
Tak terasa perut Darla sudah semakin membesar sekarang. Selama beberapa bulan terakhir ini Darla berguru pada Lunna, meminta nasihat dan saran dari sepupunya itu mengenai ilmu parenting (mengasuh anak)
Jujur saja sebenarnya dia sangat takut dengan kelahiran si kembar. Apalagi dia langsung memiliki anak kembar sekaligus, bukan hanya dua melainkan empat.
Kehamilan Darla membuat keluarga Darla begitu senang pula. Meskipun selama ini Darla suka membuat mereka terkena imbasnya karena Darla mengidam dengan cara yang ekstrem pada keluarganya dan mertuanya.
Seperti tempo lalu. Darla meminta James untuk berenang di kolam renang sewaktu hujan. Mau tak mau pun James menuruti semua perkataan istrinya walaupun harus menahan rasa sakit setelahnya.
"James, aku mau itu!" Darla menunjuk televisi, menampilkan mukbang orang Korea makan mie ramen yang pedas-pedas.
James menoleh, lalu berkata," Jangan dear, makanan itu tidak sehat."
Darla memanyunkan bibir seketika. "Boys! Kalian dengar, Daddy jahat, tidak menyuruh kita makan mie itu," ucapnya seraya mengelus-elus perut.
James mengulas senyum sesaat sambil memegang perut istrinya. "Daddy tidak jahat, ini demi kebaikan kalian."
"Baik lah!" kata Darla ketus lalu melipat tangan di dada. Dia menahan sebal karena keinginannya tak dituruti.
"Kalau begitu, kau harus makan mie itu sekarang! Kau tidak kasihan dengan anak-anakmu, nanti mereka ngiler tau," jelas Darla, singkat.
"Tapi, Dear, kau tahu sendiri, kalau aku tidak suka makanan yang terlalu pedas," sergah James.
"Maka dari itu, biarkan aku makan mie ramen, James!" Darla memohon sambil menampilkan wajah puppy eyes.
"No! Baik lah aku akan makan mie ramen!" ucap James, tegas. Membuat Darla nampak kesal karena usahanya tidak membuahkan hasil.
"Kau sangat jahat, James!" seru Darla dengan lantang, melihat kepergian James yang berjalan menuju dapur. Meninggalkan Darla di ruang keluarga sendirian tengah bersungut-sungut kecil.
James melangkah cepat, meminta asisten rumah memasakan dirinya mie ramen. Lima menit kemudian dia kembali ke ruangan.
"James! Tolong aku!" teriak Darla membuat James terlonjak kaget dan berjalan cepat mendekati istrinya.
"Dear, kenapa?" tanyanya cemas melihat Darla memegang perutnya.
"James! Sepertinya aku akan melahirkan!" pekiknya nyaring.
James terkejut sejenak. "Tapi Dear bukannya HPL-nya minggu depan, kau tidak akting, kan?" ucapnya, bingung.
Darla mendengus, di saat-saat genting seperti ini James malah menuduhnya.
"James! Cepatlah! Mana aku tahu! Tanyakan saja pada anak-anakmu di dalam sana! Argh! Cepat bawa aku ke rumah sakit!" ucap Darla seraya menjambak kuat rambut James.
"Argh! Dear! Mengapa kau menarik rambutku, bersabarlah, aku akan menggendongmu, kemari lah!" serunya dengan mencondongkan badan ke depan saat Darla semakin menarik kuat rambutnya.
*
*
*
Rumah Sakit Santa Monica.
"Terimakasih, dear." James mengecup sekilas kening Darla ketika proses persalinan telah selesai. Tangisan bayi menggema di dalam ruangan operasi itu membuat Darla semakin menitihkan air matanya.
Darla membalas perkataan James dengan tersenyum simpul.
"Lucu sekali mereka, semuanya laki-laki, wow, kau tidak memiliki teman bermain dear," ujar James menatap keempat anaknya secara bergantian di dekapan Darla.
"Tak apa, mereka semua jagoanku, lihat mereka sangat lah tampan."
"Tentu saja, seperti Daddynya kan." James mengembangkan senyuman sambil menggapai jari munggil anaknya yang masih memerah. Sementara Darla menatap kagum pada keempat anaknya.
"Oh my God! Apa salah Daddy nak?" ucap James tiba-tiba.
"Haha!" Darla tertawa melihat putra bungsunya mengencingi James sampai ke wajah.
"Biang onar, kau ini! Awas saja kau, kalau sudah besar akan Daddy hukum kau nanti," kelakar James sambil mengelap wajahnya seketika.
Semua dokter dan perawat yang menangani proses persalinan tertawa pelan melihat tingkah laku keluarga tersebut.
Setelah memindahkan Darla dan keempat anak kembarnya ke ruangan khusus. James segera menghubungi orangtunya di Moskow serta paman dan bibi Darla mengenai kelahiran anaknya. James begitu senang mendapatkan ucapan selamat dari mereka.
Besok orangtua James akan terbang ke LA, hendak menjengguk cucu-cucunya itu. Begitupula dengan Leon dan Lily akan pergi ke rumah sakit esok harinya bersama sepupu-sepupu Darla.
Saat ini kebahagiaan menyeliputi James. Sedari tadi wajah pria terlihat senang. Kehadiran keempat anaknya melengkapi dirinya dan Darla sekarang. Dia berjanji pada diri sendiri akan menjadi suami dan ayah yang baik bagi Darla dan si kembar.
~>The End
...*Novel sudah tamat guys. Maaf kalau banyak kekurangannya. Sampai sekarang author belum fit....
...Untuk pengumuman giveaway akan diumumkan minggu depan, bebarengan promosi karya author yang baru. Author mau rehat sejenak 🙏...
...Jangan lupa tabur sesajennya....