
"Aunty, Uncle, bagaimana?" tanya James panik.
"James, orangtua Darla sudah meninggal jadi–"
"Cukup! Dominic cepat cari sseseorang yang sama golongan darahnya dengan Darla sekarang!" perintah James cepat, saat mendengar jawaban Lily yang membuatnya gusar.
Dominic mengangguk patuh.
"Usahakan malam ini harus segera ditemukan, agar pasien dan janin di dalam perutnya dapat segera diselamatkan." Perawat memperingati dengan cepat. Membuat kumpulan manusia di dalam ruangan semakin gusar.
Dominic bergegas keluar dari rumah sakit hendak mencari golongan darah A Rh negatif, salah satu golongan darah yang sangat langka. Diketahui bahwa kurang dari 50 orang di dunia, memiliki golongan darah rhesus negatif (A-) dan hanya ditemukan dalam kurun waktu 50 tahun. Sementara itu khusus di benua Amerika hanya 7 persen manusia yang memiliki golongan darah tersebut.
Dalam kasus Darla, dia memiliki golongan darah A rhesus negatif (A-) yang hanya dapat menerima donor darah A Rh negatif dan O Rh.
(Sumber : Journal MED)
Sembari menunggu kedatangan Dominic, James melirik-lirik pintu ruangan, apakah wanitanya akan keluar sebentar lagi teringat perkataan perawat tadi yang akan dipindahkan ke ruang ICU.
James mendesah kasar tak menyangka Darla telah hamil, benar feelingnya tempo lalu ketika dia muntah dan mual tanpa sebab yang jelas. James berharap Dominic dapat menemukan pendonor secepat mungkin.
Leon dan Lily yang melihat kegelisahan James, saling melemparkan pandangan satu sama lain, tak percaya pria bertato dan memiliki wajah sangar itu sekarang nampak panik. Mereka tak menyangka penampilan James berbanding terbalik dengan sikapnya saat ini. Lily bernafas lega, karena James sangat menyayangi keponakannya itu. Leon pun berpikir hal yang sama, ternyata James benar-benar membuktikan omongannya tempo lalu.
Waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Dominic tak kunjung juga tiba. James melirik arloji di pergelangan tangannya sesaat, beberapa menit yang lalu Darla sudah dipindahkan ke ruang ICCU.
"Keluarga pasien atas nama Darla Vardy?" Perawat menghampiri James, Leon dan Lily. Menatap serius keluarga pasien yang sedang menunggu di ruang tunggu.
James beranjak dari tempat duduk. "Ada apa sus?"
"Apa pendonor sudah ditemukan?"
"Belum sus,"jawab James lesu.
Saat melihat gelagat perawat, James memiliki perasaan yang kurang baik. Enggan menjawab, pria itu bergegas keluar hendak ke suatu tempat.
Leon dan Lily kebingungan melihat kepergian James tiba-tiba. Keduanya mendekati perawat yang masih bergeming di tempat.
"Sus, apa Darla baik-baik saja?" tanya Lily cepat. Entah mengapa perasaannya tak enak sedari tadi, apalagi perawat seakan mendesak mereka agar menemukan pendonor darah secepat mungkin.
Perawat menghela nafas. "Kita berdoa yang terbaik, agar pasien mendapatkan pendonor dan lekas pulih," ucapanya dengan lembut.
Lily tak puas dengan jawaban perawat, dia melemparkan pandangan kepada Leon. Suaminya juga sudah menelepon anak buahnya untuk mencari pendonor darah namun sampai sekarang tak ada kabar dari Montero ataupun tangan kanan Leon.
"Baik, terimakasih sus."
Perawat mengangguk, kemudian masuk ke dalam ruangan lagi. Selepas kepergian perawat, Leon mengajak Lily duduk di bangku tunggu.
"Honey, aku tidak mau Darla kenapa-kenapa." Lily mendekap erat suaminya. Buliran air mata jatuh dari pelupuk matanya seketika, Lily tak mau, apa yang ditakutinya selama ini akan terjadi.
Leon menarik nafas pelan. "Honey, tenanglah, Darla akan sembuh." Pria itu berusaha menenangkan Lily walau sebenarnya dia juga diliputi rasa gelisah terhadap keadaan Darla. Cukup lama keduanya saling memeluk satu sama lain hingga Leon terpaksa mengurai pelukan saat melihat James dan Dominic menghampiri mereka.
Leon dan Lily beranjak serempak. "Bagaimana? Apa sudah ketemu?"
Dengan nafas tersengal-sengal James berkata,"Sudah!" Seulas senyuman tipis muncul diwajahnya.
Mendengar hal itu Leon dan Lily bernafas lega. James bergegas ke ruangan lain, ingin mengkonfirmasi pada petugas kesehatan bahwa telah menemukan pendonor yang cocok dengan Darla.
'Bertahan lah, dear.' James berucap di dalam hati berharap sang istri baik-baik saja saat ini.
...----------------...
Rhesus : kadar protein khusus atau antigen D yang terdapat di luar sel darah merah.