My First Love Doctors

My First Love Doctors
131. keluarga besar



Hari-hari berganti semenjak kepulangan nya ke indo ibu dan keluarga besar ana berkunjung ke kediaman aries lebih tepat nya orang tua Aries.


ingin rasanya punya rumah sendiri namun apa daya, mama aries bilang lebih baik tinggal bersama nya karena ana sedang hamil besar dan khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan apalagi Aries yang sering sibuk kerja di luar.


"eughh" lenguhan halus itu berasal dari seseorang yang sedang berbadan dua, Yap tentu saja ana.


"sayang sudah bangun?" tanya aries yang baru keluar dari kamar mandi, ia berjalan mendekati Ana dengan dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


sexy begitu kira-kira batin ana.


"mandi ya biar aku bantu ke kamar mandi" aries sudah mulai cemas mengingat ana yang hamil besar.


"kmu pakai baju dulu sana" pinta nya.


bukan nya menurut aries malah menciumi wajah ana, ia begitu gemas istri nya itu semakin semox saja pipi nya yang gembul dan ingin sekali ia menggigit seperti bakpao hehehe begitu seperti nya fikiran aries.


"udah yank ah kmu hobi banget dusel-dusel aku" omel nya.


"dari pada aku dusel cewek lain"ceplos nya yang membuat ana memberikan tatapan tajam.


"gak gak ampun yank, udah yuk tak bantuin ke kamar mandi" di bantu nya ana ke kamar mandi, kemudian aries beranjak untuk berganti pakaian.


bahkan ana tidak boleh keluar kamar mandi jika aries belum datang.


🍀🍀🍀🍀


saat ana keluar kamar ia langsung tersenyum lebar melihat semua keluarga ngumpul di sini.


"ibuuu" teriak ana sambil berjalan cepat ke arah ibu nya.


"kmu itu bisa pelan tidak sih jalan nya" omel aries.


"sayang jangan cepet-cepet kaya gitu ah" ibu pun ikut mengomel.


kemudian ana berjalan sangat pelan bahkan lebih pelan dari siput hehehe.


hal itu membuat orang gemas melihat nya.


"biar aku bantu " di raih nya tangan ana kemungkinan aries menuntun menuju ibu."mau sarapan apa sayang?" tanya nya.


"mau roti selai aja yank" ujar nya.


"ah putri ibu apa kabar?" ia memeluk ana seraya melepas rindu.


"seperti yang ibu lihat, aku senang nanti pas lahiran di temani ibu" lirih nya.


begitu juga dengan mami yang ikut memeluk ana dengan erat, ia benar-benar rindu dengan putri angkat nya itu.


"mami rindu dedek" ujar nya.


"dedek juga rindu mami" ujar nya .


Hari ini mereka berkumpul bercerita banyak hal, saat para lelaki sedang bermain catur dan para perempuan sibuk di dapur membuat cemilan.


"hari ini benar-benar hari paling saya tunggu jeng" ujar mama.


"betul sekali sangat jarang bukan kita kumpul seperti ini" ujar mami."eh Adek mau ngapain?" tanya mami.


"mau bantuin bikin adonan mii" saat ia melihat Lucy dan pelayanan membuat adonan kue.


"kmu duduk aja deh bahaya" ujar mama.


"sini dek duduk, kmu bagian icip-icip saja" ujar ibu.


"baik lah para ibu-ibu tercinta aku tidak bisa membantah" ana pun duduk di tempat yang sudah di arahkan oleh ibu.


"nah nurut gitu kan enak, petakilan nya di tunda dulu sampai baby nya lahir" ujar mami yang membuat ana manyun.


bagaimana tidak dari dulu ia memang yang paling usil dan juga rusuh, tak jarang ia membuat bang Riyan maupun kak Gilang ngomel-ngomel tapi untung saja sekarang ana sudah ada pawang nya.


yeah siapa lagi kalau bukan...


.


.


.


.


.


.



babang tamvan🤤.


jangan lupa like komen kalian yah🙃