My First Love Doctors

My First Love Doctors
103.LDR



Pagi ini mentari begitu terik cuaca sangat mendukung.


ana bangun di pagi hari untuk membantu suami nya packing barang yang akan di bawa ke negara sakura.


"yank masi ada lagi gak?" tanya nya.


"udah besok kalau ada yang tertinggal kan kmu bisa anterin ke sana" ucap nya sambil memeluk istrinya dari belakang.


"heem,,cium" pinta ana.


aries pun menghujani istri nya dengan ciuman sampai berulang kali, hal itu membuat ana tertawa.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di kota yang berbeda.


"ayah gimana keadaan nya?" tanya seorang lelaki yang berpawakan gagah itu.


"ayah sudah lebih baik, tapi ayah sangat ingin bertemu dengan putri ayah" ucap nya lirih.


"baik yah akan Abang usahakan" ucap nya yang membuat ayah nya tersenyum samar."sekarang ayah harus sehat ya biar ade gak sedih kalau datang nanti.


terpancar guratan kesedihan dalam ruangan tersebut.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


kembali ke ana.


bak akan berpisah lama kedua nya menghabiskan waktu di atas ranjang, ana berada dalam pelukan suami nya setelah kedua nya bermain selama dua jam bahkan lebih sejak pagi hari.


"sayang aku boleh minta sesuatu gak?" tanya ana sambil mengelus dada sang suami.


"boleh mau minta apa istri ku?" jawab nya.


"aku pengen pulang ke Bandung, boleh yaaa aku rindu ayah perasaan ku tidak enak" ucap nya.


"okey tapi jangan sendirian ya, kmu ajak Gilang atau siapapun okey dan jangan lupa kabarin mas terus" ujar nya.


"Terimakasih suami ku, aku mencintaimu cup" dengan berani ana mencium bibir suami nya.


"ouh sudah berani ya hemm" aries pun kembali menyerang ana, sedangkan ana hanya pasrah.


anggap saja buat stok selama LDR 🀭.


satu jam berlalu kedua nya telah selesai mandi dan bersiap, rencana nya ana akan mengantarkan suami nya ke bandara.


"Hem gimana yaaa" ana pura-pura sedang mikir.


"ah kmu mah gitu".


"iya suamiku sayang, jangan nakal ya di sana jaga mata jaga hati dan jangan lupa jaga dompet hehehe" ujar nya.


"ah kmu Ki" aries menggelitiki ana sampai ana meminta ampun.


satu jam berlalu.


"mah pah kakak berangkat ya, dan titip istri kakak mah soal nya belum mau ikut ke Jepang" ujar aries pada mama.


"iya kakak hati-hati yah,,nah kalau mantu mamah di rumah seneng deh jadi gak kesepian mama ada temen shopping ke salon aduh ini yang mana nantikan" ucap mama heboh.


"hadeh, terserah mama deh".


"aku antar ke bandara ya mah" ucap ana.


"kalian hati-hati ya" ucap mama.


aries dan ana berangkat ke bandara dan di supiri oleh asisten papa nya Aries yang kelak akan menjadi asisten nya Aries.


tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di bandara, karena di jalan kena macet akhir nya tak butuh waktu lama aries langsung akan take-off.


"aku berangkat ya sayang cup,,kmu langsung pulang ya kalau ada apa-apa kabari mas okey jaga kesehatan dan paling penting cepet susul mas" aries mencium kening ana sangat lama.


"iya suami ku sayang" ana memeluk erat suami nya seolah ia tidak ingin jauh dengan sandaran baru nya dengan seseorang yang sekarang ia sebut dengan rumah.


perlahan namun pasti suami nya yang belum lama menikahi nya sudah semakin jauh dan hilang dalam keramaian.


ana pun langsung kembali ke rumah namun saat di perjalanan ia mendapatkan telfon.


"iya halo bang,,,,apa????


.


.


.


kira-kira ada apa yaaπŸ™„


dukung terus author ya gays sehat-sehat kalian πŸ₯°