My Boyfriend Is A Devil

My Boyfriend Is A Devil
33# Annabelle Kembali Ke Lumina




Annabelle tiba di Lumina. Dia langsung menuju ke istana Astru yang megah. Astru sedang duduk di singgasananya. Ternyata kedatangannya sudah ditunggu.


"Selamat datang, Anne! Akhirnya engkau tiba juga!" sapa Astru dengan senyum hangat.


Annabelle memberi hormat kemudian ia berkata, "Yang Mulia, sudah tahu aku akan datang?"


"Apa yang ingin kau sampaikan, Anne?" tanya Astru yang tahu maksud kedatangan Annabelle.


"Maaf, aku bukannya bersikap lancang. Menurutku perbuatan Mary kali ini sudah sangat kelewatan. Apa Yang Mulia tetap akan membiarkannya?" tanya Annabelle.


"Aku sudah tahu, Anne. Aku tahu harus mengambil keputusan!" jawab Astru.


"Apapun keputusan Yang Mulia, aku akan terima. Meskipun Mary saudariku tapi aku tidak bisa membiarkan orang lain celaka karena perbuatannya," jelas Annabelle.


"Aku menghargaimu, Anne. Engkau malaikat yang berhati lurus. Tapi belum .... Bersabarlah sedikit dengan Mary. Aku masih memberinya kesempatan terakhir. Jika dia kembali berbuat ulah maka aku akan segera bertindak," jawab Astru dengan bijak.


"Kesempatan terakhir? Apakah karena dia salah satu malaikat penting jadi sangat berat bagi Yang Mulia untuk menghukumnya?" tebak Annabelle.


"Tidak. Begini Anne, ada masalah lain yang harus diselesaikan dahulu. Kemarin ada seorang tahanan kabur dari penjara kegelapan. Dia berhasil mengelabui Lybana," terang Astru kemudian.


"Bagaimana mungkin? Bagaimana dia bisa terlepas dari siksaan batin Lybana?" tanya Annabelle heran.


"Aku juga tidak tahu. Tahanan itu sudah ratusan tahun terkurung di sana. Entah bagaimana caranya dia bisa bertahan dengan penyiksaan dari Lybana," jawab Astru.


"Jadi, bagaimana sekarang, Yang Mulia? Apakah perlu aku turun tangan untuk mencarinya?" tanya Annabelle.


"Tidak perlu. Saat ini pengawal sedang mencarinya di seluruh Lumina. Beberapa juga sedang berjaga-jaga di Obscur dan Virtua. Sementara Inger tetap mengawasi dari dunia fana," jawab Astru.


"Maaf, Yang Mulia, kalau aku boleh tahu ... siapakah tahanan yang kabur itu? Apakah dia melakukan pelanggaran yang berat? Sehingga dihukum begitu lama di penjara kegelapan," tanya Annabelle lagi.


"Tahanan itu bernama lengkap Lacrosea A Demonia Pierre, Dark Angel dari Obscur. Dia dihukum karena menjalin hubungan terlarang dengan salah satu saudara kita White Angel. Sebenarnya keluarga dari saudara kitalah yang menghendaki agar Dark Angel itu diberi hukuman berat. Karena Pierre telah membawa kekasihnya itu kabur dan tinggal di Vortua. Sayangnya mereka berhasil ditangkap saat kembali ke Obscur," terang Astru pada Annabelle.


"Wah .... Selama ratusan tahun, aku belum pernah mendengar cerita ini. Lantas siapa White Angel itu? Apa dia masih tinggal di Lumina?" tanya Annabelle semakin penasaran.


"Dia sudah pergi dan selamanya tidak akan pernah kembali ke Lumina. Saat pengawal membawanya ke Lumina, dia berhasil melarikan diri dan masuk ke hutan terlarang. Di sana dia menceburkan diri ke dalam Danau Tanpa Dasar. Dia tidak akan pernah kembali. Wanita malang itu adalah Domorla Verenoa El Michelle," jawab Astru.


"Domorla Verenoa El Michelle ...," gumam Annabelle sembari mengerutkan dahi. Mendengar nama itu ada seseorang yang muncul di pikirannya meskipun Annabelle sangat tidak yakin.


"Ada apa, Anne?" tanya Astru.


