya shofia" mereka berdua pun saling berkenalan satu sama lain.
"oh iya dok, kedatangan saya dan istri ke mari adalah untuk memeriksa istri saya,," ujar Aries.
"okey, apa kah ana hamil?" tanya Bu dokter.
"dia sempat testpack hasil nya garis dua, tapi saya mau di cek biar jelas dan juga dapat vitamin karena semenjak ia muntah-muntah, istri saya tu gak mau makan nasi dok" tutur nya.
"baiklah mari ana kita periksa dulu, apa kah usaha dokter aries setiap malam sudah terbukti hihihi" jail nya sang dokter.
ana yang mendengar gurauan dokter pun merasa malu sendiri, sedangkan suami nya itu hanya nyengir.
ana pun di minta untuk berbaring, kemudian dokter Sofie menyikap baju ana, ia mengoleskan gel yang membuat sensasi dingin di perut ana.
kemudian sebuah alat di gerakan di perut ana dan akan terlihat di layar monitor.
"nah seperti yang kalian duga ini memang positif dan baby nya sudah masuk Minggu ke tiga masih sangat kecil ya dokter. jelas nya.
"sayang lihat itu adalah hasil kerja keras kita tiap malam" seru dokter aries dengan bangga nya.
"suuud malu ih, ngomong nya gitu" ujar ana.
"hehehe iya ya, selamat ya sayang sebentar lagi kmu akan menjadi mommy" di cium nya kening sang istri.
"iya makasih sayang kmu juga sebentar lagi menjadi Deddy semoga jadi Daddy yang selalu ada untuk anak kita walaupun kmu sangat sibuk" tutur ana.
"iya sayang".
"Hem".
suara dehem dari dokter Shofie yang sedari tadi di cuekin.
"eeh maaf dokter Sofie" aries cengar-cengir akibat lupa tempat.
dokter Sofie pun kembali ke meja nya, sedang kan ana merapikan baju nya terlebih dahulu.
"nah ini resep yang harus di tebus jangan lupa susu hamil nya ya dan yang paling penting adalah aktivitas ranjang nya jangan dulu ya dokter karena masih sangat rawan" jelas Dokter sofie.
"hah, berapa lama dok?" aries nampak mulai frustasi.
"nanti kalau sudah masuk trimester ke dua ya bapak aries, jangan capek-capek ya Bu mil" pesan dokter.
aries membuang nafas kasar, mendadak ia menjadi galau, sedang kan dokter sofie nampak geli melihat rekan nya itu.
"itu baru hamil nanti kalau melahirkan bisa sampai dua bulan loh dok" ujar dokter Sofia yang menjalin aries.
"ya sudah dokter terimakasih untuk hari ini kami pamit dulu ya" ucap ana.
"baik ana hati-hati di jalan ya, kapan-kapan main lah ke rumah ku tidak jauh kok dari rumah sakit" seru sang dokter.
"terimakasih banyak dokter".
sepanjang perjalanan pulang aries hanya diam saja, mood nya benar-benar berubah, bahwa ia mendiamkan ana.
sesampai nya di kamar.
"sayang kmu kenapa sih?" tanya ana.
"masa aku gak boleh itu,,,"
.
.
.
.
.
merengek seperti anak kecil🤭
sabar ya dokter aries.