My First Love Doctors

My First Love Doctors
70.Hari Pernikahan



Tak seperti pagi biasa nya,pagi ini begitu terasa sibuk karena hari ini adalah hari bahagia untuk bang Riyan.


hari ini bang Riyan akan melakukan ijab kabul di masjid dekat rumah calon istri nya dan akan di lanjutkan resepsi di hotel pada pukul tuju malam.


"sayang bangun mua nya sudah datang, kmu gimana sih"ujar ibu yang sedang membangun kan ana. Ia


"Lima menit lagi Bu" ujar nya.


"gak ada lima menit, buruan sekarang" tegas ibu.


akhirnya ana pun terbangun dan langsung mandi.


setengah jam kemudian, ia sudah duduk di depan meja rias dan mulai di make up oleh mua.


empat puluh lima menit ana sudah siap kemudian ia keluar dari kamar dan menghampiri Abang nya yang masih berada di dalam kamar.


"Hem, calon pengantin tegang amat" ledek ana.


"nanti juga tau rasa nya" ujar bang Riyan.


tak lama kemudian ibu masuk ke dalam kamar bang Riyan.


"putra ibu gak terasa sekarang sudah dewasa bahkan sebentar lagi akan mempunyai tanggung jawab yang begitu besar " ucap ibu sambil membelai pipi bang Riyan" Abang nanti Abang punya istri dan suatu saat punya anak bimbing mereka jaga mereka ya dan jangan sekali-kali Abang menyakiti apalagi tentang fisik nya, ibu percaya Abang orang yang lembut " nasehat ibu seraya menetes kan air mata.


tak lama lagi ia akan melepaskan putra nya.


bang Riyan tak bisa berkata-kata lagi ia peluk ibu erat.


"duh adek gak di ajak nih" ujar ana kemudian ikut memeluk ibu.


tak lama kemudian ayah datang.


"sudah selesai bersiap? ayo berangkat keburu kena macet" ujar ayah.


"Baik yah" jawab bang Riyan.


"Putra ayah gagah dan bertambah tampan hari ini" ucap nya dengan full senyum.


mereka pun berangkat menuju tempat ijab kabul yaitu masjid dekat rumah kak Mia.


masjid nya besar dan indah di samping terdapat taman dengan berhiasan bunga-bunga.


empat puluh lima menit berlalu, kini mereka sampai di masjid.


mereka langsung turun dari kendaraan masih-masing dan langsung masuk ke dalam masjid.


Abang duduk di depan penghulu sambil terus berusaha untuk tetap tenang.


"bismillah sudah pak" jawab nya.


Dengan satu tarikan nafas bang Riyan mengucap janji suci. ijab kabul pun berjalan lancar saat semua saksi mengucapkan kata 'Sah'.


ana menangis pelan kini ia tau Abang nya sudah ada yang memiliki maka ana tidak bisa terlalu manja dengan Abang nya.


sedih namun bahagia yang ana rasakan.


"jangan nangis" ucap kak Gilang sambil memberikan tissue pada ana.


"bang Riyan sudah bukan punya adek lagi hiks hiks" ujar ana.


"heh apaan si, kan ada kakak" hibur nya.


tak lama kemudian mempelai wanita pun tiba, ia begitu cantik anggun mengunakan kebaya putih lengkap dengan jilbab dan singer Sunda.


kak Mia di ganteng oleh saudara perempuan nya.


"kak Mia cantik banget ya kak, adek pengen deh nanti kalau nikah pakai jilbab kaya kak mia" ujar ana yang terpesona dengan kecantikan kakak ipar nya.


"ya bagus itu, jilbapan seterus nya ya, mulai kapan?" tanya kak Gilang.


"belum siap" jawab nya.


usai tanda tangan buku nikah kini kedua mempelai meminta restu pada orang tua kedua belah pihak, kemudian di lanjutkan dengan foto keluarga.


ya memang acara ijab kabul hanya di hadiri oleh keluarga inti.


Selesai foto bersama mereka memutuskan untuk langsung berangkat ke hotel dan beristirahat di hotel, sebelum acara nanti malam.


.


.


.


selamat ya Abang Riyan semoga cepet deh,


cepet apa Thor😂


ya mbuh lah


ramaikan komen yuk biar author semangat 😪🌱🌱🌱