My Boyfriend Is A Devil

My Boyfriend Is A Devil
39# Kedatangan Louis di Rumah Angel



Dengan kedua tangan penuh kantong belanjaan, Angel memasuki teras rumah. Dijatuhkannya kantong-kantong tersebut ke samping pintu. Sedangkan ia merogoh tas kecilnya mencari kunci rumah. Setelah kunci yang ia cari ketemu ia lalu membuka pintu. Pintu dibiarkan terbuka lebar, Angel kembali memungut semua kantong belanjaannya untuk dibawa masuk. Saat itu seseorang tiba-tiba muncul dibelakangnya yang lalu menawarkan bantuan.


"Mari, kubantu!" katanya yang langsung saja memungut beberapa kantong belanjaan yang masih tergeletak di lantai.


Angel diam sekejap menatap sosok orang tersebut. Dan tak menyangka temannya yang satu ini muncul di rumahnya setelah beberapa hari tak terlihat.


"Louis!" seru Angel girang.


"Hai ...," balas Louis yang telah siap dengan semua kantong di tangannya untuk dibawa ke dalam rumah.


Tak ingin berlama-lama Angel segera masuk ke dalam rumah diikuti Louis. Ia lalu meletakkan semua belanjaan di atas meja makan. Louis pun ikut meletakannya di sana.


"Terima kasih!" ucap Angel pada Louis karena telah membantunya.


"You're welcome!" balasnya.


"Kamu bisa tunggu di depan dulu sementara aku membuatkan minuman untukmu," perintah Angel.


"Oke! Kuharap tidak merepotkanmu," ucap Louis sembari mengedipkan sebelah matanya sebelum kemudian pergi.


"Tentu saja tidak," balas Angel sambil tersenyum.


Angel pun mulai membuat dua cangkir coklat hangat. Kemudian mengeluarkan sebungkus cookies yang ia beli tadi dan menaruhnya ke dalam toples kaca. Setelah selesai semuanya ia mengambil nampan di rak piring. Lalu meletakkan kedua cangkir coklat beserta setoples cookies dan membawanya ke depan untuk Louis.


Louis duduk dengan tenang di sofa ruang tamu. Angel segera menyodorkan secangkir coklat dan cookies padanya.


"Silahkan!" ucap Angel.


"Thanks!" balas Louis. Kemudian menyesap coklat yang hangat itu. Dan mengambil sebuah cookies.


"Jadi, bagaimana kabarmu? Mengapa tidak mengajak Anne kemari?" tanya Angel memulai obrolan.


"Kabarku yah ... seperti yang kamu lihat. Anne sedang sibuk jadi dia tak bisa ikut kemari bersamaku. Bagaimana dengan punggungmu? Sudah tidak ada masalah, kan?" tanya Louis.


"Tidak. Punggungku sudah sembuh total. Anne memang hebat, aku sangat salut padanya. Dia bisa menyembuhkan lukaku hanya dalam waktu semalam. Padahal kata Michelle itu hal yang mustahil dapat dilakukan manusia," jawab Angel kagum.


Louis tertawa mendengar perkataan Angel. Bagi manusia itu memang hal yang mustahil. Namun ia bersikap seolah itu sesuatu yang biasa.


"Oh ya, kamu datang dengan apa? Aku tak melihat mobilmu di luar," tanya Angel setelah melongo keluar rumah tak melihat ada mobil terparkir.


"Aku kemari dengan bus. Ada sedikit masalah dengan mobilku jadi masih ada di bengkel," jawab Louis mengarang cerita.


"Oh ...."


"Em ... Sebenarnya aku berencana mengajakmu ke luar. Ya, jalan-jalan, pergi makan, begitu. Apa kamu ada waktu?" tanya Luois dengan gugup.


"Sekarang ya?" Angel bertanya balik. Dan dibalas dengan anggukan oleh Louis.


"Sorry, hari ini aku tidak bisa. Aku ada janji dinner dengan Ibu Michelle. Dia akan menjemputku jam 5 sore nanti," jelas Angel pelan.


"Oh, tidak apa-apa, mungkin lain kali saja," kata Louis. Meskipun sedikit kecewa tapi ia menyembunyikan perasaan itu.


"Tumben sekali Ibu Michelle mengajakmu makan malam. Dalam rangka apa?" tanya Louis penasaran.


