
Kembali ke istana, kesadaran Neville sudah sepenuhnya kembali. Sekarang ia sedang menunggu keputusan Astru terhadap dirinya. Akankah dia juga mendapat hukuman seperti Mariabelle atau dibebaskan?!
"Neville, sebelumnya aku sudah membuat perjanjian dengan Angel, maka sekarang kamu aku bebaskan. Namun dengan satu syarat!" kata Astru padanya.
"Terima kasih, Yang Mulia. Aku akan menerima syarat itu," jawab Neville.
"Kamu bebas dari hukuman. Tetapi kamu harus memilih, menjadi manusia sejati, meninggalkan keabadian, tinggal di dunia fana untuk bersama kekasihmu atau tetap menjadi Dark Angel dan tinggal selamanya di Obscur. Tidak boleh berkeliaran di dunia manusia," tanya Astru.
Beberapa saat Neville diam berpikir. Sementara Astru dengan sabar menunggu, memberinya waktu untuk memutuskan. Setelah yakin dengan keputusannya, Neville berkata, "Ayah dan ibu sudah sepenuhnya menjadi manusia. Selama puluhan tahun aku hidup tanpa mereka, selalu merindukan kasih sayang mereka, bagaimana mungkin setelah dapat berkumpul harus berpisah lagi!? Yang Mulia, aku sudah putuskan. Aku ingin hidup menjadi manusia. Aku ingin tetap berkumpul bersama Ayah, Ibu, Angel dan teman-teman di sana. Aku ingin tetap bersama mereka!"
Astru mengangguk memahami keputusan Neville yang berani. Ia sendiri bahkan tak seberani Neville dulu.
"Baiklah, jika itu keputusanmu. Cello akan menuntunmu ke jalan kabut. Tapi ingat, setelah melalui jalan itu kamu tidak akan bisa kembali. Kamu bukan bagian dari dunia ini lagi! Apa kamu yakin dengan keputusanmu?"
"Aku mengerti. Aku sangat yakin, Yang Mulia. Terima kasih atas kebaikan anda. Tapi sebelumnya, bolehkah aku pergi menemui nenek Mourice sebentar di Obscur?! Sekedar untuk berpamitan dengannya?" pinta Neville tanpa mengurangi rasa hormat.
"Silahkan! Cello akan menemani perjalananmu!" Astru mengabulkan.
"Terima kasih, Yang Mulia!" ucap Neville.
Dengan begitu pertemuan pun berakhir. Para malaikat mulai meninggalkan istana. Begitu juga Neville dan Cello yang langsung pergi ke Obscur.
Tidak banyak waktu yang dihabiskan di Obscur. Neville berpamitan kepada Mourice dan menceritakan maksud kepergiannya. Ia juga menceritakan keadaan orang tuanya yang hidup bahagia di dunia manusia. Mourice lega mendengarnya. Dia ikut bahagia karena akhirnya Neville bisa berkumpul kembali bersama orang tuanya. Meskipun ia harus hidup sendirian sekarang. Lama Mourice memeluk Neville sebelum ia melepaskan Neville yang telah ia anggap seperti cucunya pergi untuk selamanya.
Setelah meninggalkan Obscur, Cello menuntun Neville menuju ke tempat tujuan terakhirnya. Jalan kabut yang dimaksud Astru berada di ujung Lumina. Tempatnya tersembunyi di atas lembah berkabut tebal. Bagi para malaikat yang tak pernah kemari pasti akan kesulitan mencari jalan kabut itu. Berbeda dengan Cello karena ini merupakan bagian dari tugasnya.
Akhirnya keduanya sampai di gerbang lembah tertinggi. Hanya sebuah gerbang berdiri kokoh tanpa dinding maupun tembok. Kabut-kabut putih masih nampak menyelimuti gerbang.
"Berjalanlah masuk ke gerbang itu! Ia akan membawamu pulang. Ingat, saat kamu melewati gerbang, teruslah berjalan ke depan dan jangan melihat ke belakang," pesan Cello pada Neville.
Neville mengangguk mengerti.
"Pergilah!" ujar Cello.
