
Beberapa bulan kemudian...
Setelah masa-masa ujian yang menegangkan berakhir. Semua siswa di kelas 3 berhasil lulus dengan nilai yang cukup baik. Sementara untuk nilai terbaik dari seluruh siswa kelas 3 diperoleh oleh Lei dan Jeremy. Kini siswa-siswa itu disibukkan dengan pesta prom night yang akan diadakan dua hari lagi di sekolah. Mengambil tempat di gedung aula, seluruh anggota OSIS dan relawan ikut menata dan mendekorasi ruangan dalam gedung agar nampak meriah layaknya ruang pesta. Mereka juga mulai sibuk mencari pasangan untuk prom night nanti.
Tidak ketinggalan, Lei, Lucy, dan Jeremy juga ikut membantu mendekorasi ruangan. Secara Angel merupakan salah satu anggota OSIS jadi ketiga temannya ikut membantu sebagai relawan. Bahkan disela-sela kesibukan pun mereka masih sempat bergurau.
"Jeremy, kamu akan mengajak siapa untuk pesta prom night nanti?" tanya Lucy yang bermaksud menggodanya.
Angel dan Lei yang tak jauh dari tempatnya ikut memperhatikan keduanya.
"Hmm... Siapa ya? Aku belum terpikirkan akan mengajak siapa pergi," jawab Jeremy santai.
"Kenapa belum? Tinggal dua hari lagi loh. Kamu tidak takut kehabisan stok murid perempuan di sekolah ini?!" kata Lucy sedikit berbisik.
"Oh, benar juga. Kalau begitu aku pergi dulu, ya! Aku harus mengajak seseorang sebelum nanti dia keburu diajak oleh orang lain," tutur Jeremy sambil berlalu pergi.
"Eh...."
Lucy pun jadi cemberut. Awalnya hanya ingin menggoda Jeremy tapi ia malah pergi untuk mencari pasangan lain.
"Kenapa malah mengajak orang lain, sih? Kan seharusnya dia mengajakku. Tega sekali!" gerutu Lucy dengan cemberut.
Jeremy kembali ke ruang aula. Dengan senyum menghiasi wajahnya, ia memanggil Lucy. "Lucy."
"Apa? Kamu sudah berhasil mengajak perempuan itu? Senyum-senyum tidak jelas begitu," jawab Lucy ketus.
"Tidak. Aku baru mau mengajaknya. Maukah kamu jadi pasanganku di pesta prom nanti, Lucy?" tanya Jeremy.
"Aku pikir kamu ingin mengajak perempuan lain," gerutu Lucy.
"Hahaha... Aku kan hanya bercanda! Jangan marah seperti itu. Lagipula kamu juga aneh. Sudah jelas kamulah pacarku, tentu akan menjadi pasanganku, mana mungkin aku mengajak yang lain," kata Jeremy menghibur Lucy.
"Yang benar?" Lucy meyakinkan.
"Tentu saja! Kamu tidak percaya padaku!? Kalau begitu aku akan teriak agar semuanya yang ada di sini tahu kalau kamu adalah pasangan dan cintaku!" jawab Jeremy dan mulai membuka mulut hendak berteriak. Namun Lucy dengan cepat mencegahnya.
"Eits... Jangan! Baiklah, aku percaya! Jangan pakai teriak, aku kan bisa malu," kata Lucy.
Jeremy pun tertawa. Diikuti dengan Angel dan Lei yang sedari tadi memperhatikan mereka. Lei juga tak mau ketinggalan rupanya. Dengan segera berkata pada Angel.
"Angel, aku akan menjemputmu dua hari lagi! Jadi, jangan melarikan diri, oke!"
Angel tertawa dan membalasnya dengan candaan. "Kalau aku bisa melayang keluar dari jendela kamarku sebelum kamu datang, aku pasti akan melakukannya." Lalu keduanya tertawa dengan riang.
...🍁🍁🍁...
Menjelang acara prom night.
Acara dimulai pukul enam sore nanti. Angel masih tengah bersiap di kamarnya. Selain dirinya masih ada Lucy yang juga sibuk di kamar Angel. Angel baru selesai melepas roll di rambutnya saat sebuah ketukan terdengar dari balik pintu kamar.
"Masuk!" teriak Angel.
Anne membuka pintu dan melangkah masuk dengan lincah. Ia agak berbeda dari biasanya. Dengan terusan panjang berwarna ungu membuatnya terlihat lebih anggun. Sebelumnya ia menyapa Lucy lalu melempar senyuman pada Angel. Karena sebetulnya ada yang ingin ia sampaikan pada Angel.
"Angel, ada yang mencarimu di bawah," kata Anne dengan tenang.
Angel menyipitkan matanya sambil bertanya, "Siapa?"
"Lihat saja sendiri, nanti kamu akan tahu!" jawab Anne penuh misterius.
Angel yang penasaran menatap jam dinding di kamar. Menebak dalam hati mungkin orang itu Lei. Tetapi jam di saat Lei akan datang menjemputnya belum sampai. Angel mulai menggerutu pada Anne.
"Kamu selalu suka membuat orang penasaran!"
Meskipun begitu Angel tetap turun untuk mengetahui siapa yang mencarinya itu.
Seorang pemuda sedang berdiri di depan pintu rumah. Wajahnya menghadap luar sehingga Angel tidak dapat melihatnya. Dengan sopan Angel menyapa orang itu.
