
Semenjak kejadian terakhir di kediaman Alex ana membatasi kedekatan nya dengan keluarga alex, memang mommy nya alex masih sering telfon ana dan meminta nya untuk main ke rumah
namun ana selalu punya alasan untuk menolak dengan halus, ia selalu mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sibuk kuliah.
memang benar ada nya bahwa ia sibuk kuliah karena sebentar lagi akan ngarap skripsi, namun tidak menuntut kemungkinan bahwa ana masih sering main walau cuma jalan di mall.
seperti sore ini sepulang dari kampus ana langsung istirahat.
pada malam hari nya saat ia sedang mempelajari skripsi tiba-tiba kak Gilang masuk kamar.
"dek kakak masuk yaa?" ucap nya namun sudah di dalam kamar.
"Hem".
"cuek amat,,cieh yg bentar lagi wisuda siap di pinang nih" ledek nya.
"apaan sih kak gaje deh".
"tuh di bawah ada tamu buat kmu, temuin dulu gih lagian malam Minggu masih aja belajar jalan sonoo" ujar nya.
"tamu,,,siapa kak?" tanya ana.
"di lihat dulu gih".
ana pun turun ke bawah untuk melihat siapa yang datang.
"kak alex,,,tumben ke sini" ujar ana.
"hey sorry belakangan jarang main ke sini lagi banyak kerjaan" jelas nya.
"ouh iya". ana hanya nyengir garing.
"jalan yuk mumpung malam Minggu " ajak nya.
"kemana kak?".
"udah jalan dulu yuk".
"eem aku siap-siap bentar deh" ujar nya yang di angguki Alex.
ana pun naik kembali ke kamar nya untuk bersiap.
"mau kemana dek?" tanya kak Gilang namun diri nya sendiri pun sudah siap dengan baju rapi.
"Ade di ajak keluar,,,kakak mau ke mana?" tanya nya.
"apel lah,,,ya udah nanti sharelok biar kakak samperin sekarang kakak mau jemput doi dulu" ucap kak Gilang Sabil cengar-cengir.
"dih,,,kaya punya pacar aja".
"heh kakak dengar loh,,tunggu aja nanti" teriak nya.
🌱🌱🌱🌱
"maaf ya naa kakak bawa motor bukan mobil soal nya ini malam Minggu takut kena macet, kmu pasti kedinginan ya" saat mereka sudah sampai di pasar malam.
"gak papa kak santai aku mah,btw orang sesibuk kakak kok bisa tau kalau di sini ada pasar malam sih aku aja gak tau loh" ucap ana.
"tau dari temen,,dah yuk masuk" ajak nya.
tak lupa ana sharelok pada kak Gilang, ia ingin tau seperti apa pacar kakak nya.
sambil menunggu kak Gilang, ana dan alex bermain permainan yang ada di pasar malam.
saat ana asik main capit boneka ada yang menepuk pundak nya.
"Asik bener sampai gak mau noleh".
"eeh kakak udah sampai?" tanya nya.
"Lang" ucap Alex.
"Hay Lex,,,dek kenalin ini Pevita pacar kakak" ucap Gilang.
"hai kak aku ana...
"adek aku yang bawel nyebelin manja juga" sambar kak Gilang.
"hehem aku Pevita kmu cantik dek" ujar nya.
"makasih kakak juga" ucap nya." kakak Kok mau sih sama kak Gilang yang brisik dan posesif ini" pembalasan dari ana.
"jelas lah mau secara aku kan ganteng kalau posesif itu tanda nya sayang,,emang pak dokter gak posesif Hem" sindir nya.
"kalian kalau ketemu berantem terus ya?" tanya Vita yang mengundang tawa kecil dari Alex yang sudah biasa dengan perdebatab ana dan gilang.
"mending kita naik bianglala yuk?" ajak nya sambil menarik tangan kak Gilang.
sambil membeli karcis, ana mulai keringat dingin pasal nya iya takut naik bianglala.
"kalau takut mending gak usah" bisik kak Gilang, yang di plototin oleh ana.
ia merasa tidak enak jika harus menolak permintaan kak Vita yang sudah excited.
mereka berempat naik dalam satu tempat, perlahan bianglala mulai menaik, awal nya ana merasa baik-baik saja namun saat bianglala mulai kencang ana reflek memeluk Alex yang berada di samping nya, sedangkan kak Vita sangat senang.
.
.
.
apa mereka pacaran???