
Batu kristal itu jatuh ke atas permukaan tanah kemudian mengeluarkan guratan kilat yang langsung menerobos terbang ke atas langit. Langit yang terkena guratan kilat perlahan retak seperti kaca. Begitu juga dengan ranting berduri yang melilit dengan kuat di tubuh ketiga remaja itu pun ikut melemah. Merasa lilitan ranting yang mulai melemah, Lucy pun berusaha melepaskan ranting-ranting itu dari tubuhnya. Kemudian ia berlari menghampiri Angel yang sudah pingsan.
"Apa... Apa yang terjadi?" tanya Maria melihat dimensi ciptaannya yang dia sebut surga mulai hancur.
Retakan di langit mulai menyebar kemudian lambat laun pecah seketika. Padang bunga tadi lenyap tak bersisa berubah kembali menjadi danau yang semula mereka datangi.
Lei masih terikat lemah dengan kekuatan benang yang tidak berkurang sama sekali. Belum sempat Maria menemukan jawaban dari kehancuran surga yang ia bangun, tiba-tiba dari langit datang pasukan malaikat. Maria baru hendak melarikan diri, namun Jeremy berhasil menahan tangannya.
"Lepaskan!" Maria memberontak.
Beruntung pasukan malaikat datang dengan cepat dan berhasil mengepungnya. Annabelle juga datang dan langsung mengikat tangan Maria dengan belenggu perak.
"Kamu melakukan kesalahan besar, Mary!" ucap Annabelle dengan sangat tenang.
"Anne, tolong aku...," lirih Maria.
"Terlambat!" sahut Annabelle dingin.
Astru datang belakangan bersama dua pengawal handal yang siap menggiring Maria pulang kembali ke Lumina.
"Yang Mulia!" seru Maria kaget tak bisa berkata apa-apa.
"Kamu membuatku kecewa, Mary!" kata Astru singkat.
Dia tidak bicara lagi setelah itu, malah langsung menyuruh pengawal handalnya membawa Maria pergi. Diikuti dengan puluhan pasukan lainnya yang ikut berjaga-jaga.
Astru kini tinggal menepati janjinya. Dia berjalan ke tempat Lucy yang menangis di samping Angel yang pingsan dengan tubuh berlumuran darah. Dia tidak tahan dengan situasi ini. Dan beralih ke tempat lain. Ia memanggil Jeremy. Mereka berbicara sebentar. Lalu, ia melihat Lei yang masih terikat lemah dan memerintahkan pengawal yang lain untuk membawanya serta ke Lumina. Setelah itu, dia menyuruh Annabelle untuk tinggal agar dapat merawat luka Angel dan juga Lucy hingga sembuh.
"Baik, Yang Mulia! Akan aku laksanakan!" Annabelle menyanggupi.
"Satu lagi, aku titip cermin ini padamu. Berikan saat dia siuman nanti. Sampaikan padanya bahwa kekuatan istimewa cermin ini sudah ku cabut, cermin ini sekarang tidak ada bedanya dengan cermin biasa," pesan Astru kepada Annabelle.
"Baik, Yang Mulia! Tapi, bukankah Yang Mulia juga berjanji akan membebaskan Neville? Mengapa Yang Mulia membawanya ke Lumina?" tanya Annabelle.
"Aku perlu membuat keputusan dengannya," jawab Astru sambil berlalu. Sampai di tengah jalan dia melanjutkan kata-katanya. "Aku akan kembalikan dia, setelah urusanku dengannya selesai."
Setelah berkata demikian Astru pergi bersama seluruh pasukannya untuk kembali ke Lumina. Tinggal Annabelle seorang diri yang berdiri tertegun. Tak ingin menyia-nyiakan waktu dia segera berubah menjadi Anne yang biasa teman manusianya kenal dan menghampiri tempat Angel berada. Anne memeriksa denyut nadinya.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Lucy cemas.
"Tidak apa-apa. Dia hanya pingsan. Aku akan merawatnya! Kamu juga terluka," jawab Anne sambil melihat kondisi Lucy.
"Ini hanya luka kecil. Yang penting Angel secepatnya sadar," sahut Lucy.
"Jeremy," panggil Anne.
"Ya?"
