
Ana masih menangis di pelukan Gilang,.
"Udahlah dek mungkin ini yang terbaik buat kmu, kmu gak usah takut kakak akan selalu ada buat kmu Hem, lagian kmu mau sampai kapan nungguin aries yang belum jelas" tutur nya.
"bukan gak jelas kak, Ade yang belum siap sama kak aries, lah sekarang malah di jodohkan hik hik".
"ya udah gak usah banyak pikiran okey jaga kesehatan adek kakak harus bahagia pokok nya" elus nya di rambut ana.
sampai akhir nya ana bisa tenang dengan penjelasan dari kakak nya.
malam hari.
"dek ayo makan malam dulu" ajak mami.
"adek gak laper mi" ucap nya sambil memejamkan mata di ranjang nya.
"Ayo dong dek nanti kmu sakit lagi di jaga kesehatan nya apalagi bentar lagi mau nikah" ujar mami." ada yang mau papi bicarakan di kita ngobrol setelah makan malam yuk" ajak nya.
"Ade gak laper mi, terserah mami sama papi aja Ade ikut" ujar nya.
tak lama kemudian kak Gilang masuk kamar dan mengajak mami untuk membiarkan ana sendiri dulu.
"di mana kmu kenapa kmu gak ada di saat aku seperti ini, kmu lupa sama janji mu kah?" gumam ana sambil memandang langit malam dari balkon kamar nya." kenapa aku harus berada di posisi ini Tuhan".
☘️☘️🍀
Lima hari berlalu.
sejak tau diri nya akan di jodohkan, ana menjadi pribadi yang pendiam, irit bicara jarang keluar rumah bahkan lebih sering di kamar.
malam ini ada pertemuan dengan keluarga dari calon suami ana, mau tidak mau ana tetap harus ikut bertemu.
bahkan mami sudah menyiapkan gaun malam untuk ana juga mua yang akan membantu merias ana.
"mbak jangan terlalu menor ya" pinta ana.
"baik nona".
"sayang sudah siap?" tanya mami.
"sudah mi" jawab nya kemudian ana keluar bersama mami.
"kmu cantik sekali malam ini,,,jangan lupa senyum ya yuk berangkat ".
mereka berangkat hanya mami papi juga ana sedangkan kak Gilang tidak bisa ikut karena sedang ada pekerjaan.
tak lama kemudian keluarga cowok datang.
"malam jeng Nita dan pak Hendra, maaf ya agak terlambat" ujar nya.
"ah tidak apa jeng kita juga baru sampai kok ya kan piii" ucap mami yang di iya kan oleh papi." ouh iya ini Putri ku jeng nama nya Hana biasa di panggil ana" mami memperkenalkan ana dengan calon mertua nya.
"ana Tante" berusaha seramah mungkin.
"aah cantik nya seperti nama nya, tapi maaf ya jeng putra ku belum bisa pulang dia masih di luar negeri tapi dia titip pesan kok buat calon istri nya dan mungkin Pulang nya nanti kalau sudah mendekati hari H,, tidak apa kan" ujar nya.
"iya mohon maaf sekali pak Hendra putra ku memang belum bisa kembali".
"tidak apa-apa ia pasti sangat sibuk sekali ya kan" ujar papi.
"maaf sekali ya ana" ujar mami sedang kan ana hanya tersenyum semanis mungkin.
mereka pu memesan makanan, sambil menunggu makanan datang mereka ngobrol banyak hal termasuk rencana pernikahan.
tidak ada acara pertunangan karena pertunangan akan berbarengan dengan akad dan juga resepsi, mengingat si cowok yang sangat sibuk dan untuk fitting baju akan di lakukan di rumah ana.
"sebagai pengikat ini untuk ana" ujar calon mertua.
"apa ini tan?".
"sini biar mama pakaian" memakaikan sebuah kalung di leher ana." sangat cantik".
"cantik sekali" puji mami.
mereka pun kemudian menikmati makanan yang baru saja tiba.
.
.
.
dukungan nya riders🤩biar semangat terus 😭
cantik nya calon mantuku😌