My Boyfriend Is A Devil

My Boyfriend Is A Devil
76# Prom Night, Pernyataan Cinta



Tiba di sekolah. Gedung aula sudah dipadati dengan kehadiran para siswa. Semuanya berpenampilan sangat cantik dan tampan, sangat berbeda dengan keseharian mereka di sekolah.


Acara dimulai tepat pukul 18.00. Mula-mula acara dibuka dengan kata sambutan dari kepala sekolah. Baru dilanjutkan dengan pesta dansa. Saat musik mulai mengalun lembut semua pasangan berhamburan ke tengah ruangan untuk berdansa. Jeremy dan Lucy sudah turun ke lantai dansa duluan.


"Mau berdansa denganku?" tanya Lei sambil mengulurkan tangan.


"Aku tidak begitu pandai berdansa," jawab Angel.


"Tidak apa-apa. Aku akan menuntunmu," ucap Lei.


Angel pun memberikan tangannya kepada Lei. Keduanya pun masuk ke tengah lantai dansa. Dan berdansa dengan pelan mengikuti alunan musik.


"Angel, kamu sangat cantik. Melebihi malaikat manapun yang pernah aku temui," bisik Lei di telinga Angel.


"Jangan buat aku melayang," balas Angel dengan hati berbunga-bunga.


"Kamu tidak bisa melayang, Angel!" Lei mengingatkan.


"Tapi aku sangat bahagia. Sampai-sampai rasanya ingin terbang," ucap Angel dengan senyum merekah.


"Kalau begitu aku akan membawamu terbang. Ayo!" ajak Lei.


"Ke mana? Bukankah kamu sudah tidak bisa terbang?" tanya Angel.


"Ikut saja. Nanti kamu akan tahu," jawab Lei. Angel pun tak menolak.


Lei menggenggam tangannya membawanya pergi, meninggalkan gedung aula.


Sementara Lucy dan Jeremy masih berdansa. Begitu menikmati kebersamaan mereka yang begitu dekat. Lucy bahkan bisa mencium wangi parfum Jeremy yang tertinggal di leher jenjang pemuda itu.


"Apa setelah ini kamu akan pergi?" tanya Lucy tiba-tiba.


"Mengapa kamu bertanya begitu?" Jeremy balik bertanya.


"Dulu kamu bilang akan tinggal sampai menyelesaikan sekolah. Sekarang kita sudah lulus. Apa itu berarti waktunya kamu akan pergi?" Lucy mengatakan dengan tenang padahal sebenarnya hatinya cemas.


"Aku akan pergi kalau kamu menyuruhku pergi," jawab Jeremy kalem.


Lucy menyunggingkan senyum. "Jangan bercanda! Sudah tentu aku tidak akan menyuruhmu pergi. Tapi kamu seorang Inger. Kamu akan pergi saat tugas yang lain datang," katanya.


"Tugasku tidak selalu menyuruhku harus berpindah-pindah. Seperti sekarang ini," jelas Jeremy.


"Maksudmu?" tanya Lucy terkesiap.


"Aku akan tetap berada di sini bersamamu. Tugas baruku kali ini lebih mudah. Aku hanya perlu menyiapkan segala kebutuhan Anne selama dia tinggal di dunia manusia. Karena Louis mendapat jabatan baru di Lumina, otomatis dia akan bertambah sibuk. Dan Anne pasti akan sering kemari. Lagipula di Lumina dia juga tinggal sendiri, Maria sudah dihukum. Jadi, dia hanya punya teman manusia di sini," jelas Jeremy.


"Oh, begitu ya... Kasihan juga. Aku pasti akan jadi teman baiknya di sini," timpal Lucy.


"Bagus! Jadi, jangan sedih lagi karena aku tidak pergi, oke!" ucap Jeremy.


"Oke!" balas Lucy dengan senyum manis.


"Buat apa malam-malam begini kita ke atap sekolah?" tanya Angel penasaran.


"Bukankah kamu ingin terbang?" jawab Angel.