"Maaf, kamu mencariku?"
Pemuda itu berbalik dan tersenyum manis pada Angel.
"Louis!" seru Angel tak menyangka kalau Louis akan datang menemuinya. Ia begitu girang melihat Louis yang sudah lama sekali tak ditemuinya. Spontan saja Angel langsung memeluknya.
"Hei, hati-hati! Aku tidak mau merusak rambutmu!" goda Louis.
"Kamu ke mana saja selama ini? Kamu sudah tidak pernah lagi mengunjungiku," ujar Angel melepas pelukannya.
"Aku banyak tugas. Bagaimana kabarmu? Kamu terlihat sangat cantik!" puji Louis malu-malu.
"Luar biasa. Kamu nampak lebih bahagia," jawab Louis jujur.
Angel kembali tertawa. Dia berkata, "Apa terlihat seperti itu?"
"Yap. Oh ya, selamat ya atas kelulusanmu. Sudah merencanakan akan lanjut ke universitas mana?" tanya Louis.
"Sudah ada beberapa pilihan tapi aku akan mempertimbangkannya lagi untuk memilih yang mana," jawab Angel.
"Oh, bagus. Semoga mendapatkan pilihan yang tepat!" Louis memberi semangat.
"Trims!" balas Angel.
"Ya sudah, kembalilah ke kamarmu! Kamu harus bersiap-siap, bukan!? Aku hanya datang melihatmu sebentar saja," ujar Louis.
"Masa aku meninggalkanmu sendiri di sini!? Kamu kan baru datang," kata Angel tak enak.
"Aku juga tidak mungkin ikut ke kamarmu, kan?" gurau Louis. Lalu melanjutkan, "Tidak apa-apa. Aku juga tidak bisa lama-lama. Sudah sana dandan yang cantik!"
"Baiklah! Aku ke atas dulu! Oh, kamu harus datang mengunjungiku lagi, oke?" suruh Angel.
"Iya. Aku akan menyempatkan diri untuk datang," sahut Louis. Angel pun berlalu.
Begitu memasuki kamar Angel langsung menggerutu. "Anne, kenapa kamu tidak bilang kalau Louis yang datang?!"
"Surprise!" jawab Anne kalem.
"Kamu selalu membuat kejutan," gumam Angel.
Ia lalu duduk di depan meja rias dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Saat tiba-tiba Lucy memasuki kamar, Angel sampai terkesima menatapnya. Lucy yang sudah berdandan rapi sangat cantik dengan gaun hitam.
"Benarkah itu kamu, Lucy? Kamu cantik sekali!" seru Angel dengan mata tak bergeming.
"Anne yang melakukannya!" sahut Lucy sambil melirik Anne yang duduk di atas kasur.
Angel lalu melempar pandangan padanya. Dengan wajah memelas ia memanggil.
"Anne...."
Anne tersenyum, ia tahu maksud Angel memanggilnya. Dengan senang hati Anne lalu turun dari atas kasur mendekati Angel. Dengan tangan yang cekatan Anne mulai me-make over penampilan Angel. Tetapi ia tak mau Angel melihat cermin dulu sampai ia selesai. Jadi, Angel duduk membelakangi cermin.
Tidak butuh waktu lama Anne selesai merias Angel. Kemudian ia menyuruh Angel untuk berganti pakaian dulu. Karena sebentar lagi Jeremy dan Lei datang.
Selesai Angel berganti pakaian barulah Anne memperbolehkannya melihat cermin. Angel pun tak kalah senang melihat penampilannya saat ini. Ia juga terlihat cantik.
"Wah, terima kasih, Anne!" ucap Angel sambil balik menatap Anne senang.
"Sama-sama!" balas Anne.
Kemudian Angel segera turun menemui Louis kembali. Sebelumnya Lucy sudah turun duluan. Louis berada di ruang tengah bersama Gracia dan Lucy. Seperti Angel menatap Lucy tadi demikian juga kini Louis menatap Angel. Begitu terkesima akan kecantikannya. Sampai ia tak bisa mengedipkan mata.
"Wow! Kamu... Cantik sekali!" puji Louis.
"Terima kasih!" balas Angel.
"Pasti Anne yang mendandanimu, kan!?" tanya Gracia.
"Mama tahu saja," jawab Angel.
"Kan Lucy juga didandani Anne sampai cantik begini! Kamu juga cantik!" puji Gracia.
"Trims, Ma!" ucap Angel.
Tak lama setelahnya terdengar suara mobil berhenti di luar. Angel dan Lucy segera tahu itu pasti pasangan mereka. Kedua gadis itu pun beranjak ke luar. Memang benar, Jeremy dan Lei sudah berdiri di depan pintu. Jeremy mengenakan tuxedo abu-abu dan Lei mengenakan warna hitam, kedua pemuda itu sangat tampan bak pangeran. Kedua pemuda itu menatap kedatangan pasangan mereka dengan takjub.
"Kalian sudah siap?" tanya Jeremy.
Kedua gadis itu mengangguk. Usai berpamitan dengan Gracia, Anne, dan Louis, mereka pun berangkat.
'Sudah waktunya aku melupakan perasaan ini,' desah Louis begitu Angel melambaikan tangan di dalam mobil.
^^^to be continued...^^^