
Tiga puluh menit berlalu, namun ana masih menyelami mimpi nya.
karena sudah melewati jam makan siang, dan ana tak kunjung bangun, dengan terpaksa aries pun membangun kan nya.
"sayang hei bangun makan siang dulu yuk" ujar nya sambil menepuk pelan pipi ana.
dan ana masih tak kunjung bangun, hanya menggeliat kecil hal itu membuat aries begitu gemas, bisa-bisa nya seorang cewek begitu nyaman tidur pulas di dalam kamar seorang cowok, apa dia tidak takut begitu pikir aries.
Aries pun memandang ana yang sedang tidur, wajah yang teduh dan damai.
tak lupa ia mengabadikan momen tersebut beberapa kali potret telah ia ambil.
sampai sepuluh menit berlalu, ana mulai mengeliat kembali dan Ini kesempatan aries untuk membangunkan nya.
"sayang bangun dong, hey Hana Ariani bangun" ujar aries.
dan benar saja saat nama lengkap nya di panggil ana mulai membuka mata nya.
pertama kali wajah tampan yang ia lihat tentu saja orang yang ia sayangi.
"eemh ngantuk kak aries, tapi laper" ujar ana dengan mata yang mulai menyipit kembali.
"Cup...panggil apa tadi?" tanya aries.
"kak aries" jawab ana yang kini mata nya terbuka kembali karena ciuman aries.
cup...satu kecupan mendarat lagi di pipi nya.
"iya,,iya mass" ucap ana.
cup..dan lagi
"sayang udah, aku laper" ujar nya.
"salah sendiri dari tadi di bangunin gak bangun-bangun, ya udah yuk makan" ucap aries.
mereka berdua pun menuju ruang makan dan mulai makan siang yang sudah terlewatkan.
.
.
.
Di lain tempat
seorang pemuda sedang uring-uringan lantaran ia beberapa kali mencoba menghubungi adek nya namun tetap tidak bisa.
ia bang Riyan yang merindukan ana, mereka memang belakangan jarang komunikasi karena kesibukan masing-masing.
"kenapa ya nomer nya ade gak bisa di hubungi? coba deh telfon Gilang". gumam nya
Tut,,Tut,,Tut
"halo yan, ada apa?" tanya Gilang.
"aku habis telfon ana tapi kenapa gak aktif ya? lagi ngapain sih tuh anak?"tanya bang Riyan.
"ouh, ana lagi ada tugas sama temen nya mungkin dua hari lagi pulang nya". jawab Gilang.
"ada kota M loe gak usah khawatir gue udah suruh orang buat jagain ana". ucap nya
"oke aku pergi, thanks ya btw aku mau kasih lau kalau gak lama lagi aku mau nikah". ujar bang Riyan.
"wah serius loe, selamat ya gue tunggu kabar selanjutnya". ujar nya.
"oke, ya udah lang sorry udah ganggu salam buat mami papi ya, sorry banget belum bisa ke rumah loe lagi". cerca Abang
"alah santai aja kali yan kaya sama siapa aja, iya nanti salam nya aku sampaikan salam juga buat ibu dan ayah bay bay".
panggilan pun berakhir.
.
.
.
kembali ke ana.
usai makan siang, mereka duduk di depan televisi, bercerita banyak hal tentang kehidupan nya Aries selama di kota tersebut selama di pelosok.
dan bagaimana hari-hari ana selama tidak ada aries.
"kmu berapa hari di sini yank" tanya aries.
"kenapa? kmu gak suka aku di sini?" tanya ana.
"gak gitu sayang, soal nya aku mau pindah tugas lagi" ucap aries.
"pindah kemana? kmu Ki pergi terus" ujar ana sambil memeluk areis.
"sabar ya ini kan juga buat masa depan, cita-cita aku, selesai ini aku lamar kmu". jawab nya.
hah ana mendongak kan kepala menatap manik mata mencari kesungguhan di sana.
"iya aku serius" Ujar nya.
"tapi aku mau nya nikah kalau udah lulus kuliah mas" ujar ana.
"masih kuliah tapi nikah juga gak papa kok" jawab aries.
tapi...
"tapi apa, aku gak mau keduluan orang lain" ujar nya.
"Hem, terserah kmu aja" ujar ana yang kemudian kembali memeluk aries.
.
.
.
ya udah yuk langsung nikah aja sama othor aja yuh👉👈
🤫🤗