
Setelah semalaman tidur karena kelelahan. Pagi ini Angel bangun dengan wajah lebih segar. Disingkapnya tirai jendela agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam kamar. Beberapa saat dia berdiri di depan jendela menatap ke luar. Suasana yang sepi tidak terdengar suara orang berbicara hanya suara burung yang terdengar berkicau. Meskipun begitu sepi namun ada ketenangan, ada kedamaian yang dirasakan.
Angel mulai menjauh dari jendela. Ia merasa ingin ke toilet. Namun bodohnya dirinya sama sekali tidak tahu di mana letak kamar mandi di kamar itu. Kemarin dia lupa menanyakannya kepada malaikat pengawal yang membawanya. Tanpa sengaja dia menoleh ke sudut kamar di mana sebuah pintu kayu putih tertutup rapat.
"Apa itu kamar mandinya?" gumam Angel sambil berjalan ke sana.
Belum sempat ia meraih gagang pintu, terdengar suara ketukan dari pintu kamar.
Tok... Tok... Tok...
'Siapa yang pagi-pagi datang kemari?' gerutu Angel.
Akhirnya ia membatalkan niatnya untuk membuka pintu itu dan beralih ke pintu depan. Saat pintu terbuka nampaklah seorang malaikat cantik yang langsung menyambut Angel dengan senyuman.
"Selamat pagi, Nona! Boleh aku masuk?" tanyanya dengan ramah. Suaranya terdengar sangat lembut.
"Aa ... Oh ... Silahkan ... masuk ... masuk!" ucap Angel gagap karena terkesima dengan kecantikan malaikat di depannya.
Malaikat cantik itu berjalan memasuki kamar dan langsung menutup pintu. Malaikat cantik itu membawa pakaian ganti untuk Angel. Pakaian itu ia letakkan di atas tempat tidur yang masih berantakan. Kemudian ia kembali menghadap Angel.
"Perkenalkan namaku Esther. Aku yang akan melayani semua keperluan Nona selama di sini!" katanya mengenalkan diri.
"Aa ... Tidak perlu repot-repot sampai harus dilayani segala. Aku bisa melakukan semua sendiri," ujar Angel merasa tak enak. Dia juga tidak terbiasa dilayani.
"Nona, tidak perlu sungkan! Ini sudah menjadi tugasku untuk melayani Nona dengan baik!" sahut Esther sambil tersenyum.
"Nona pasti belum mandi. Aku akan menyiapkan air untuk anda. Aku juga sudah menyiapkan pakaian ganti. Nona ingin mandi air hangat atau dingin?" Esther melanjutkan.
"Hangat juga boleh," jawab Angel kikuk. Ia masih canggung dengan suasana seperti ini.
"Akan ku siapkan. Nona, mohon tunggu sebentar!" kata Esther yang kemudian berjalan ke kamar mandi .
'Oh, benar itu kamar mandinya,' pikir Angel saat melihat Esther membuka pintu yang hendak ia buka tadi.
Hanya lima menit saja Esther kemudian keluar dari kamar mandi dan kembali menghadap Angel. "Airnya sudah siap! Nona, silahkan mandi!" ucapnya.
"Terima kasih!" balas Angel.
Dengan cepat Angel berlari ke kamar mandi. Di kamar mandi pun dia masih dibuat tercengang. Semua tersedia lengkap. Handuk dan bathrobe terlipat rapi di atas vanity samping wastafel. Ada cermin besar juga. Toilet dan shower ada di ujung. Dan di sampingnya sebuah bathtub berisi penuh air dengan taburan mawar merah menunggu untuk diselami.
"Benar-benar luar biasa!" ujar Angel kagum.
Cukup lama ia berada di dalam kamar mandi. Berharap Esther segera pergi dari kamarnya. Namun nyatanya Esther masih berada di sana. Dia sedang merapikan tempat tidur Angel dan segala sesuatu yang terlihat berantakan.
Setelah puas berendam barulah Angel keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe. Ia kaget karena rupanya Esther masih di sana sedang menunggu dirinya. Angel juga melihat tempat tidurnya yang sudah rapi.
"Aku kira kamu sudah pergi," ucap Angel. Dia agak kecewa namun menyembunyikannya.
Esther tersenyum dan menjawab, "Tidak. Tugasku adalah melayani Nona. Jadi, aku akan selalu berada di dekat Nona!"
"Begitu ya," gumam Angel baru mengerti.