"Ya ... untuk merayakan kedatangan Pierre, suami Ibu Michelle. Kamu tahu, sekarang mereka bisa berkumpul sebagai sebuah keluarga yang utuh, setelah sebelumnya berpisah sekian lama. Aku melihat kebahagiaan yang sangat jelas di raut wajah keduanya ketika mereka kembali bertemu," jelas Angel sembari menerawang.


"Ibu Michelle dan ... Pierre bertemu?" tanya Louis memastikan. Dahinya mengerut dan wajahnya berubah.


Sebelumnya Annabelle sudah menceritakan semuanya pada Louis. Perihal sosok sebenarnya Michelle dan hubungannya dengan Pierre. Dia juga memberitahukan berita kaburnya Pierre dari Penjara Kegelapan.


Umpamanya hubungan dua malaikat akan terputus apabila salah satunya berubah menjadi manusia sejati. Itu berarti segala sesuatu (perkara, hukuman, keluarga, harta benda, kedudukan, dll ) yang ada di dunia malaikat tidak ada kaitannya lagi dengan manusia baru itu. Dan manusia baru itu pun tidak bisa lagi kembali ke dunia asalnya sebelumnya. Dia akan selamanya menjadi manusia. Dengan proses penuaan yang lambat. Meski memiliki umur lebih panjang daripada manusia lainnya tetapi pada waktunya tetap akan meninggal.


Lama sekali Louis terdiam dengan pikirannya sendiri. Melihat Louis yang seperti melamun Angel kemudian memanggilnya.


"Louis?! Kenapa diam saja?"


Panggilan Angel membuatnya tersadar. Dengan gelagapan ia menjawab, "Ah, Eh, tidak, tidak!"


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Angel yang menatapnya sambil mengerutkan dahi.


"Tidak ada," jawab Louis.


Merasa salah tingkah ditambah Angel yang menatapnya begitu ia pun berinisiatif mengambil cangkir coklatnya dan meminumnya hingga sisa separuh. Kemudian meletakkan kembali cangkir itu ke meja.


"Sudah agak dingin," komentar Louis berbasa-basi.


"Mau aku buatkan lagi?" Angel menawarkan.


"Tidak, trims!" tolak Louis. Kemudian menghabiskan sisa coklatnya.


Dari luar sana nampak seseorang datang dan masuk ke dalam rumah.


"Hai ... Ada tamu rupanya!" sapa Lucy begitu masuk. Diletakkannya tas yang nampak penuh ke atas sofa dan ia pun duduk.


"Kamu lupa ya ini Louis!" Angel mengingatkan bahwa ia pernah mengenalkannya pada Lucy.


"Oh. Hai ... Lama tidak bertemu!" sapa Lucy pada Louis.


"Ya! Agak sibuk akhir-akhir ini," balas Louis.


"Kamu datang lebih awal, Lus!" ujar Angel begitu melihat jam dinding yang baru menunjukkan pukul 14.25.


"Ya, aku pulang cepat hari ini," jawab Lucy yang lalu mengambil tasnya dan berjalan masuk ke dalam meninggalkan Angel dan Louis di ruang tamu.


"ANGEL, KAMU BELANJA BANYAK SEKALI!" teriak Lucy dari dalam. Melihat kantong belanjaan yang masih berantakan di atas meja makan.


"Persediaan beberapa minggu," balas Angel setengah berteriak.


"Angel, aku pulang dulu, ya!" pamit Louis bangkit berdiri.


Angel juga ikut berdiri. "Cepat sekali!"


"Iya. Kamu kan masih harus membereskan belanjaanmu yang segunung itu! Dan juga harus bersiap untuk acaramu," ejek Louis sambil tertawa.


Sambil ikut tertawa Angel berkata, "Lucy akan membantu!"


"Baguslah."


"Aku sungguh minta maaf tidak bisa menerima ajakanmu," kata Angel.


"Tidak apa-apa. Lain kali masih bisa. Jangan dipikirkan! Aku pergi dulu! Selamat bersenang-senang!" ucap Louis sebelum beranjak pergi.


"Hati-hati!" balas Angel.


Louis membalasnya dengan lambaian tangan. Terus akhirnya menghilang di sisi jalan. Angel pun menutup pintu dan membereskan cangkir kotor di meja dan membawanya ke dapur.