My First Love Doctors

My First Love Doctors
147. Bahasa Rindu



Hari-hari berganti kini twins sudah tumbuh dengan baik bahkan kedua nya sudah mulai belajar berjalan dan juga semakin banyak ngoceh hehehe.


berkat kesabaran ana dan juga suami serta campur tangan keluarga besar yang turut membantu menjaga baby.


"dedek sini ayoo ke dalam" teriak ana saat diva berjalan kesana kemari."hap ketangkap kmu mau ke mana Hem masuk yuk bersih-bersih dulu sebelum papa pulang" ujar ana.


ia membawa diva ke kamar lalu membersihkan nya, sedangkan devan ia lebih suka berada di dalam ruangan yang terkesan bersih.


seperti nya ia akan tumbuh menjadi orang yang sangat suka dengan kebersihan dan rapi.


"dah cantik putri bunda main sama kakak ya sambil nunggu papa" ucap nya.


"sus mama sama papa belum pada pulang ya?" tanya ana.


"sudah non mereka bilang mau bersih-bersih dulu sebelum main sama cucu nya takut bawa kuman dari luar " jelas nya.


"ouh ya, titip dulu ya sus aku mau mandi sebentar " ujar ana yang di angukki sus.


ana pun membersihkan diri ke kamar nya, setelah beberapa saat ia pun selesai dan lancar menuju ke lemari untuk mencari baju.


tanpa ia sadari ada seseorang yang terus memperhatikan gerak-gerik nya, kemudian ia memeluk ana dari belakang.


"akhh ouh ya ampun mas ngagetin tauk" seru ana.


"kangen banget yank mau itu" ujar nya sambil terus memepet ana.


"iya nanti ya kmu mandi dulu, anak-anak belum tidur " lirih nya.


ana mencium nya kemudian pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan keperluan suami nya.


"sayang sudah siap, kmu mandi dulu gih, aku siapin baju kmu" ujar ana.


"siap Bu bos".


selepas menidurkan twins yang makin hari makin susah buat di tidur kan, akhirnya mereka tidur dan di temani suster.


ana pun kembali ke kamar nya dengan membawa susu hangat untuk suami nya, ia melihat suami nya yang masih bergelut dengan lap top nya.


"sayang minum dulu" ujar nya sambil duduk di sofa sebelah aries.


"iya sayang sebentar".


"sibuk apa sih?". tanya nya sambil melihat ke ke ponsel ana.


"gak ada sayang kmu udah selesai bobok yuk" ajak nya.


"kmu pengen liburan?" tanya aries.


"pengen tapi kapan-kapan aja cuma lagi pengen banyak waktu sama kmu hehehe".


"ouh ya yuk kita buat malam ini waktu yang panjang" ujar aries sambil menggendong ana ke arah ranjang.


ana yang faham pun mulai panik walau bukan kali pertama tapi ia selalu berdebar saat akan melakukan nya.


"sayang maksud aku bukan yang itu" gelagapan.


"sudah terlanjur dia bangun kmu harus tanggung jawab" tegas nya.


aries terus meluncur kan aksi nya sedang kan ana selalu berusaha mengimbangi nya.


"capek ya?" tanya aries yang di angguki ana.


bukan berhenti ia malah melanjutkan perjalanan nya.


sampai menjelang pagi dan sudah beberapa kali sampai puncak, akhirnya aries menyudahi nya, ia melihat ana yang sudah sangat capek dan sudah tidur.


"maaf ya yank candu banget sih kmu, cup nice dream baby".


di peluk nya posesif seperti guling, ia tuang kan rasa rindu yang belakangan tak pernah tersalurkan karena ana yang sibuk dengan twins dan ia sibuk dengan pekerjaan.


.


.


.


.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€