My Boyfriend Is A Devil

My Boyfriend Is A Devil
68# Perjanjian



Esther dan Angel berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang kerja Astru, setelah mengetahui orang paling berkuasa di Lumina itu tidak berada di istana. Nampak dua pengawal sedang berjaga di depan pintu, itu berarti Astru ada di dalam. Kedua gadis itu langsung masuk ke dalam.


Esther berjalan agak ke depan menghadap Astru yang sedang berdiri di depan sebuah cermin antik. Angel menangkap pantulan dari cermin yang aneh. Namun langsung mengabaikannya dan berfokus pada tujuan kedatangannya.


"Maaf, Yang Mulia, sudah mengganggu waktu anda pagi-pagi begini. Nona Angel ingin berbicara dengan Yang Mulia!" jelas Esther sambil menunduk hormat.


"Oh... Sepertinya sesuatu yang penting. Tolong, tinggalkan kami berdua!" perintah Astru. Esther pun meninggalkan ruangan.


"Jadi, apa masalahmu, Nona?" tanya Astru dengan sikap wibawanya.


"Maaf, Yang Mulia, jika aku bersikap kurang sopan. Aku hanya ingin Yang Mulia mengembalikan cermin hexagram milikku," pinta Angel.


"Oh, cermin itu.... Bagaimana kalau aku tidak mau mengembalikannya padamu?! Lagipula sebelumnya itu adalah milikku," tanya Astru santai.


"A... Apa? Tapi, aku butuh cermin itu untuk pulang!" ujar Angel tak menyangka dengan ucapan Astru.


"Pulang?! Kenapa harus terburu-buru? Kamu jauh-jauh datang kemari, nikmatilah waktumu di sini!" kata Astru.


Angel menggelengkan kepala. Sambil ia berkata, "Tidak. Di sini bukan tempatku, bukan rumahku. Tidak seharusnya aku berada di sini terlalu lama. Niatku hanya untuk bertemu Louis dan melihat keadaannya saja, aku sama sekali tidak ingin berada di sini sampai selama ini!"


"Lalu?" tanya Astru.


"Ku mohon... biarkan aku pulang. Atau... Yang Mulia bisa meminjamkan cermin itu padaku dan akan ku kembalikan nantinya." Angel mengusulkan.


Astru malah menertawakannya.


Angel kembali berkata dengan cepat. "Aku bisa menitipkannya pada Louis saat dia mengunjungiku nanti."


Astru tetap tidak menjawab. Dia masih menahan tawa. Sampai sebuah suara dari cermin besar itu tiba-tiba memanggilnya. Ia langsung beranjak.


"YANG MULIA... YANG MULIA...."


Bayangan cermin itu berubah menjadi bayangan seseorang yang tidak jelas rupanya. Astru telah berdiri di depan cermin itu. Wajahnya berubah serius.


"Ada apa?" tanyanya.


"MAAF, YANG MULIA... KAMI KEHILANGAN JEJAK NONA MARIABELLE."


"Apa? Bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Astru kaget.


"KAMI SEMUA SUDAH MENCARINYA. JEJAK TERAKHIR KEBERADAANNYA ADALAH DI KEDIAMAN MICHELLE. SEBELUMNYA RIZZA MENDAPAT GAMBARAN AKTIFITASNYA SAAT MELAKUKAN PENYERANGAN TERHADAP NEVILLE." Jelas suara dari cermin. Angel terperanjat mendengar nama Neville disebut.


Setelahnya bayangan cermin berubah menjadi sebuah cuplikan kejadian yang meskipun samar masih dapat terlihat jelas. Di mana kejadian ketika Mariabelle melumpuhkan Neville dengan benang perak lalu membawanya pergi.


Angel terkejut saat ikut melihat cuplikan kejadian itu. Mata manusia tetap dapat melihat cuplikan samar itu dan memastikan pemuda yang tak berdaya itu Lei. Cuplikan kejadian dalam cermin pun menghilang kembali ke bayangan semula.


"Dia membawa Neville," gumam Astru.


"BENAR. NEVILLE IKUT HILANG BERSAMANYA. LALU, APA YANG HARUS KAMI LAKUKAN, YANG MULIA?" tanya suara itu.


