
"Papa!"
James menerobos masuk ke dalam kamar orangtuanya. Darla yang mengekori dari belakang terlihat cemas melihat keadaan papa mertuanya terkulai lemas di dekat ranjang.
James mengguncang tubuh Joseph dengan kuat, rasa takut seketika menjalar di relung hatinya sekarang. Meskipun James membenci papanya tapi di ruang terkecil hatinya, tersimpan kerinduan yang terpendam sejak lama kepada papanya.
"Ma! Apa yang terjadi?" James memapah Joseph ke atas kasur, kemudian merebahkan papanya dengan perlahan. Wajah papanya pucat sekali dan terlihat bulir- bulir keringat di dahinya.
Tubuh Jane bergetar kuat. Ia terisak semakin nyaring ketika melihat wajah Joseph pucat pasi. Jane menangis dengan sesenggukan sesekali. Walaupun dia selalu diperlakukan semena-mena oleh suaminya tapi dia tak mau ditinggalkan Joseph.
Mengabaikan mamanya yang masih menangis. James beralih menatap Darla. "Dear, telepon ambulance sekarang," perintah James cepat.
Darla mengangguk lalu tanpa banyak kata berjalan mendekati nakas, menyambar gagang telepon dan menekan-nekan tombol. Setelah memberitahukan alamat rumah. Darla bergegas mendekati James yang tengah memijit kaki papanya.
"Pasti kau meracuni suamiku, Kan?" seru Jane tiba-tiba membuat Darla mengerutkan dahi.
"Apa maksud anda? Jangan menuduh-nuduh tanpa bukti yang jelas, Nyonya?!" Darla membela diri.
"Kalau tidak di racun, mengapa suami ku dari tadi sore buang air besar terus ha?!" sahut Jane berapi-api membuat Darla menghembuskan nafas dengan kasar.
Ternyata akar permasalahannya adalah pencernaan mertuanya yang tidak cocok makan semur jengkol buatannya. Darla kebingungan bukan kah tadi siang Joseph memakan semur jengkol sedikit saja lalu mengapa mertuanya sampai diare. Biasanya orang yang mengkonsumsi jengkol terlalu banyak akan buang air besar secara terus menerus. Apa papa mertuanya makan jengkol lagi? Dahi Darla semakin berkerut hingga tiga lipatan sekarang, keheranan.
"Kau tuli atau apa ha?!" bentak Jane ketika melihat Darla melamun dari tadi dan tak membalas perkataannya.
"Ma! Jangan membentak istriku! Dia sedang hamil! Kalau anak ku sampai kenapa-kenapa, aku akan membunuhmu!"murka James membuat Jane terdiam seketika.
"Tuan, permisi mobil ambulance ada di depan," sahut seseorang dari depan pintu kamar.
James, Darla dan Jane mengalihkan pandangan ke sumber suara.
*
*
Jane berdecak kesal karena Michael sedari tadi tak mengangkat telepon. Ia mendapatkan informasi dari maid bahwa putra bungsunya itu pergi ke club jam sepuluh malam tadi.
Jane mengumpat kasar seraya membanting ponsel ke lantai seketika.
"Nyonya, tenanglah, bisakah anda duduk, suami anda baik-baik saja, lupakan anak bungsumu itu!" seru Darla. Sedari tadi Darla duduk di bangku tunggu bersama James di sampingnya. Wanita itu sudah mengetahui kalau James dan Michael ternyata bukan saudara kandung. Tadi James menceritakan semua permasalahan yang terjadi di keluarganya. Mendengar hal itu Darla begitu sedih.
"Semua ini gara-gara kau! Pasti kau meracuni suamiku! Awas saja kau! Jika Joseph sampai kenapa-kenapa, aku akan membunuhmu!" seru Jane.
"Langkahi dulu mayatku!" James bangkit berdiri, berjalan cepat mendekati mamanya. Kemudian mencengkram dagu Jane. "Tidak usah berlebihan, dia bukan keracunan tapi dehidrasi karena diare. Kalau kau berani menyentuh Darla, kau akan berurusan denganku, Nyonya Jane!" James menyentak kasar dagu Jane lalu menghampiri Darla seketika.
Jane meringgis sejenak. Melayangkan tatapan dingin kepada Darla.
'Awas saja kau! Aku akan menyingkirkanmu!'
Sementara Darla tak mengetahui dirinya tengah diperhatikan dari kejauhan. Dia sedang duduk sambil menyenderkan kepala di bahu James.
*
*
Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Joseph sudah dipindahkan ke ruang rawat jalan. Pria tua itu sudah tak terlihat pucat lagi. Kini Darla dan James berada di ruangan, melihat petugas kesehatan sedang memeriksa tanda-tanda vital Joseph. Sedangkan Jane tak tahu berada di mana sekarang.
"Pak polisi cepat tangkap wanita itu! Dia sudah meracuni suamiku!" Jane masuk ke dalam ruangan bersama dua orang penyidik tiba-tiba.
...----------------...
Guys sebentar lagi novel ini mau tamat, kalian mau giveaway pulsa atau transfer duit?
Komentar ya, pemenang akan author pilih secara random
Jangan lupa like, komentar dan sesajennya.