
Seharian mereka menghabiskan waktu bersama, ana dan Acha benar-benar sedang mengobati rasa rindu nya.
sehari setelah jalan bersama mereka di pisahkan di stasiun, Acha kembali ke Jogja begitu juga dengan ana yang kembali ke ibu kota. sama-sama melanjutkan studi.
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
Waktu begitu cepat berlalu tak terasa lima bulan sudah ana dan aries sama-sama jarang bertukar kabar.
bukan karena berantem tapi karena kesibukan masing-masing.
hal itu membuat kedua nya sering uring-uringan tidak jelas lantaran menahan rindu.
"ini kenapa sih di telfon gak di angkat di chat gak di bales gak tau orang lagi kangen apa,biasa nya kan jam segini dia gak sibuk" ujar aries yang berdialog sendiri lantaran ana yang tak kunjung merespon panggilan nya.
"mungkin lagi cari yang lain" ujar nya santai ia Miko, teman aries yang baru saja masuk ke ruangan aries.
"Tidak mungkin" jawab aries sedangkan teman nya terbahak-bahak.
"ya kan itu perkiraan ku, karena cewek itu biasa nya,,,,
"Biasa nya apa?" belum sempat Miko selesai bicara, aries memotong ucapan nya.
merasa jengah dengan kata-kata Miko,
aries pun memutuskan untuk keluar dari ruangan nya.
"eeeh mau kemana? gak sopan ya aku belum selesai bicara riesss" ujar Miko dengan nada kesal.
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Jakarta.
"eughhhhh,,,kenapa pusing gini ya" gumam ana."lah panggilan dari kak aries banyak banget, telfon balik deh"ujar nya yang mencoba menghubungi aries namun sayang panggilan tak terjawab.
"kenapa ya jadi berat gini hubungan, dia santai aku sibuk, aku santai dia yang sibuk emang sulit" ucap nya sambil menatap langit kamar."kirim pesan aja deh" ana pun memutuskan untuk mengirim pesan saja.
"hai,,,mas maaf ya aku baru bangun tidur ntah rasa nya lelah dan kepalaku sedikit pusing,,,kmu jangan lupa makan ya sesibuk apapun itu,,,kalau sudah tidak sibuk jangan lupa balas pesan ku" isi pesan ana Untuk aries.
usai mengirim pesan untuk aries ana pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
selesai membersihkan diri ana melihat handphone nya dan zonk aries belum membalas pesan dari ana.
ana pun bersiap ia akan di ajak jalan sama teman nya kemudian ana turun ke bawah.
"eeh ada kakak ipar sama siapa?" tanya ana pada kak Mia.
"sama Abang tapi lagi ngobrol sama gilang" jelas nya.
tak lama kemudian bang Riyan datang bersama kak Gilang.
"abanggg" panggil ana langsung menghampiri bang Riyan dan memeluk nya.
"jangan lama-lama udah ada yang punya" tegur kak Gilang, membuat ana memanyunkan bibir nya.
"apa sih kak mia aja biasa aja, ya gak kak?" ana mencari pembelaan pada kakak ipar nya.
"hah sudah,,,aku sama mia ke sini karena dede bayi nya Pengan makan masakan nya aunty" ujar bang Riyan sambil mengelus perut istri nya.
"hah maksud nya gimana?" tanya ana.
"ya kmu masak buat kak mia gimana sih" ujar bang Riyan.
"bukan gitu Dede mau pergi ada acara bang, kak Gilang aja yang masak yaaa" ucap ana penuh permohonan.
"orang pengen nya kmu yang masak, kakak udah jauh-jauh ke sini loh masak kmu gak mau masak buat Calon keponakan kmu" ujar bang Riyan.
"nanti habis itu,,,,
belum Sempat ana selesai bicara kak Mia sudah mewek Hampir nangis.
"bang kita pulang yuk Ade gak mau masak buat si bayi" ujar kak Mia.
"kmu mau ke mana sih?" tanya kak Gilang pada ana.
"mau jalan" jawab nya lirih.
"ya udah deh ade masak tapi ada syarat nya" pinta ana.
"syarat apa?" tanya kak Gilang.
"ke Jepang yuk kak" ajak ana.
"ngapain hem? apel? kakak lagi padet jadwal nya loh" tutur kak Gilang.
" ya udah deh ke Bali aja yuk tiga atau empat hari" ujar ana.
"ya udah sekarang buruan masak dulu" ucap nya.
"okey bos,,,kak Mia mau di masakin apa?" tanya ana.
"beneran mau masak buat kakak?" tanya kak Mia.
"iya dong buat kakak dan calon keponakan aku" ujar ana.
"Halah kalau sudah ada mau langsung nurut" sindir bang Riyan.
"biarin ah yang penting ke bali week"ledek nya.
"pengen di masakin seblak sama ikan bakar" ujar kak mia.
tanpa babibu demi ke Bali ana pun langsung ke dapur untuk memulai masak nya walaupun ini pertama kali dia masak seblak tapi sebisa mungkin tidak gagal.
selama satu jam berkutat di dapur sila sudah menyelesaikan masakan nya, walaupun dapat di bantu arahan dari para pelayan.
ana langsung menyajikan di meja makan.
tak lama kemudian kak Mia bang Riyan dan juga kak Gilang langsung berkumpul.
"duh Kaya nya enak nih " ujar bang Riyan.
"jangan lupa transferan nya" ucap ana.
"ya kalau istri kakak suka dan bilang enak baru kakak transfer".
kak Mia pun mulai mencicipi masakan ana.
"gimana kak rasa nya?" tanya ana.
"ambilin kakak nasi dek" pinta nya.
bukan menjawab tapi kak Mia minta di ambil kan nasi dan ana pun mengambil kan untuk nya.
"hah,,,kenyang" ucap kak Mia.
begitu dengan bang Riyan dan kak Gilang ikut makan.
"gimana rasa nya enak kan siapa dulu yang masak" ucap ana dengan bangga.
"yah lumayan" ujar bang Riyan.
"yess ke Bali sama kak Gilang dapat pesangon bang Riyan sikkk" sorak ana.
"Jumat Sabtu Minggu ya dek Senin pagi pulang Jakarta, soal nya sore nya kakak ada meeting" tutur kak Gilang.
"siap bos" ucap ana girang.
"sayang pengen ikut ana" ucap kak Mia.
.
.
.
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
aduh Bu mil jangan pergi - pergi lah ya
biar ana aja yang jalan-jalan terus๐ฌ๐