Neville mulai melangkah, berjalan masuk ke dalam gerbang. Kabut perlahan melahapnya hingga menghilang dari pandangan Cello.
Seperti pesan Cello, terus berjalan ke depan dan jangan melihat ke belakang, demikianlah yang dilakukan Neville. Walau dia tidak tahu ke mana arah tujuannya karena ketika dia berjalan masuk melewati gerbang, sekelilingnya langsung menjadi gelap gulita tiada berujung. Ia hanya bisa merasakan ada sesuatu yang halus bergerak turun dari punggungnya. Sayap hitamnya, bulu-bulunya yang terus berguguran, helai demi helai jatuh dengan halus. Neville merasa bahwa tubuhnya lebih ringan daripada sebelumnya. Saat tengah berjalan dalam kegelapan itu tiba-tiba saja ia menabrak sesuatu di depan.
Sesuatu yang besar dan datar di depan menghalangi jalannya. Tiba-tiba ia merasa nafasnya sesak, ruang sekitarnya menjadi sempit, lantas ia pun memukul-mukul benda datar yang menghalangi jalannya itu. Tiba-tiba pintu terbuka dan brugh.... Ia terjatuh keluar dari dalam lemari pakaian. Ia memperhatikan sekelilingnya dengan baik-baik, ternyata sekarang dia berada di dalam kamar tidurnya sendiri. Neville baru menyadari kalau ia baru saja keluar dari dalam lemari pakaian sempit miliknya. Neville menyunggingkan senyum bahagia.
Kebetulan Michelle ada di rumah. Ia mendengar suara berisik dari dalam kamar Neville. Dan segera menuju ke sana untuk melihat apa yang terjadi. Neville yang kegirangan langsung memeluk erat Michelle sambil melompat seperti anak kecil.
...🍁🍁🍁...
Angel menatap Lei dengan penuh arti seusai Lei menceritakan bagian terakhirnya.
"Jadi... Maria dibuang ke dunia manusia?" tanya Angel.
"Iya. Di sebuah hutan belantara yang sangat jauh dari sini. Dia tidak akan mengganggu kita lagi. Dia sekarang tidak lebih dari seekor rubah biasa," jawab Lei.
Angel terdiam. Tidak terbayang bahwa Maria mendapat hukuman seperti itu. Entah bagaimana nasibnya kelak. Lei memperhatikan Angel yang terdiam. Kemudian menyadarkannya.
"Angel, kenapa diam saja?"
"Ah, tidak apa-apa. Aku senang kamu kembali," ucap Angel sambil tersenyum.
"Semua berkat dirimu. Aku bisa berkumpul bersama keluargaku, bertemu teman baru di sekolah, dan menjadi pribadi yang baru. Semua karena dirimu, Angel! Aku sangat beruntung bertemu denganmu. Terima kasih untuk semuanya. Kamu bahkan membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Angel, aku mencintaimu!" kata Lei dengan sungguh-sungguh.
Angel tersenyum bahagia. Untuk pertama kalinya ia mendengar Lei mengatakan cinta padanya. Dengan hati berbunga-bunga Angel langsung memeluknya dan membalas kalimatnya yang terakhir.
"Aku juga mencintaimu!"
Saat itu juga sebuah ciuman dari Lei mendarat tepat di bibir Angel. Ciuman pertama yang membuat jantung mereka berdegup kencang.
...🍁🍁🍁...
Seekor burung merpati hinggap di luar jendela kamar Angel. Merpati itu mematuk-matukkan paruhnya ke kaca jendela berusaha membangunkan Angel yang masih terlelap dalam tidur. Tidak lama datang seorang malaikat yang menangkap merpati itu dan melepaskan kertas yang terikat di kakinya.
"Sudah tidak perlu lagi. Terima kasih sudah susah payah mengantar surat ini. Sekarang Angel tidak membutuhkannya lagi. Sekarang terbanglah!" kata Louis sambil melepas merpati itu terbang ke udara. Perhatiannya lalu beralih ke dalam kamar di mana Angel tertidur. Menatap gadis itu beberapa saat sebelum kemudian menghilang.
^^^bersambung...^^^