My First Love Doctors

My First Love Doctors
78.Ketakutan ana



Gilang....


"adek gue kenapa Lex?" tanya kak Gilang.


"Tadi gue lihat dia....


flashback


Alex yang sedang bercengkrama dengan tamu tak sengaja mata nya melihat ke arah seorang gadis cantik yang sedang di rangkul oleh seorang lelaki dengan langkah yang sempoyongan.


Alex yakin dia ana, alex yang merasa tidak beres dengan apa yang di lihat nya, ia mengikuti dan sampai lah di sebuah kamar.


takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan Alex segera menghubungi anak buah nya untuk membantu menyelamatkan ana.


tak lama kemudian mereka bersama masuk ke dalam kamar dengan posisi ana yang sedang berbaring di ranjang dan si lelaki sedang berusaha menangalkan pakaian nya.


Alex pun langsung menutupi tubuh ana dan menggendong nya membawa ke rumah sakit, ia merasa takut terjadi apa-apa dengan ana


"kalian urus oleh ini" pinta Alex.


"baik bos" jawab nya.


flashon.


"kurang ajar,,di mana orang itu?" tanya kak Gilang.


"loe tenang aja Lang dia aman sama gue, gue bakal kasih pelajaran yang setimpal" ucap Alex penuh keyakinan.


"gue harap loe gak kecewain gue Lex" tutur Gilang dan di angguki Alex.


"kapan Ade ku akan bangun? apa harus dengan cara ini?" tanya nya.


"gue gak tau harus gimana, Ade loe lagi pengaruh obat per*ngs*ng, takut salah bertindak ya udah gue bawa ke sini aja" ucap nya.


"apa!!! astaga benar-benar kelewatan mereka " ujar nya dengan penuh amarah.


Dua jam kemudian.


eugh....


suara lenguhan seketika membuat Alex dan Gilang menengok ke ana.


perlahan mata itu terbuka berusaha mengingat ada di mana?


"dek udah bangun" kak Gilang langsung menghampiri ana dan memegang tangan nya, berbeda dengan ana yang hanya terdiam.


"katakan sesuatu, ayo" ujar nya kembali, selang beberapa detik ana memeluk kak Gilang erat.


rupanya ana sudah ingat apa yang terjadi sebelum ia tak sadarkan diri, badan nya gemetar.


"Lang gue tinggal gak papa kan" ujar Alex.


"gak papa,,, thanks ya lex" ucap nya yang di angguki Alex.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Di belahan dunia yang berbeda.


"Apaa!!! bagaimana bisa?" ujar nya dengan penuh kemarahan.


"thanks info nya" ujar nya yang langsung memutuskan sambungan telepon.


aries baru saja menerima kabar tentang ana dari salah satu teman nya yang memang berada di acara yang sama dengan ana.


"semoga kmu baik-baik aja" gumam nya


aries terus berusaha menghubungi ana namun handphone nya tidak aktif.


tak habis akal ia menghubungi Gilang,,,sampai sambungan ke delapan baru di angkat.


"halo," suara di seberang.


"lama banget sih angkat gitu dong, ana mana? Gimana keadaan dia lang?" tanya aries.


"buset dah,, pertanyaan nya ngalahin kereta api" ledek Gilang.


"Buruan jawab!"


"lagi tidur, kenapa sih Ade gue gak papa juga" ucap gilang, seolah dia faham dan tidak ingin sahabat nya itu khawatir.


mengingat jarak mereka yang jauh dan tidak akan cukup untuk melakukan perjalanan cepat.


huh


terdengar nafas lega dari aries.


"jagain dia ya lang jangan sampai terulang lagi" ucap nya.


"iya lagian dia adek gue, mana mungkin gue biarin gitu aja" ucap nya.


"gue mau nikahi ana".....



mode serius nih,udah pengen nikah Mulu bawaan nya ๐Ÿ˜Œ


ya udah kmu dulu aja nikah nya author antaran aja ๐Ÿ˜‘