"Untuk sementara kita ke rumahmu dulu. Setelah membersihkan luka dan mengobati Angel dan Lucy, baru kita bawa mereka pulang. Tidak masalah, kan?!" tanya Anne. Dia tak bisa bayangkan bila membawa Angel pulang dengan kondisi seperti ini.
"Tidak. Lebih baik seperti itu. Orang tua mereka juga pasti akan terkejut jika melihat kondisi mereka seperti ini," jawab Jeremy sambil menatap Lucy.
Setelah Anne dan Angel berada di dalam mobil, Lucy tiba-tiba memanggil Jeremy.
"Benarkah kamu akan pergi?" tanya Lucy dengan raut sedih.
Jeremy menggeleng, dia menatap Lucy dalam-dalam sembari berkata, "Tidak, sampai lulus sekolah nanti. Bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja! Tidak perlu cemas," jawab Lucy dengan tenang.
Kemudian Jeremy merangkul Lucy menuju ke mobilnya. Lucy pun bisa sedikit lega karena Jeremy tetap tinggal bersamanya.
...🍁🍁🍁...
Tiga hari kemudian...
Suara ketukan terdengar dari jendela kamar yang terkunci. Angel masih tertidur dengan pulas sehingga tidak menyadari suara ketukan itu. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu kondisi Angel memang sudah kembali baik. Hanya saja dia merasa kecewa karena tidak ada yang mau memberitahunya di mana Lei berada. Dan menganggap Astru telah menipunya. Apalagi cermin hexagram miliknya sudah tidak berguna lagi. Dia pun tambah putus asa.
Pengetuk jendela yang tak lain ialah Annabelle, masih menunggu di luar jendela. Karena Angel tak kunjung bangun, dia pun mulai kehilangan kesabaran. Dengan segera dia menerobos masuk. Disibaknya selimut yang menutupi tubuh Angel lalu mengguncang-guncangkan tubuhnya sampai ia bangun. Angel yang masih ngantuk nampak enggan untuk membuka mata walau ia sudah dalam posisi duduk. Lagi-lagi Annabelle mengguncang tubuh Angel. Kali ini sambil menggerutu.
"Angel, bangun! Ini sudah siang, kamu lupa punya janji hari ini!?"
Angel baru memaksakan membuka matanya. Sambil menatap Annabelle dengan sebal.
"Janji? Seingatku aku tidak punya janji dengan siapapun hari ini. Lagipula ini kan hari libur jadi biarkan aku tidur lebih lama lagi," katanya lalu menjatuhkan diri kembali ke atas tempat tidur.
"Anak ini... malah tidur lagi. Ayo, bangun! Kalau tidak segera bangun nanti kamu bisa terlambat!" kata Annabelle sambil kembali mengguncang tubuh Angel.
"Aku tidak berencana kemana-mana hari ini," jawab Angel sambil menarik selimutnya menutupi kepala.
"Iih... Angel, kalau kamu tidak bangun juga nanti kamu akan menyesal! Dan jangan salahkan aku ya tidak memberitahumu!" kata Annabelle dengan nada mengancam.
Seketika Angel melonjak bangun.
"Memberitahu apa?" tanyanya pada Annabelle.
"Aku beritahu, ya! Seseorang menunggumu jam 10 pagi ini di pantai. Kalau kamu tidak segera bangun dan bersiap kamu akan terlambat!" jawab Annabelle dengan pasti.
"Siapa?" tanya Angel penasaran.
"Nanti kamu akan tahu sendiri. Sudah cepat bangun dan siap-siap! Kamu tidak mau menyesal, kan?!" goda Annabelle.
Angel masih duduk terbengong memikirkan siapa yang hendak menemuinya di pantai nanti.
"Hei, masih melamun saja! Cepat bergerak!" desak Annabelle karena Angel tak juga beranjak.
"Iya... Iya...," kata Angel dan segera bangun untuk bersiap-siap.
Setengah jam kemudian Angel turun dari kamar. Dia sudah siap dan rapi. Di dapur ada Gracia dan Annabelle yang sudah berubah menjadi Anne sedang asyik mengobrol. Angel berjalan ke sana lalu duduk di kursi makan. Mencomot sepotong sandwich yang sudah disiapkan di meja makan.
^^^To be continued...^^^