
Suara bariton itu membuat ana sedikit gentar.
bahkan kakak nya sudah sampai di rumah semua hanya dia yang pulang terlambat.
"piiih pelan kan suara mu,,,de mami bisa bicara sebentar?" dengan raut wajah yang serius membuat ana semakin di Landa ketakutan pasal nya ini untuk pertama kali mami juga papi seperti itu.
"bisa mi".
ana di giring ke dalam ruangan kerja papi, ana di duduk kan di sebuah sofa, di sana ada ayah juga ibu.
"dek mami bisa minta tolong".
"minta tolong apa?" tanya ana penuh selidik.
"mami minta kmu menikah dengan anak dari kerabat kerja papi,,,".
"Aapa nikah mi" teriak ana sambil berdiri dari duduk nya.
"Ade, ibu gak pernah ngajarin kmu kaya gitu ya" ujar ibu yang membuat ana seketika duduk kembali.
"dengerin mami dulu, mami sudah selidiki orang nya seperti apa akhlak nya karakter nya dia baik dek dan yang jelas bisa cukupi kebutuhan kmu" tutur mami, ana pun melihat ke ibu nya seolah minta pendapat.
"ayah sama ibu si setuju ini yang terbaik buat kmu" ujar ayah.
ana tidak mengeluarkan satu patah kata pun namun ia juga tidak berani pergi dari sana.
"apa lagi sekarang kmu kan sudah selesai kuliah nya jadi kalau nikah juga bisa fokus ngurus rumah tangga,,dan insyaallah bulan depan kmu nikah nya" ana merasa benar-benar terluka harus apa.
tak terasa setetes air bening jatuh ke pipi mulus nya, bayangan aries pun seketika membuat ana semakin sakit.
setelah keluar dari ruangan tersebut ana langsung masuk ke dalam kamar mengunci pintu, merebahkan diri di kasur kemudian menangis kencang yang kebetulan kamar ana kedap suara jadi tidak akan ada yang dengar.
saking lama nya nangis ana sampai ketiduran, melewatkan makan malam. walaupun sudah di gedor beberapa kali pintu nya oleh kak Gilang namun itu tidak membuat ana bangun dari tidur nya.
pagi nya pun ana tidak menampak kan diri di meja makan, ia bahkan masih tidur karena capek dan ntah tiba-tiba kepala nya begitu pusing membuat ana tidak beranjak dari ranjang nya.
"Dek kakak masuk ya" mau tidak mau Gilang mencari kunci cadangan kamar ana, dan ia kaget saat melihat adek nya masih berselimut padahal sangat jarang ana bangun sesiang ini.
hal itu membuat Gilang merasa aneh,ia pun menyentuh kening ana.
"kmu demam dek,,buruan makan terus minum obat" Gilang berusaha membangunkan ana tapi ana tidak ada respon sama sekali, bahkan ana kembali memejamkan mata.
Gilang pun memanggil kan dokter keluarga untuk ana, sedangkan keluarga ana sudah kembali ke kota nya
papi mami? mereka sedang perjalanan bisnis.
☘️☘️☘️☘️
Di negara sakura.
"Iya mah mama atur aja aku ikut mau mama, yang penting mama janji harus sehat" ujar nya."ya udah ma aku ada pasien dah". tut..Tut ..tut....
☘️☘️☘️☘️
"jadi gimana dok keadaan nya?" tanya Gilang yang penasaran pasal nya adek nya harus di infus.
"dia hanya demam dan seperti nya sedang banyak pikiran, terlalu berlarut tidak baik,,aku resepkan obat untuk ana" jelas nya.
setelah dokter pergi, Gilang menyuruh asisten nya untuk menebus resep dari dokter.
perlahan-lahan mata ana terbuka.
"Dek kmu bangun,,cup" jiwa posesif gilang kembali." ada masalah apa cerita sama kakak" pinta nya.
"hiks hiks huhuhu kakkkk adee adeek mau di jod....
.
.
.
🌱🌱🌱💪💪