"Jangan macam-macam, Lei!" Angel mulai was-was.


"Tenanglah, aku tidak akan melakukan sesuatu yang jahat padamu!" Lei menenangkannya.


Akhirnya mereka tiba di atap sekolah. Udara malam cukup dingin di atas sini. Apalagi dress yang dikenakan Angel cukup pendek sehingga membuatnya sedikit menggigil. Lei yang menyadari Angel sedang kedinginan segera melepas jasnya lalu ditutupinya di bahu Angel. Lei lalu membawanya berdiri di pinggir pagar.


"Aku memang tidak bisa membawamu terbang lagi. Tapi, lihatlah ke bawah dari atas sini! Kamu akan merasa seperti sedang terbang," ucap Lei sambil menatap ke halaman sekolah yang sepi di bawah. Kemudian ia kembali menatap mata Angel dalam-dalam.


"Angel, aku ingin kamu tahu aku tidak main-main. Aku bersungguh-sungguh dalam hal perasaan. Aku sangat ingin bersamamu, bukan sekedar menemani, tapi aku ingin memilikimu. Untuk pertama dan yang terakhir untukku!" kata Lei dengan penuh kesungguhan.


Angel cuma diam karena tidak tahu harus berkata apa. Tiba-tiba saja Lei berlutut di hadapan Angel sambil memegang tangannya. Dia menatap mata Angel dengan penuh cinta. Dengan pelan disematkannya sebuah cincin berlian di jari manis Angel. Kemudian Lei kembali memegang tangannya.


"Angel, dengan begini aku tegaskan sekali lagi bahwa aku sangat mencintaimu. Kuharap kamu dapat menerima segala kekurangan yang ada pada diriku yang baru ini." Usai berkata demikian Lei mengecup tangan Angel dengan lembut.


Angel tentu tak mau diam saja. Ia juga ingin Lei tahu perasaannya. Dengan yakin ia menjawab ucapan Lei. "Sejak dulu aku selalu menunggu dan berharap kamu kembali padaku. Sekarang kamu ada di depanku, bagaimana mungkin aku akan melepasmu lagi, Lei? Bahkan kamu iblis sekalipun aku tidak pernah peduli kalau aku mencintaimu. Apalagi sekarang kita sama. Aku malah lebih bebas mencintaimu walau dengan semua kekuranganmu."


"Terima kasih, sayang! Aku memang tidak salah memilihmu. Aku pasti akan membuatmu bahagia," janji Lei sambil berdiri bangun.


Dia masih memegang tangan Angel. Kemudian diraihnya dan dilepaskan cincin yang tadi ia sematkan di jari Angel.


"Loh... kenapa dilepas lagi?" protes Angel.


"Sayang, kita kan baru lulus SMU. Lagipula aku hanya coba memastikan saja kalau cincin ini pas di jarimu. Tunggu sampai waktunya tiba, akan aku pakaikan cincin ini lagi di jarimu. Saat itu kamu tidak boleh melepasnya!" Lei menjelaskan dengan sedikit menggoda.


Wajah Angel jadi cemberut. Kemudian membuang muka pada Lei.


"Menyebalkan!" gerutunya.


Lei tertawa telah berhasil menggoda Angel. Tapi ada kejutan lain rupanya. Sebuah kalung perak dengan liontin malaikat dipakaikan Lei di lehernya. Angel kaget dan melihat apa yang dipakaikan Lei.


"Kalau yang ini kamu boleh memakainya!" kata Lei lembut.


Angel memperhatikan liontin malaikat itu. Kemudian menggumam, "Malaikat. Indah sekali!"



"Ini 'Angel'ku!" Lei menimpali.


"Terima kasih, Lei!" ucap Angel sambil tersenyum.


Lei membalas senyumnya kemudian merangkulnya dalam pelukan. Menikmati kebersamaan mereka untuk terakhir kalinya di gedung sekolah ini. Khususnya di tempat favorit Angel di sekolah ini.


...ლTHE ENDლ...