"Ah, tidak ... Tidak ... Aku bisa pakai sendiri!" tolak Angel dengan cepat. Meskipun sesama perempuan tetap saja ada rasa malu.
"Tidak apa-apa. Lagipula Nona pasti akan kesulitan jika memakainya sendiri. Mari, biar kubantu!" jelas Esther sambil menunjukkan model gaun yang cukup rumit yang akan dikenakan Angel.
Angel pun menyerah dan membiarkan Esther membantunya. Memang benar ucapan Esther, gaun ini agak sedikit ribet memakainya. Karena gaun jenis tutu yang panjangnya semata kaki ini didominasi kain jenis tile yang tipis transparan. Jadi, harus hati-hati memakainya. Angel pun selesai mengenakan gaunnya. Gaun berwarna gading itu sangat cocok dipakai olehnya. Tak lupa pula sepasang heels berwarna putih dengan kristal yang berkilau.
Setelah selesai dengan pakaian dan sepatu, Esther kembali melanjutkan dengan tatanan rambut. Esther mengambil dua bagian sisi kiri dan kanan samping rambut lalu mengikatnya ke belakang. Ia mengambil lagi beberapa bagian rambut untuk dibentuk kepangan besar. Terakhir Esther menyematkan hairpin sebagai pemanis. Selanjutnya tinggal memoles wajah. Hanya sedikit polesan saja agar wajah Angel terlihat lebih segar. Dan selesai sudah tugas Esther mendandani Angel. Esther memberikan cermin kecil kepada Angel agar gadis itu dapat melihat hasil polesan wajahnya.
Penampilan Angel berubah bak malaikat. Angel sampai terkesima menatap wajahnya sendiri. Esther juga sangat puas dengan hasil kerjanya. Esther lalu menarik Angel ke cermin yang lebih besar agar Angel dapat melihat seluruh penampilan dirinya sekarang.
"Nah, Nona cantik sekali, bukan?!" pujinya.
Angel terdiam menatap bayangan dirinya di cermin. Masih sulit dipercaya itu dirinya. Sangat berbeda dengan dia yang biasanya. Bayangan yang terpantul di cermin itu lebih seperti malaikat daripada seorang gadis biasa. Angel masih diam mematung mengagumi dirinya. Sampai tiba-tiba pintu kamar diketuk, dia juga tidak menyadarinya. Sementara Esther yang pergi membuka pintu.
"Sarapan untuk Nona muda!" ucap Flo pada Esther begitu pintu dibuka. Dia membawa baki dengan piring dan mangkuk yang tertutup.
"Terima kasih, Flo!" ujar Esther sambil mengambil alih baki itu dari tangan Flo.
"Sama-sama!" balas Flo dan ia pun berlalu.
Esther menutup kembali pintunya. Lalu meletakan baki itu di atas meja. Kemudian piring dan mangkuk itu dipindahkan dari baki ke atas meja. Dia juga menuangkan segelas teh hangat ke dalam gelas. Setelah itu ia kembali menghadap Angel.
"Nona, sarapan sudah siap!" katanya. Namun Angel tak menyahut.
"Nona ... Nona Angel!" panggil Esther sekali lagi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Angel. Barulah Angel tersadar.
"Ha ... Aa ... Apa?" katanya kaget.
Esther menahan tawa melihat tingkahnya. Ia kembali berkata, "Nona, sarapannya sudah siap! Ayo, dimakan dulu."
"Oh," gumam Angel.
Esther lalu menuntunnya ke meja makan dan mempersilahkan Angel duduk. Angel duduk dengan kikuk. Di depannya sudah tersedia makanan dan minuman. Dia masih terlihat bingung karena makanan itu hanya untuk dirinya.
"Kamu tidak ikut sarapan?" tanya Angel.
"Tidak, aku sudah sarapan! Nona, silahkan dimakan!" jawab Esther.
Angel lalu membuka penutup piring yang isinya dua potong roti gandum. Terus penutup mangkuk yang berisi sup krim jamur. Angel memperhatikan kedua menu sarapan itu. Lalu mulai mencicipinya.
'Rasanya tidak berbeda dengan yang ada di duniaku. Hanya saja sup krim di sini terasa sedikit lebih manis, juga gurih, ada semacam aroma yang khas, tapi ini enak,' komentar Angel dalam hati. Dia pun meneruskan sarapannya.
^^^To be continued....^^^
^^^Harap berikan komentar sesuai cerita, ya!^^^
^^^Terima kasih.....^^^