
Masih di dalam selimut yang tebal dan pelukan hangat.
"sayang bangun siap-siap pesawat nya jam 10 loh" omel aries.
"eemh lima menit" ujar ana sambil mengeratkan pelukan nya pada aries.
karena tidak ingin kekasih nya itu ketinggalan pesawat aries pun mengendong ana dan membawa nya ke kamar mandi.
"mau sekalian di mandiin Hem?" goda aries.
"ah tidak terimakasih, turunin yank" pinta ana.
"ya sudah buruan mandi aku mandi di kamar sebelah" ujar nya.
setelah kedua nya selesai bersiap kini mereka sudah berada di meja makan.
"kmu pulang dulu, dua atau tiga hari lagi aku akan pulang juga tapi,,,aku harus tugas di negara lain" ujar aries.
seketika ana terdiam.
"jangan khawatir aku akan selalu kabari kmu sesering mungkin okey" ujar nya.
"kenapa lebih jauh? tanya ana.
"ini sudah tugas sayang" ujar nya mengelus tangan ana.
"hem" Ujar ana.
usai sarapan pun mereka bersiap untuk berangkat ke bandara.
satu jam berlalu kini ana sudah sampai di bandara, dua puluh menit lagi pesawat akan take off.
"nanti kalau sudah sampai langsung kabari aku ya" ujar Aries.
"kalau gak mau" tantang ana.
"nanti tak cium lagi" goda aries yang langsung dapat cubitan dari ana.
kini mereka hanya duduk di kursi tunggu aries merangkul ana sedangkan ana bersandar di dada bidang aries.
"masuk sana sudah waktu nya, hati-hati ya jaga Mata dan hati" ujar aries.
"ya sudah aku pulang ya" ujar ana seraya mencium punggung tangan aries.
"iya jangan lupa kabarin" jawab nya, aries mencium kening ana.
setelah ana benar-benar tidak terlihat lagi aries pun memutuskan untuk pulang dan istirahat.
karena nanti malam ia harus kembali ke rumah sakit.
.
.
.
ana sudah mendarat di bandara ibu kota, ia duduk di kursi tunggu sambil menunggu kak Gilang yang menjemput nya.
"sayang aku sudah sampai di kota" pesan ana pada kak aries.
tak lama kemudian kak Gilang muncul.
"dek sudah lama nunggu nya? sorry tadi kakak kena macet" ujar nya saat melihat ana cemberut.
"yuk pulang" ajak ana yang di angguki kak Gilang.
ana berjalan sambil menggandeng kak Gilang, tentu saja ana akan bermanja pada kakak nya yang posesif itu.
sepanjang jalan tidak banyak obrolan.
"gimana Liburan kmu dek?" tanya kak Gilang.
"lebih banyak di apartemen dari pada jalan-jalan, malahan sempat ribut sama doi" Ujar nya yang sambil cemberut karena keinggat kejadian kemarin.
"lah, ribut kenapa coba? kak Gilang yang mulai kepo."gimana dia kalau marah serem gak?" tanya nya.
"cuma salah faham doang atau bisa di sebut cemburu eem marah nya serem dia tu kak, gara-gara kejadian gak sengaja itu kak aries tuh ngajak nikah Mulu" ujar ana.
"ouh ya emang kejadian apa?tanya kak Gilang.
"ada cowok yang minjemin baju ke aku karena situasi nya urgent" cerita singkat ana.
"burfff cuma karena itu dia marah hahaha,,, gak malu sama gelar nya dokter" kak Gilang malah tertawa.
"makin posesif dia" ngadu nya ana.
"gak papa berarti dia sayang banget sama kmu ya kan" ujar Gilang yang hanya di Hem kan sama ana π.
tak terasa mereka sampai di halaman rumah.
"sana masuk biar barang nya nanti kakak antar ke kamar, langsung istirahat ya jangan lupa bersih-bersih dulu" cerca kak Gilang.
"siap" hormat ana.
ana pun langsung menjalankan seperti ucapan kak Gilang,ia merebahkan diri dan tak lama kemudian terlelap dalam mimpi nya.
karena hari masih sore jadi mami papi belum pulang, sedang kan orang tua ana lusa datang nya.
π»π»π»
.
.
.
.
hii riders jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya Xie xieππππ»