Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol
Berurusan Dengan Orang Yang Salah



Darla memundurkan kaki hingga badannya sekarang mengenai pagar pembatas. Orlando tersenyum penuh arti, melihat Darla nampak panik. Pria itu semakin mempercepat langkah kakinya.


"Kenapa kau takut?" tanya Orlando dihadapan Darla saat ini.


Seketika raut wajah Darla berubah, membuat Orlando keheranan dengan perubahan ekspresi Darla yang dapat berubah dalam waktu beberapa detik. Pria itu menatap seksama bola mata Darla yang berbulat dan membius pikirannya akhir-akhir ini.


Harus Orlando akui bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Darla. Hal itu lah yang membuat dia memperlakukan Darla bak ratu di istananya selama ini. Selama beberapa hari pula dia menghindari Darla takut jika terperangkap dalam permainannya sendiri, akan tetapi hari ini Orlando begitu kecewa saat mendapat informasi dari para maid dan anak buahnya jika Darla tak mau ditemani. Orlando murka karena kebaikannya membuat Darla bertindak semau hati. Dia pun masuk ke dalam ruangan ingin memastikan apa yang diperbuat Darla.


Orlando tak dapat mengontrol emosinya kala Darla malah mengunci pintu kamar dari dalam. Dia pun melampiaskan kekesalannya dengan mendobrak paksa pintu kamar.


"Untuk apa aku takut?" Suara tegas Darla membuyarkan lamunan Orlando. Wanita berparas cantik dan menawan itu menatap sinis Orlando. Dadanya bergemuruh kuat melihat wajah Orlando yang menurutnya angkuh.


"Aku sudah berbaik hati padamu Nona!" Orlando mengapit dagu Darla seketika melihat manik berwarna coklat itu lebih dalam. Entah mengapa saat dia melihat mata Darla, dadanya berdegup cepat seperti lomba lari marathon.


"Lepaskan tanganmu!" bentak Darla seraya mengibaskan tangan Orlando. Darla sangat tak suka melihat tatapan Orlando yang menyiratkan kekaguman padanya. Demi apa pun terlintas wajah James dibenaknya saat ini, semesta memberikan kode padanya agar tak berpaling dari suaminya.


"Kau semakin cantik jika sedang marah," desis Orlando pelan seraya menjilat bibir bawahnya seketika. Darla bergedik ngeri saat melihat tatapan mesum Orlando.


Bugh! Bugh!


"Argh!" teriak Orlando. Gurat keterkejutan tergambar jelas diwajahnya sekarang. Dia tak menyangka gerakan Darla sangat cepat dan terarah.


Orlando heran apa Darla memiliki kemampuan bela diri khusus. Pasalnya informasi yang dia dapatkan dari Julian tempo lalu, mengatakan bahwa Darla hanya lah pedagang semur jengkol dan salah satu keluarga Leon Andersean, anak dari kelompok mafia yang ia segani. Orlando kenal dengan Leon Andersean, salah satu mafia yang paling ia hindari. Sebab berurusan dengan Leon sama halnya dengan mencari mati.


Dari informasi yang ia dapatkan pula Darla adalah lulusan universitas dari negeri seribu pulau dan tak ada yang istimewa dari Darla. Lalu mengenai orangtua Darla, hasilnya nihil alias tidak diketahui siapa nama orangtua Darla. Hal itu membuat Orlando semakin penasaran dengan Darla, apalagi melihat keberanian Darla sekarang, membuatnya merasa tertantang ingin memiliki Darla seutuhnya.


Darla memasang kuda-kudanya seketika, saat melihat Orlando memundurkan langkahnya sekarang. Wanita itu melayangkan tatapan sinis pada Orlando.


"Cih! Dasar pengecut!" ucap Darla dengan menaikan satu alis matanya lalu tersenyum tipis.


Orlando merasakan aura yang berbeda menguar dari tubuh Darla sekarang. Jika tadi wanita itu nampak ketakutan tapi sekarang Darla seperti seekor singa yang siap menerkan lawan. Sorot mata Darla menghunus ke dalam matanya. Kini Orlando yakin, Darla bukan lah wanita sembarangan.