"Tetap terus mencari dan tunggu kabar selanjutnya dariku!" jawab Astru.


"BAIK, YANG MULIA!" Bayangan cermin pun menghilang. Pantulan cermin kembali ke sedia kala.


Begitu Astru kembali ke tempat duduknya. Angel langsung melayangkan pertanyaan padanya.


"Yang Mulia, apa yang terjadi pada Neville?"


Astru terdiam. Ditatapnya wajah Angel. Ia menangkap kepanikan di wajah gadis itu. Astru pun mendapat sebuah gagasan. Dia akan membuat perjanjian dengan gadis itu. Semata-mata demi membantunya mencari dua malaikat yang hilang itu. Dia yakin Angel tak akan keberatan.


Astru tersenyum dan bertanya kepada Angel. "Kamu mau pulang? "


"Tentu saja aku ingin pulang. Tapi, apa yang terjadi dengan Neville? Tadi di cermin itu muncul gambar Neville yang terikat. Dan Maria membawanya pergi. Apa yang akan Maria lakukan padanya?" jawab Angel dengan cepat namun dan juga meminta penjelasan atas apa yang dilihatnya barusan.


"Kamu ingin pulang atau membahas soal kekasih iblismu itu?" tanya Astru. Dia tak peduli meski Angel sangat panik.


"Aku akan pulang setelah Yang Mulia menceritakan kejadian barusan padaku." Angel menegaskan.


"Apa iblis itu sangat penting bagimu? Aku sangat tidak mengerti, mengapa Mary juga tergila-gila padanya," kata Astru dengan nada menyindir.


"Sangat. Dia segalanya bagiku! Dan aku tekankan sekali lagi dia bukan iblis, dia memiliki nama. Yang sebenarnya iblis adalah Mary-nya Yang Mulia itu!" balas Angel dengan nada menyindir.


"Oh... Menarik. Mary-ku pasti punya alasan melakukannya. Aku akan bertanya padanya nanti setelah aku berhasil memenjarakan i... maksudku Neville itu," kata Astru mulai memancing emosi Angel.


"Tidak! Neville tidak bersalah. Maria-lah yang seharusnya dipenjara. Dia telah mencelakaiku. Dia juga terus menerorku. Dia bahkan mengancam akan membunuhku jika aku berani mendekati Neville. Pokoknya Neville tidak boleh dipenjara!" Dengan tegas Angel berkata membela Neville.


Tentu saja ini membuat Astru semakin senang. Dia pun mulai menjalankan rencananya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita buat sebuah perjanjian!?" tanya Astru menawarkan.


"Perjanjian apa?" Angel bertanya kembali.


"Bagaimana dengan Neville?" tanya Angel.


"Mau atau tidak?" balas Astru.


"Apa perjanjiannya?" tanya Angel.


"Mudah saja. Jika kamu berhasil menemukan keberadaan Mary dan i... Neville, aku akan membebaskan Neville dan cermin ini ku kembalikan padamu," kata Astru sambil menunjukkan cermin hexagram Angel.


"Tetapi, jika kamu gagal. Kamu tidak akan mendapatkan keduanya. Ku pastikan kamu pun tidak akan melihat kekasihmu itu lagi." Astru melanjutkan dengan nada mengancam.


"A... Aku pasti akan menemukan mereka. Aku janji!" ucap Angel cepat.


"Baik. Waktumu 24 jam!" kata Astru kemudian.


"Apa? Secepat itu?" seru Angel kaget dengan waktu yang sangat singkat yang diberikan Astru padanya.


Saat itu Annabelle menerobos masuk ke dalam ruangan dengan tergesa-gesa. Dia langsung kaget melihat Angel. Angel pun demikian.


"Angel!" seru Annabelle.


"Anne!" Angel langsung memeluknya erat. Seperti bertemu sahabat lama yang sudah lama menghilang.


"Mengapa kamu ada di sini? Semua orang mencarimu! Mamamu juga Michelle dan Lucy, mereka mencemaskanmu!" kata Annabelle.


"Benarkah? Mama juga tahu aku hilang?!" ucap Angel merasa bersalah.


Annabelle mengangguk. Keduanya seolah lupa di mana mereka berdiri sekarang.


