My First Love Doctors

My First Love Doctors
89. pernikahan



Sore hari nya di adakan syukuran di kediaman mami, ia mengundang sekitar seribu anak yatim untuk doa bersama.


Semua keluarga di buat sibuk oleh para tamu, ana pun terharu begitu banyak orang yang mendoakan untuk pernikahan nya.


ia berharap pernikahan ini menjadi pernikahan yang penuh dengan berkah dan Ramat Nya.


selain doa bersama keluarga ana juga melakukan santunan untuk para anak yatim kemudian makan bersama dan di tutup dengan doa oleh pak ustadz sebagai pengisi ceramah.


acara selesai jam sebelas malam.


"dek langsung tidur ya besok kmu ngantuk kalau tidur" tegur mami.


"iya mamii" ucap nya.


ana pum pergi ke kamar nya, lalu membersihkan diri setelah selesai ia langsung membaringkan diri di kasur nya,


sudah tiga puluh menit sejak ana berbaring namun ntah kenapa ia tak kunjung tidur.


"Duh kenapa gak tidur-tidur sih besok kan harus bangun pagi" gumam nya.


ana malah jadi membayangkan bagaimana hari-hari nya setelah menikah, apakah ia akan di kurung di rumah terus dan hanya keluar apabila bersama suami.


membayangkan saja sudah membuat ana geleng kepala.


tak lama kemudian, ana merasakan di tepuk-tepuk pipi nya.


"dek bangun sudah jam berapa ini" ucap ibu.


"nanti dulu Bu baru jam tiga Ade aja baru bisa tidur" ucap ana masih dengan mata yang terpejam.


"ya ampun ini udah jam lima lebih tiga puluh menit sayang,,,ayo bangun mandi nanti keburu mua nya datang" ibu berusaha membangun ana.


sampai tiga puluh menit berlalu, ana merasa basah semua dan saat mata nya terbuka ternyata ia suda berada di bathtub.


"kakakkkk Ade ngantuk" yang ternyata kak Gilang gendong ana sampai ke kamar mandi.


"mandi dulu, ijab kabul baru bisa tidur dah buruan mua nya sudah datang" omel kak Gilang sambil berlalu dari kamar mandi.


dua puluh menit kemudian ana selesai dengan ritual mandi nya saat ia keluar dari kamar mandi, ana langsung di bawa ke kamar tamu yang berada di lantai bawah.


di mana kamar tersebut akan di jadikan tempat untuk make up ana.


"Mbak jangan menor-menor ya" request nya yang di iya kan oleh mua, namun tetap saja make up nya hasil nya akan seperti yang mami pinta.


"dek sambil sarapan ya," ibu menyikapi sepotong roti dan juga susu.


"Buu Dede ngantuk" ucapan ana membuat mua tertawa kecil pasal nya ana mengemaskan.


Satu setengah jam ana selesai make up begitu juga dengan keluarga yang lain.


"Hana" panggil seseorang.


"Acha ya ampun aku kira kmu gak bakal datang " ucap nya sambil berpelukan.


"duh gue gak di peluk nih" ucap fio.


"kmu juga fii ngapain baru Dateng" omel ana.


"sorry na gue kan habis keluarga kota udah sebulan gue di sana kakek gue sakit, btw loe tiba-tiba nikah sih dan secepat ini" cerca fio.


"gak tau fii tiba-tiba gini aja" ucap ana.


"terus nikah sama siapa? gak sama kak aries ya naa?" ucap fio yang membuat ana seketika galau.


"ntah lah fi siapapun dia aku sudah ikhlas toh tinggal beberapa jam lagi kan" tutur ana.


"ayo semua nya kita berangkat" ajak mami.


ana pun di giring ke mobil, ia berada satu mobil bersama mami dan juga ibu.


perjalanan tiga puluh menit mereka sampai di lobi hotel.


dan ternyata pihak cowok sudah tiba dan sudah siap.


tak lama kemudian pihak WO menginstruksi kan kepada pihak mempelai wanita untuk masuk ke gedung di mana ruangan tersebut akan menjadi saksi bisu pernikahan ana.


saat pintu di buka ternyata ana masih ada kain penutup di depan ana, di mana kain tersebut sebagai penghalang agar ana maupun si cowok tidak langsung melihat satu sama lain.


saat ana juga mempelai pria sudah saling berhadapan,MC menginstruksikan untuk membuka skat dan kedua nya....


"Kmuu......


.


.


.


iklan dulu ya gayss author ngantuk 🥱


jangan lupa vote terus ya makasih sehat-sehat kalian🥰