My Boyfriend Is A Devil

My Boyfriend Is A Devil
#73 Hukuman



"Yang Mulia menyuruhku ke istana?" tanya Louis merasa aneh.


"Benar," jawab Cello.


Louis pun mengikuti Cello untuk pergi ke istana. Di dalam istana semua sudah menunggu. Louis sama sekali tidak tahu kalau Mariabelle telah berhasil ditangkap. Louis langsung menghadap Astru.


"Hormat, Yang Mulia. Ada apa Yang Mulia memanggilku kemari?" tanya Louis sembari memberi hormat.


"Aku ingin mendengar penjelasanmu," kata Astru. "Sekarang, Mary, ceritakan tentang apa yang kamu katakan barusan," suruh Astru kepada Mariabelle.


"Baik, Yang Mulia. Kejadian ini bermula ketika aku dan Anne pergi ke dunia manusia untuk menangkap Neville. Louis yang merupakan orang kepercayaan Anne, diam-diam membuntuti kami ke dunia manusia." Mariabelle baru memulai cerita. Annabelle langsung menatapnya begitu juga Louis yang menatap Mariabelle dengan raut wajah tak percaya. Louis hendak membuka suara namun Astru mengangkat tangannya mengisyaratkannya untuk diam.


"Teruskan!" suruh Astru.


"Saat itulah Louis melihat sosok gadis manusia yang langsung membuatnya jatuh hati. Louis bahkan menyamar menjadi manusia untuk mendekati gadis itu. Namun gadis itu selalu bersama Neville. Sehingga dia tidak memiliki banyak kesempatan untuk mendekatinya. Dan hari itu, Louis datang menemuiku dan berbicara padaku. Dia memintaku untuk melakukan perbuatan jahat kepada gadis itu supaya dia bisa menolongnya sehingga dia juga memiliki kesempatan untuk mendekati gadis itu. Padahal aku sudah memperingatkannya kalau yang dia lakukan ini salah," jelas Mariabelle.


"Lalu, kenapa kamu mau membantunya kalau kamu tahu itu salah?" tanya Astru.


"Seperti yang aku katakan tadi, aku termakan hasutannya, Yang Mulia. Karena, jujur, aku juga memiliki perasaan kepada Neville. Aku tahu dark angel dan white angel tidak boleh bersama, tetapi karena Louis juga yang mengatakan akan merahasiakan hal ini dan mendesakku untuk 'mengejar' Neville, jadi akhirnya akupun menurutinya dan membantunya melakukan semua kejahatan ini," jawab Mariabelle dengan raut wajah tak berdaya layaknya seorang korban.


"Bohong, Yang Mulia! Semua yang dikatakannya tidak benar. Aku tidak pernah menyuruhnya melakukan apapun seperti yang dia ceritakan itu. Jangankan menyuruhnya melakukan sesuatu, bertemu atau bicara dengannya saja tidak pernah," sahut Louis yang sudah tidak sabar karena merasa difitnah.


"Kau yang berbohong, Louis! Apa kau lupa tentang pembicaraan kita waktu itu? Bahkan aku sering melihatmu diam-diam keluar masuk dari rumah gadis itu. Jika bukan karena aku menegurmu, entah apa yang akan kau lakukan pada gadis itu. Apalagi bukan hanya sekali itu saja aku melihatmu diam-diam keluar masuk dari rumah gadis itu," balas Mariabelle.


"Hentikan semua omong kosongmu! Kamu benar-benar licik!" ucap Louis yang merasa geram. Sementara para petinggi dan malaikat lainnya hanya diam mengamati.


"Sekarang, Louis, aku ingin mendengar ceritamu," kata Astru.


"Baik, Yang Mulia!" jawab Louis. "Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku memang menyukai Angel..."


"Nah, Yang Mulia, dengar sendiri kan? Benar kan yang aku katakan tidak bohong!" potong Mariabelle. Olivie pun nampak terkejut mendengarnya.


"Diam! Louis, teruskan!" sahut Astru.


"Selama ini aku mendekatinya secara alami untuk melindungi dirinya dari ancaman bahaya yang datang dari seseorang. Terkadang aku memang keluar masuk ke rumahnya hanya untuk memastikan dirinya aman. Aku sama sekali tidak memiliki niat jahat selain itu. Mengenai perasaanku kepadanya, seharusnya ini menjadi masalah privasi. Namun akan aku katakan semuanya untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah," jelas Louis.


