
Hari-hari berlalu dengan cepat tak, usia kandungan ana memasuki bulan ke sembilan yang artinya tinggal menunggu beberapa hari lagi, baby nya akan launching hehehe.
jujur ini membuat ana agak cemas ia bahkan sudah tidak bisa tidur dengan nyenyak, begitu juga dengan Aries yang harus terjaga saat malam hari.
saat siang ia akan menitipkan pada mama nya atau Lucy yang tak beranjak sedikit pun dari samping ana, takut nona nya kenapa-kenapa.
mengenai aries kini ia menjadi salah satu dokter umum di rumah besar ibu kota namun ia sesekali datang ke kantor ayah nya walau hanya sekedar say hello.
"sayang ayo buruan keburu siang loh" ujar ana saat mengajak suami nya itu jalan-jalan di komplek nya seperti ibu-ibu hamil pada umum nya.
"iya sabar dong,,yuk" di gandeng nya tangan istri.
mereka mulai berjalan pelanuju taman komplek yang pasti ramai apalagi ini hari weekend.
Sepanjang jalan mereka banyak di sapa tetangga yang juga sedang lewat atau lari pagi, ada ibu-ibu juga yang memuji ketampanan Aries walaupun sebentar lagi akan menjadi bapak-bapak namun masih terlihat tampan begitu pikir mereka., hal itu membuat ana kesal.
ana sedikit mempercepat jalan nya karena kesal pada Aries.
"sayang jangan cepat-cepat kaya gitu " ujar aries yang tak di hiraukan ana.
seketika ana berhenti dan memegangi pinggang nya yang agak nyeri.
"sayang kenapa kmu?" tanya aries.
"sakit yank pinggang ku" ujar nya.
"lebih baik kita pulang yuk, kmu mau apa nanti tak beliin sekarang kita pulang yaa" akhirnya ana pun pasrah, meski ingin sekali melihat taman komplek tapi ya sudahlah.
saat ana membalikkan badan ntah sejak kapan mobil nya sudah ada di depan mata.
hal ini membuat nya kesal bagaimana bisa jalan sehat di ikutin mobil.
atau dengan kata lain di jemput padahal ia dan suami belum jauh jalan nya.
"yuk masuk" seraya membukakan pintu untuk ana.
"kita kan jalan-jalan kenapa bawa mobil?" tanya nya.
"takut kmu kenapa-kenapa yank maka nya aku suruh supir buat ikutin kita ".
"ayo buruan rasa nya gak nyaman banget" ujar ana.
mereka pun akhirnya kembali ke kediaman karena ana merasa tidak nyaman.
sampai di rumah ana langsung ke kamar ia merasa ingin buang air kecil.
"sayang pelan jalan nya ah" tegur nya yang tak di hiraukan oleh ana.
"yank" tok tok tok
ceklek
ana pun muncul dengan bibir nya yang manyun.
"apa sih mas teriak-teriak " omel nya.
"kmu tu bikin khawatir aja lama banget di toilet" ujar nya.
"aku tu kaya mau pipis terus maka nya lama" ujar ana,ia langsung duduk di sofa kamar."sayang elusin punggung yank" pinta nya.
"sakat ya?" aries mengelus punggung ana. "sambil rebahan aja yok" ajak nya.
mereka berdua pun rebahan di ranjang sambil aries yang terus mengelus punggung ana.
"yank pengen pipis" ujar nya.
"pipis terus sih, jangan-jangan Dede nya udah mau lahir" ujar nya.
"kan masih seminggu lagi yank" ucap ana sambil berusaha berdiri.
"auwwww" saat berdiri ia merasa perut nya sangat mulas nyeri.
"sayang mana yang sakit?" tanya nya.
"perut ku gak enak banget hiks".
aries pun mengecek keadaan ana, yang ternyata sudah pembukaan satu.
yah walaupun bukan dokter kandungan tapi ia cukup tahu tentang itu.
"kita ke rumah sakit" ujar nya yang membuat ana melongo.
.
.
.
.
otw launching Dede nya🤤
jangan lupa tinggalkan jejak kalian raiders🥰