My First Love Doctors

My First Love Doctors
47.Tragedi



Pagi-pagi sekali ana dan Acha sudah sudah rapi, mereka berdua duduk di meja makan menunggu yang lain untuk sarapan.


satu persatu anggota keluarga kumpul, kecuali Abang dan kak gilang karena mereka tidak ada acara berpergian, jadi mereka masih berpetualang di mimpi nya.


loh kalian kok sudah rapi, mau ke mana? tanya mami.


kitau mau jalan-jalan mi, tapi gak Sama Abang dan kakak. jawab ana.


Ade kalau gak sama Abang atau kak gilang,pergi nya hati-hati loh gak ada yang jagain, atau mau ayah temani? ujar ayah.


gak usah ayahh,,, Ade sama Acha nanti juga ada temen-temen Ade kok. ujar ana.


setelah drama di meja makan selesai, mereka pun berangkat. ana menggunakan motor kak gilang.


Han yakin kmu bisa pakai motor ini motor cowok loh? tanya Acha ragu.


udah yuk buruan,udah di tungguin kak Sera loh. jawab ana, kemudian melajukan motor nya.


membelah kemacetan kota dengan panas yang sudah mulai terik.


dan sampai lah di tempat yang mereka tuju, yaitu salon.


huh, sampai juga. gumam ana.


jadi kita ke salon Han? tanya Acha.


yups, bentar ya kak Sera telefon. ujar nya,


yuk masuk dia udah di dalem. ujar ana yang menggandeng tangan acha.


setelah masuk dan mulai melakukan berbagai macam perawatan tubuh, tak lama kemudian fio datang dan langsung menyusul.


duh kalian sih dadakan banget ngajak nya aku kan jadi telat datang. omel fio.


Suud berisik. ujar ana yang sedang menikmati spa.


tiga jam mereka melakukan perawatan, mereka melanjutkan ke tempat berikut nya yaitu mall.


mereka shoping hampir dua jam, bahkan fio dan Acha sampai akrab karena mereka mempunyai selera fashion yang sama.


kak Sera laper nih, maem yuk. ujar ana yang sudah bosen dengan belanja.


yuk,, Gayus kalian sudah selesai belum, kita makan yuk. ajak shere.


oke kak. mereka yang memang sudah selesai belanja, langsung saja bergegas ke restoran yang ada di mall.


berbagai macam menu makanan mereka coba, termasuk ice cream.


selesai makan mereka memutuskan untuk pulang, termasuk Sera dan fio yang akan ikut ke rumah kak Gilang.


ana pun tak lupa memberi kabar pada kak aries dan juga kak Gilang kalau sebentar lagi diri nya akan pulang, mengingat teman-teman Gilang yang sedang berkumpul tentu saja ada ka aries.


acha memilih ikut mobil Sera bersama fio, jadi ana sendirian mengendarai motor.


Dari kejauhan nampak mobil hitam melaju dengan kencang,Tampa memperhatikan pengendara lain.


ana yang berhenti karena lampu merah, tiba-tiba


brakkkkk....


.


.


.


.


perlahan mata itu terbuka, menyapu seluruh ruangan putih, ntah berada di mana sekarang. fikir ana.


auwh,,,rasa pusing dan perih di tangan sedangkan kaki nya Agak bengkak.


kmu siapa? ana balik bertanya.


sorry ya, gue yang nabrak loe tadi, dan gue di sini untuk bertanggung jawab. ujar nya.


ana pun teringat bahwa dia sedang berkendara motor namun tiba-tiba terdengar suara yang begitu kencang, namun ntah setelah itu apa yang terjadi diri nya tidak begitu ingat.


Jadi tadi itu kecelakaan dan kmu yang nabrak aku? terus motor gue gimana? handphone? ouh ya ampun aku kan nitipin handphone ke Acha, duh pasti mereka khawatir. cowok itu tersenyum melihat ana yang uring-uringan.


kenapa gemes gini ya. ujar nya dalam hati


eem soal motor,aku udah Suruh orang buat bawa ke bengkel dan karena aku gak tau keluarga kmu di mana, bahkan kmu gak bawa identitas sama sekali jadi aku belum kasih tau mereka. jelas cowok itu.


Duh gimana ya? aku gak ingat nomer keluarga aku. ujar ana.


gimana kalau aku anterin pulang aja, kata dokter sore ini sudah boleh pulang kok cuma harus banyak istirahat. jelas si cowok.


Tapi,,,ana tampak ragu.


Tenang aja, janji gue gak bakal apa-apain. ujar si cowok yang seperti nya faham dengan situasi.


Okey,, perlahan ana turun dari ranjang rumah sakit namun karena kaki nya yang sedikit bengkak akibat tertimpa motor, ana menjadi kehilangan keseimbangan, dan itu membuat si cowok dengan sigap menangkap ana agar tidak terjatuh.


eeh sory sorry, loe tunggu sini gue ambilin kursi roda,kaki loe masih sakit dan gak pakai alas kaki juga. cowok itu berlalu, dan setelah beberapa saat kembali lagi dengan mendorong kursi roda.


eem sepatu ku kemana ya kak? tanya ana yang memanggil nya kakak.


ouh sepatu mu, eem itu,,,sedikit rusak besok akan ku ganti. jawab nya.


ana pun di bantu duduk di kursi roda, kemudian di dorong oleh si cowok, sampai di parkiran ana di pindahkan ke dalam mobil oleh nya.


mobil pun berjalan membelah mendung dan gerimis di ibu kota, empat puluh Lima menit kemudian mereka tiba di halaman rumah kak Gilang.


Di sini rumah mu kan? bentar aku bantuin turun. ujar si cowok.


saat ana di gendong oleh si cowok, yang bertempatan dengan aries dan teman-teman nya keluar dari rumah Gilang.


ya, rencana mereka akan mencari ana.


melihat ana yang di gendong cowok asing, aries pun dengan sigap mengambil alih ana, tanpa bertanya ada apa?.


sedangkan ana hanya menurut.


tak lama kemudian Abang dan kak Gilang keluar.


eeh ada apa ini, dek kmu kenapa? tanya Abang yang panik melihat Ade nya di gendong aries, Abang pun mengambil ana dari gendongan aries lalu membawa nya masuk ke dalam rumah.


sedangkan si cowok mengerutkan kening bingung dengan situasi.


ehem, bisa loe jelasin apa yang terjadi? tanya kak Gilang pada di cowok.


jadi tadi gue....


brakk,,,


.


.


.


.


. Temen-temen dapat salam dari ana nih🙈ana baik-baik aja kok cuma kaki nya aja agak sakit.



...terimakasih teman-teman yang sudah mampir, mohon kritik dan saran nya ya, jangan lupa like komen dan vote dukung terus author 😉 karena 🍃dukungan kalian semangat ku😥...