"Aku tahu aturan tentang manusia dan malaikat yang tidak boleh menjalin hubungan. Jadi, aku tidak pernah mengatakan perasaanku ini. Aku menyimpannya sendiri. Mengenai aku yang membuntuti nona Anne dan nona Mary saat menjalankan tugas untuk menangkap Neville itu sama sekali tidak benar. Aku tidak pernah membuntuti mereka. Kalaupun ada, nona Anne pasti mengetahuinya. Dan, untuk melindungi Angel dari ancaman bahaya itu sebenarnya merupakan tugas yang diberikan nona Anne kepadaku," tutur Louis.


"Benarkah begitu, Anne?" tanya Astru kepada Annabelle.


"Benar, Yang Mulia. Aku yang menyuruh Louis turun ke dunia manusia untuk melindungi Angel secara diam-diam," jawab Annabelle.


"Kenapa kamu melakukannya?" tanya Astru.


"Karena Mary. Aku takut Mary akan mencelakai gadis itu dan ternyata itu terjadi," jawab Annabelle.


"Diam! Bukan giliranmu berbicara," tegur Astru kepada Mariabelle. "Lanjutkan, Anne! Coba katakan atas dasar apa Mary ingin mencelakai Angel?"


"Mary menyukai Neville, Yang Mulia. Sedangkan Neville sepertinya menyukai Angel. Mary bahkan memberikan ramuan cinta kepada Neville supaya Neville menyukainya. Tidak hanya Angel yang menjadi incaran Mary. Bahkan orang-orang terdekat Neville pun menjadi korban atas tindakan egois Mary," jawab Annabelle.


"Jadi, penyebab masalahnya adalah perasaan. Cinta yang bertepuk sebelah tangan?" ujar Astru.


"Semuanya yang dikatakan oleh Mary tadi juga tidak benar, Yang Mulia. Louis sama sekali tidak pernah membuntuti kami saat bertugas. Selebihnya, apa yang telah dia perbuat, bukankah Yang Mulia juga sudah mengetahuinya?" kata Annabelle.


"Anne! Kau bukannya membelaku malah ikut-ikutan menuduhku," protes Mariabelle.


"Cukup!" hardik Astru.


"Yang Mulia...," ucap Mariabelle.


"Tidak perlu bicara lagi! Kamu ingin membohongi siapa, Mary? Tidak perlu mengatakan kebohongan lainnya lagi, aku juga sudah tahu semuanya," kata Astru.


"Yang Mulia... Aku... aku tidak punya pilihan. Aku terpaksa melakukannya," ucap Mariabelle masih berusaha membela diri.


"Deborah!" Astru memanggil salah satu malaikatnya.


"Siap, Yang Mulia!" jawab Deborah. Tanpa perlu diberitahu, Deborah sudah tahu apa yang harus ia lakukan.


"Yang Mulia, tolong, ampuni aku!" mohon Mariabelle.


"Apa kamu punya kata-kata terakhir untuk disampaikan?" tanya Deborah.


"Tidak! Kau tidak bisa melakukan ini padaku!" seru Mariabelle. Diam-diam dia mengumpulkan kekuatan di tangannya dan segera menyerang Deborah. Namun Deborah lebih cepat.


Dia mengayunkan tongkat sihirnya kearah Mariabelle, seketika itu juga tubuh Mariabelle pun berangsur-angsur menyusut hingga akhirnya berubah bentuk menjadi seekor rubah berbulu putih yang tak berdaya.


"Ini adalah hukuman untukmu. Kamu harus merasakan bagaimana rasanya tinggal di luar sebagai mahkluk lemah yang tanpa kekuatan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu, kamu akan menjadi manusia ketika ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus," tutur Astru.


"Sekarang, Deborah, buang dia ke hutan belantara yang dingin dan beku," titah Astru.


"Baik, Yang Mulia!" jawab Deborah.


Dengan sigap Deborah membawa Mariabelle si rubah putih itu pergi meninggalkan istana di dunia malaikat. Deborah membawa Mariabelle ke dunia manusia. Kemudian dia ditinggalkan di sebuah hutan belantara yang dipenuhi salju putih yang dingin, jauh dari perkotaan. Sekarang Mariabelle harus berjuang hidup sendiri sebagai seekor rubah biasa.



To be continued...