My Boyfriend Is A Devil

My Boyfriend Is A Devil
72# Mengadili Mariabelle



"Selamat pagi, sayang!" sapa Gracia.


"Pagi, Ma!" balas Angel sambil mengunyah sandwich.


"Pagi, Angel...," giliran Anne menyapa dengan suara menggoda.


Angel cuma menatapnya sinis tanpa membalas salamnya. Segera setelah makanannya habis ia beranjak untuk pergi. Karena hari semakin siang dan Angel tak mau sampai terlambat.


"Kamu ikut pergi denganku?" tanya Angel pada Anne.


Anne menggeleng sambil berkata, "Tidak. Aku kan tidak mau mengganggu acaramu."


"Ya, sudah! Aku pergi, semuanya!" pamit Angel berlalu.


"Hati-hati, sayang!" pesan Gracia.


"Bye, Angel..." Anne melambai.


Angel membalas dengan lambaian sekilas tanpa menoleh.


"Memangnya siapa yang ingin menemuiku di pantai? Membuat penasaran saja!" gerutu Angel di tengah perjalanannya.


Setelah berjalan kaki beberapa meter menuju pantai, akhirnya ia pun sampai. Suasana pantai tidak berubah seperti biasanya. Pasti selalu ada pengunjung walau tidak begitu ramai. Angel menatap kesana-kemari mencari seseorang yang bahkan ia tak tahu siapa. Namun tak menemukan ada orang yang nampak seperti sedang menunggu. Ia pun berjalan menyusuri pantai sendiri.


"Mungkinkah bisa mengulang kembali kenangan seperti waktu itu?" tanyanya pada diri sendiri.


"Mungkin saja. Ayo, kita lakukan!" jawab seseorang yang entah sejak kapan tiba-tiba ada di belakang Angel.


Angel kaget mendengar suara itu dan langsung menoleh. Betapa terkejutnya dia saat melihat sosok pemuda yang kini berdiri di hadapannya. Tanpa banyak pikir lagi Angel pun langsung memeluknya erat seolah tak ingin melepasnya.


"Benarkah ini nyata? Aku tidak bermimpi, bukan? Ini benar-benar kamu?!" tanya Angel yang masih tidak percaya dengan sosok yang dipeluknya kini.


"Kamu tidak bermimpi. Ini nyata, Angel! Kamu lihat, aku sedang memelukmu, bukan?!" jawab pemuda itu.


'Benar dia memelukku! Aku bisa merasakan hangat pelukannya,' batin Angel. Lalu dia menatap wajah pemuda itu dengan mata berbinar-binar.


"Lei... Aku sangat merindukanmu!" ucap Angel dalam pelukan Lei.


"Aku juga. Maaf, selama ini sering membuatmu sedih. Aku janji tidak akan pergi lagi," kata Lei dengan lembut.


"Lalu, Lalu, tiga hari itu, apa yang terjadi denganmu? Kenapa baru muncul sekarang?" tanya Angel.


"Aku sengaja meminta Annabelle menyuruhmu datang kemari. Aku ingin membuat kejutan ini untukmu. Aku tidak hilang selama itu, aku hanya pergi sehari saja. Kamu ingat kan waktu di dunia kita dan Lumina berbeda!?" jawab Lei sambil merangkul Angel. Mereka berjalan menyusuri pantai.


"Iya. Lalu, apa yang terjadi? Aku pikir raja payah itu menipuku. Dia sudah mencabut kekuatan cerminku dan kamu pun dibawanya pergi juga," ujar Angel kemudian.


"Apa maksudmu?" tanya Angel tak mengerti. Dia agak sedikit cemas.


"Sekarang kita berdua sama, tidak ada perbedaan dunia maupun golongan. Aku sekarang hanyalah seorang manusia biasa seperti dirimu, ayah dan ibu," jawab Lei.


"Apa kamu kabur dari Lumina?" tanya Angel mengingat bagaimana kejadian yang mengubah Michelle menjadi manusia.


"Tidak. Ini pilihanku sendiri," jawab Lei cepat.


"Pilihan... bagaimana maksudmu? Jangan karena aku, kamu harus kehilangan dirimu yang sesungguhnya," kata Angel pelan.


"Bukan seperti itu, Angel! Begini..." Lei mulai menceritakan kronologi kejadian saat dirinya dibawa ke Lumina oleh Astru dan pasukannya.


...🍁🍁🍁...


Sesampainya seluruh pasukan Astru di Lumina. Mereka berkumpul di istana. Para petinggi dan beberapa malaikat juga telah berkumpul di sana. Astru kembali ke atas singgasananya. Sedangkan Mariabelle berlutut dengan pasrah di hadapan Astru. Dan Neville duduk dengan lemah di pojokan. Astru menyuruh Louis dan Gilbert melepaskan benang yang masih terikat di tubuh Neville. Kedua malaikat segera melaksanakannya. Begitu benang perak dilepas kekuatan dan kesadarannya pun ikut kembali. Namun Neville masih tidak mengerti, mengapa dia tiba-tiba berada di Lumina. Setelah Olive memberinya mantra pemulihan, semua ingatannya pun dipulihkan. Begitu pula dengan ingatan dan kenangannya bersama Angel. Neville yang awalnya bingung dirinya bisa ada di Lumina pun akhirnya mengerti. Sementara Neville masih berada di bawah pengawasan Louis dan Cello, Astru mulai mengadili Mariabelle.


"Mariabelle, atas segala perbuatanmu selama ini di dunia manusia, kamu dinyatakan bersalah! Dan hari ini kamu akan mempertanggung-jawabkan semua perbuatanmu!" kata Astru dengan tegas.


"Maafkan aku, Yang Mulia! Aku menyesal dengan semua perbuatanku! Mohon Yang Mulia mengampuniku! Aku janji tidak akan mengulanginya lagi!" pinta Mariabelle sembari memohon ampun.


"Kesalahan Mariabelle sudah tidak bisa diampuni!" sahut seorang petinggi.


"Yang Mulia, beri aku kesempatan sekali lagi! Aku pasti akan...," belum selesai Mariabelle meminta, Astru mengangkat tangannya mengisyaratkannya untuk diam.


"Kesempatanmu sudah habis! Aku sudah terlalu lama mengulur waktu. Aku sudah memberikan kamu kesempatan untuk berubah. Tetapi, bukannya berubah, kamu malah tak kunjung sadar, dan semakin menjadi. Dengan demikian, siap atau tidak kamu akan menerima hukuman atas semua perbuatanmu!" kata Astru.


"Yang Mulia, tunggu! Kumohon... Dengarkan aku sebentar!" Mariabelle memohon.


"Deborah!" panggil Astru cepat.


"Yang Mulia, aku bisa melakukan semua ini karena dihasut oleh Louis!" sahut Mariabelle dengan cepat.


"Dihasut?" Astru mengerutkan keningnya. Annabelle dan Olive yang memang ada di sana mendengarkan dengan tidak percaya.


"Benar. Dia menyuruhku melakukannya dengan tujuan agar dirinya dapat mendekati gadis manusia itu. Dan bertindak seolah-olah dirinya adalah malaikat penolong bagi gadis itu," jelas Mariabelle dengan penuh keyakinan.


"Cello, suruh Louis kemari!" perintah Linda.


"Baik, Yang Mulia!" jawab Cello dan dia pun pergi mencari Louis.


^^^To be continued...^^^