Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol
Kucing dan Anjing



Esok hari. Matahari menyembul keluar menyinari seisi bumi. Sisa-sisa hujan tadi subuh masih membekas di daun pepohonan. Di sebuah mansion yang megah dan mewah. Tampak penghuni mansion sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing.


Tak terkecuali Darla. Sejak dini hari ia sudah terbangun karena ulah Diego yang mengajak-nya ingin berjalan santai mengelilingi pekarangan taman. Kehadiran Diego membuat rasa sepi Darla terobati karena hewan berbulu putih itu bertingkah seperti anak kecil. Darla begitu senang ketika mendapatkan informasi dari Grey. Kini ia bertugas mengurusi Diego juga. Jadi sekarang tugas Darla semakin bertambah. Ia tak mempermasalahkan hal tersebut yang terpenting James tidak ikut campur urusannya meski keduanya sepasang suami istri.


Seperti pagi ini. Darla mengacuhkan keberadaan James, sedari tadi pria itu memandangi dirinya dan Diego yang tengah bermain di taman bunga.


"Dia itu kenapa sih? Nggak ada tempat lain apa?" Darla heran mengapa James seakan mengikuti ia dan Diego.


"Raarrrr!" Diego mendongkakan kepalanya ke atas melihat Darla bergumam-gumam kecil. Binatang itu pun kebingungan melihat Tuannya berjarak beberapa meter menatap tajam ke arah mereka seraya menghirup sepuntung rokok.


Darla menoleh, lalu berkata,"Diego, Tuanmu itu tidak ada kerjaan atau apa? Lihat dia dari tadi menguntit kita terus."


Diego menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri sejenak. Tiba-tiba dia berlari' menghampiri James.


"Diego!" panggil Darla heran.


Di ujung sana. James berdecak kesal ketika Diego tiba-tiba mendorong tubuhnya. "Hentikan Diego, kau kenapa?!" tanyanya bingung. Meskipun begitu James tetap menggerakan kakinya. Sementara itu, Diego menuntun James berjalan mendekati Darla.


"Oh jadi kau yang menyuruh Diego mendorong tubuhku!" seru James membuat Darla melebarkan matanya.


"Whats?! Jangan kegeeran ya, Tuan James yang terhormat. Diego, sendiri lah yang pergi menghampiri mu! Aku juga tidak sudi bertemu dengan casanova sepertimu!" ucap Darla membuat Diego melebarkan telinganya saat mendengar kata casanova terucap dari bibirnya. Binatang berbulu putih dan lebat itu sepertinya baru mendengar kata barusan.


"Casanova, kau bilang?!" James murka karena Darla menyebutnya casanova. Ia sangat tidak terima dengan julukan yang disematkan Darla barusan.


"Iya! Kenapa kau tidak suka?!" Darla melototkan mata lalu tanpa aba-aba menggulung lengan bajunya ke atas saat melihat sorot mata James seperti mengajaknya berduel.


"Iya, ada apa?" tanya James.


"Anak-anak sudah menunggu anda di depan." Mendengar perkataan Grey. Tanpa banyak kata James melangkah pergi dari hadapan Darla dan Diego.


Dahi Darla berkerut kuat melihat kepergian James apalagi ia tadi sempat melihat raut wajah pria itu nampak serius kala mendengar nama anak-anak disebut.


"Tuan Grey, anak-anak maksudnya apa?" tanya Darla penasaran.


"Anak buah Tuan James," jawab Grey singkat.


Paham. Darla tampak mangut-mangut.


***


Pagi menjelang siang. Saat ini Darla dan Diego sedang berbaring di rerumputan hijau menikmati sinar mentari yang menerpa rumah kaca. Sejam yang lalu, James pergi dari mansion tanpa menitipkan pesan kepada dirinya. Darla tak mau ambil pusing sebab dia tahu seorang mafia seperti James pasti memiliki kesibukan di dunia nyata. Sekarang Darla tengah memikirkan bagaimana caranya menghadapi mama James yang katanya akan bertandang ke mansion hari ini.


Darla sudah di beritahu Grey agar merahasiakan statusnya sebagai istri James. Tanpa pikir panjang mengiyakan permintaan Grey. Karena baginya tidak ada untungnya Mama James mengetahui hubungannya yang tak sehat itu, apalagi ia dan James tidak saling mencintai. Belum lagi ia mendengar dari Grey jika James hanya menginginkan penerus darinya.


Sejak Lily memutuskan tali kekeluargaan dan ia menyerah dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Sekarang Darla masa bodoh dengan kehidupannya. Dia memilih mengikuti skenario Tuhan seperti air mengalir di sungai.


Tepat pukul dua siang. Darla yang tidak sengaja tidur siang bersama Diego di ruang tamu, begitu terkejut mendengar suara melengking bergema ditelinganya.