
Tidak ada hal yang lebih membahagiakan di dunia ini tak terkecuali selalu berada di tengah-tengah orang yang kita cintai begitu sebalik nya.
ntah sudah berapa kali kaki ini melangkah kesana-kemari, mencoba hal-hal yang di sarankan dokter agar mempermudah persalinan.
tangan yang senantiasa dalam genggaman suami, namun ia masih berharap kehadiran sosok wanita terhebat nya.
ceklek...
pintu terbuka menampakkan seseorang yang sedari tadi di tunggu-tunggu.
"sayang" panggil nya.
"ibuuu hiks".
"hey tidak boleh menangis okey ada suami juga" ujar ibu.
"tapi ini sakit sekali ibuu" adu nya.
"tak apa, kmu duduk saja," ibu dan aries menuntun ana untuk berbaring di ranjang.
"sudah pembukaan berapa nak?" tanya ibu.
"belum di cek lagi Bu tadi sudah enam" jelas nya.
"sayang sakit banget " ujar nya sambil menggenggam tangan Aries.
karena tidak tega aries pun mengecek kondisi istri nya dan ternyata kurang sedikit lagi pembukaan sempurna.
ia segera menekan tombol darurat dan tak lama kemudian dokter beserta sustei datang.
"ada apa dokter aries apakah sudah sempurna?" tanya dokter perempuan yang merupakan dokter kandungan.
"ya seperti nya sebentar lagi siap dok" ujar aries.
"wah ternyata benar sebentar lagi Dede nya keluar, jadi siapa yang akan menemani nya di sini?" Tanya dokter.
"sayang aku mau ibu sama kmu tetap di sini" ujar ana yang di angguki aries.
dokter yang faham pun langsung saja bertindak, mengingat pembukaan sudah sempurna.
"baiklah ana dengar kan saya baik-baik nanti kalau saya bilang mengejan maka lakukan dengan sekuat tenaga okey" ujar dokter.
keringat mulai bercucuran rasa sakit yang begitu hebat, ana menggenggam erat tangan aries juga ibu.
ia sadar tidak mudah untuk menjadi seorang ibu, dan seperti ini dulu ibu nya melahirkan ia.
"ibuu sakit sekali" ujar nya pada ibu.
"berjuang lah sebentar lagi sayang ibu selalu berdoa untuk kmu" ucap nya sambil menyeka keringat di dahi ana.
ia mengejan begitu kuat dan lahir lah...
oekkkkk
sesaat setelah bayi ana lahir ia kembali merasakan sakit perut nya.
"bersiap lah ana bayi kedua akan segera keluar" ujar dokter.
"selamat sayang bayi nya lahir dengan sehat" ucap ibu.
"selamat dokter aries bayi nya cowok cewek hebat" puji dokter.
"terimakasih Tuhan terimakasih dokter,,,sayang terimakasih untuk kebahagiaan yang luar biasa ini" ujar nya sambil terus mencium kening ana.
ana hanya bisa tersenyum seolah tenaga nya benar-benar habis.
Sementara ana dan bayi sedang di bersihkan untuk di pindahkan ke kamar rawat, di luar ruangan keluarga besar senantiasa menunggu.
"bayi nya sudah lahir pii" ucap mami saat mendengar bayi itu menangis.
"wah benar jeng cucu kita sudah lahir" ujar mama bahagia.
"benar sekarang kita sudah menjadi nenek dan kakek hehehe " ujar mami.
ππππ
ana pun sudah berada di kamar rawat bersama suami dan juga bayi-bayi nya.
"sayang Dede nya ganteng dan cantik yaa" ujar ana.
"iya dong,, kakak ganteng dan ade cantik" ujar aries yang terus memandangi bayi nya.
tak lama kemudian keluarga masuk.
mereka bergantian mengucapkan selamat pada orang tua baru itu kemudian saling berebut untuk menggendong cucu mereka.
mami sama mama jangan rebutan dong kan ada dua bayi nya.
sedangkan yang di tegur hanya nyengir
dasar nenek-nenek jaman now.
"besok pulang ke rumah mami ya" pinta mami.
"gak dong jeng mereka pulang ke rumah ku" ujar mama.
"bagaimana kalau kakak ke rumah mami Ade ke rumah mama" usul mami.
ana pasrah saat kedua anak nya sudah menjadi hak milik orang tua nya.
"sayanggg Dede nya mau di ambil sama mami sama mama" adu nya.
"tenang aja yank nanti kita bikin lagi gampang kan" ucapan nya mendapat kan tatapan tajam dari emak-emak yang berada di ruangan itu.
.
.
.
.
ya mungkin gampang memang yaa, maaf ya riders kalau episode ini agak aneh, author benar-benar gak faham bikin galau juga nulis nya soale belum pernah si hehehe.