"Ehem." Astru yang merasa diacuhkan berdehem.


Annabelle kembali tersadar dan segera menghadap Astru.


"Maaf, Yang Mulia. Aku terlalu panik. Semua tugas yang anda berikan telah selesai dengan baik," jelas Annabelle.


"Bagus. Kebetulan juga kamu datang. Sekarang aku ingin kamu mengantar Nona ini ke Mirror Way. Tunjukkan pintu keluar untuknya," perintah Astru pada Annabelle. Kemudian ia melanjutkan perkataannya pada Angel.


"Dan satu lagi, kamu tidak boleh meminta bantuan malaikat untuk tugas ini. Ingat! Jika ketahuan maka kamu gagal. Ini ambillah! Kalau kamu sudah berhasil menemukan mereka jatuhkan kristal ini ke tanah. Kristal ini akan mengirimkan sinyal kepadaku dan aku akan segera datang," katanya sambil memberikan sebuah batu kristal kepada Angel.


"Waktumu dimulai dari sekarang. Segera pergilah!" perintah Astru kemudian mengakhiri pertemuan.


Tanpa berkata-kata lagi Annabelle segera menarik Angel pergi dari sana. Meskipun dia sendiri tidak tahu tugas apa yang diberikan Astru kepada Angel. Namun Annabelle tentu tidak akan diam saja. Meski jalan mereka begitu tergesa-gesa. Annabelle masih coba membuat Angel bicara.


"Angel, katakan apa yang terjadi! Mengapa kamu bisa sampai di sini? Tugas apa yang diberikan Yang Mulia padamu?" tanyanya.


"Anne, ceritanya panjang. Aku tidak bisa menceritakan semuanya. Waktuku sangat sedikit," jawab Angel cepat.


"Ceritakan saja intinya," desak Annabelle.


Sembari berjalan dengan begitu cepat. Angel berusaha menceritakan semuanya pada Annabelle. Dengan cerita yang diringkas. Mula-mula tujuan kedatangannya di Lumina serta sarana yang digunakan. Lalu cermin hexagram yang rupanya diberikan Astru untuk neneknya. Terakhir perjanjiannya dengan raja itu.


"Begitu rupanya. Aku mengerti sekarang! Aku hanya bisa berharap semoga kamu berhasil. Dan aku minta maaf soal adikku yang telah menyusahkanmu," ucap Annabelle dengan tulus.


"Tidak apa-apa. Semua sudah terjadi. Sekarang aku harus bisa menemukan mereka," kata Angel.


Akhirnya mereka tiba di sebuah kamar. Tempat yang sama saat pertama kali Angel muncul di sini.


"Nah, kita sudah sampai! Kamu pasti datang dari sini," kata Annabelle sambil membuka pintu tersebut yang tak lain ialah ruangan cermin.


"Ya, benar!" ujar Angel.


Mungkin hampir ada ratusan cermin di sini. Annabelle tetap berjalan di depan menuntun Angel menemukan pintu keluar untuknya. Pintu itu ada di tengah labirin cermin. Kelihatannya seperti cermin yang lainnya. Tapi begitu Annabelle mengibaskan tangannya, cermin itu retak berubah menjadi sebuah portal.


"Di sini! Masuklah ke dalam portal. Bayangkan tempat di mana kamu akan pulang, maka kamu akan kembali ke sana," terang Annabelle.


Angel mengangguk. Sebelumnya ia memeluk Annabelle dengan erat lagi.


"Aku akan menemuimu lagi setelah tugasmu selesai. Apapun hasilnya kamu harus tetap semangat, oke!" kata Annabelle pada Angel.


"Ya! Trims, Anne... Kamu memang baik! Aku pergi dulu!" pamit Angel. Annabelle melambaikan tangan.


Kemudian Angel berjalan masuk ke dalam portal itu sambil membayangkan tempat di mana dirinya akan pulang.



Cahaya yang sangat terang menyeruak dari dalam portal. Saking terangnya membuat Angel sampai memejamkan mata oleh silaunya. Begitu cahaya itu hilang Angel kembali membuka mata. Dan kini dia telah berada di kamar tidurnya.


^^^to be continued...^^^


^^^Mohon dukungannya! Terima kasih!^^^