"Oh, tidak ada. Em, aku hanya bisa menyerahkan semuanya kepada anda, Yang Mulia! Bagaimanapun keputusan ada di tangan Yang Mulia. Aku rasa tidak ada hal yang ingin aku sampaikan lagi. Jadi, sebaiknya aku mohon diri," ujar Annabelle sambil menunduk pelan.


"Silahkan!" balas Astru.


'Yang Mulia pasti tidak keberatan jika aku sampai di sini,' gumam Annabelle begitu ia menginjakkan kaki di wilayah Obscur.


Suasana di Obscur tidak berbeda jauh dengan di Lumina. Meskipun bukan kali pertama Annabelle ke sana. Tetapi kali ini agak berbeda dengan sosok-sosok pengawal berjubah yang mondar-mandir di jalanan Obscur. Serta yang berdiri di pintu gerbang. Tentu mereka di sini atas perintah Astru untuk berjaga-jaga kalau Pierre kembali ke sini.


Annabelle berjalan sambil melirik ke kanan-kiri. Beberapa Dark Angel yang berpapasan dengannya menatapnya dengan aneh. Dia tahu ia tidak akan bisa menemukan apa yang ia cari jika ia tetap berada di sini dengan sayapnya yang menyilaukan. Ia pun berjalan ke pojokan yang sepi dan merubah penampilannya. Kini ia memakai jubah hitam panjang dengan penutup kepala.


Annabelle kembali ke sisi jalan. Dan saat bertemu dengan seorang pemuda di jalan yang sama ia berinisiatif untuk bertanya padanya.


"Maaf, boleh tanya sebentar?" tanya Annabelle ramah.


"Ada apa, ya? " tanya si pemuda dengan pandangan asing pada Annabelle.


"Apa anda kenal dengan seorang yang bernama Pierre?! Lacrosea A Demonia Pierre?" tanya Annabelle mengulanginya dengan nama lengkap Pierre.


Pemuda itu kembali menatapnya sambil tersenyum sungging. Baru setelah itu berkata, "Siapa yang tidak kenal? Aku rasa semua orang mencarinya sekarang. Terutama para makhluk suci itu."


Pandangan pemuda itu mengarah pada seorang White Angel yang kebetulan lewat. Annabelle hanya melihatnya sekilas. Dan kembali bertanya,


"Bisa tolong antar aku ke kediamannya?"


"Ada urusan apa anda dengannya? Anda tahu kan dia tidak mungkin berada di sini?" ujar si pemuda.


"Aku tidak perlu bertemu dengannya. Mungkin ada saudaranya yang bisa aku temui?" balas Annabelle. Sepertinya dia harus melakukan sesuatu agar pemuda itu tidak terus bertanya.


Dia lalu mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya. Dan membuat penawaran dengan pemuda itu.


"Begini saja .... Semua isi di kantong ini akan aku berikan padamu jika kamu bersedia mengantarku sampai di kediaman Pierre," kata Annabelle sambil menunjukkan isi kantongnya.


Pemuda itu pun langsung menyetujui tawaran Annabelle setelah melihat isi dari kantong tersebut. Tanpa banyak bertanya ia pun mengantar Annabelle sampai di depan kediaman Pierre.


"Inilah istana Demonia Pierre. Sekarang istana ini hanya dihuni oleh seorang nenek bernama Mourice. Nenek Mourice adalah orang terdekat atau orang kepercayaan Pierre. Nona, tugasku sudah selesai. Kamu bisa masuk ke sana sendiri!" jelas si pemuda begitu tiba di depan gerbang istana Pierre.


"Terima kasih dan ini bagianmu ...," kata Annabelle sambil menyerahkan sekantong koin emas yang ia janjikan tadi.


"Senang membantu anda!" ucap si pemuda sebelum akhirnya pergi meninggalkan Annabelle.


Annabelle memperhatikan dengan kagum istana bergaya gothic tersebut. Meskipun letaknya agak terpencil namun tidak memudarkan keindahannya. Annabelle mendekati gerbang yang tertutup dan mulai mengetuk-ngetukkan cincin besi yang menempel pada pintu. Beberapa kali ketukan akhirnya pintu terbuka. Seorang wanita tua yang berusia sekitar 60an, berdiri dibalik pintu memperhatikan Annabelle dengan seksama. Annabelle menunjukkan senyum ramah dan rasa hormat dengan membungkuk kecil.


"Anda siapa ?" tanya Mourice heran.