Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol
James Murka



James naik pitam, kemudian menembak musuh dan anak buah Orlando seketika. Namun Orlando dengan gesit mengelak tembakan dan timah panas itu hanya mengenai baju anti pelurunya. James menggeram kuat sejenak.


Dor!


Dor!


"Mati kau!!!" teriak James sembari menembak Orlando membabi buta di depan sana.


Sementara itu, Orlando berlindung di tubuh Julian dan beberapa anak buahnya. Pria itu menyeringai tipis karena berhasil mempermainkan emosi James. Orlando berdecih sesaat, melihat Darla tergeletak tak berdaya, dia sangat menyayangkan sikap Darla yang menolak dirinya. Jika wanita itu mau bersamanya mungkin Orlando akan memperlakukan Darla bak ratu di istana, pikir Orlando sesaat.


Tiba-tiba dari arah berlawanan Diego melompat ke arah Orlando dan mengigit bahu pria itu. Orlando begitu terkejut, reflek ia memukul kepala hewan berbulu lebat itu.


"Tembak hewan ini!"


Orlando memerintahkan anak buahnya menghabisi Diego. Akan tetapi James mengambil kesempatan dengan menembak terlebih dahulu anak buah Orlando hingga meninggal di tempat. Sekarang suara tembakan di tengah hutan memekakkan telinga bagi siapapun yang mendengarnya.


James menggila, dia hilang kendali, berharap Darla masih hidup, ekor matanya memperhatikan Darla dengan seksama, melihat dada Darla naik dan turun, yang artinya Darla masih bernafas.


"Julian!" pekik Orlando manakala melihat tangan kanannya tertembak tepat di kepala.


"Argh!!! Sitka!!!" Orlando memanggil Sitka yang sekarang tak tahu berada di mana.


"Aaaummm!" Mendengar panggilan, Sitka yang berjarak sekitar sepuluh meter berlari kencang menuju sumber suara.


James menghentikan serangan, bergegas ingin mendekati Darla namun gerakan kakinya terhenti dikala timah panas menembus kaki sebelah kanannya. Menggeram rendah, James menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri, menelisik siapa yang menembaknya.


Dor!


James tersenyum sinis, melihat anak buahnya menembak si pelaku di balik pohon.


"Sitka serang dia!" Orlando tak berdaya saat gigi runcing Diego menembus kulit tipisnya.


Sitka melompat ke arah Diego dan mengigit bagian leher Diego seketika.


"Rawrrrrrr!!!" Diego kesakitan secara bersamaan pula dia melepaskan Orlando. Secepat kilat Orlando menjauhi dua hewan buas itu yang sekarang saling menerkam satu sama lain.


Dor!


James menembak Orlando ketika melihat pria itu berlari dengan gesit di depan sana.


"Si@l!" James tak puas, karena tembakannya meleset dan hanya mengenai tungkai kaki sebelah kiri Orlando.


James beralih melihat Diego dan Sitka masih menyerang. Dia hendak menembak Sitka, namun karena rasa sakit yang mendera kakinya, membuat James tak bisa fokus.


Dor!


Dor!


Dor!


Anak buah James menembak Sitka sebanyak tiga kali, bukannya meregang nyawa Sitka malah menatap tajam ke arah anak buah James. Dalam sepersekian detik ia berlari mendekati anak buah James dan menerkam mereka.


"Argh!" teriak keduanya bersamaan.


James terkejut bukan main, hewan yang tubuhnya lebih besar dari Diego berjarak satu meter darinya sekarang.


Dor!


James menembak Sitka tepat di punggungnya. Sitka melepaskan anak buah James seketika. Lalu beralih mendekati James. Hewan buas itu mengaum nyaring seraya melayangkan tatapan intimidasi kepada James.


James menatap balik hewan berbulu putih itu. Dia melirik Diego sekilas, yang sekarang sedang bangkit berdiri dengan tertatih-tatih.


"Aaauummm, grgrgrgr..." Sitka mengelilingi James sejenak. Menatap James dengan sangat tajam.


"Diego!!!" James membungkukkan badan, melihat Diego melompat ke arah Sitka. Bergegas ia mendekati Darla kemudian menggendong istrinya.


"Rawrrrrrr!"


"Ggrrrrrrr!"


Diego dan Sitka kembali menyerang satu sama lain, kali ini Diego membalas balik perbuatan Sitka tadi, dia mengigit dan menggoyak kulit Sitka dengan sekuat tenaga. Nafas keduanya tersengal-sengal, tak ada yang mau mengalah, sekarang perkelahian seimbang meskipun Diego terluka parah tadi. Tapi Diego tak gentar sedikitpun.


"Tuan!" Dominic baru saja tiba setelah berkelahi dengan anak buah Orlando di mansion barusan.


Melihat kedatangan Dominic, James memberikan kode pada Dominic agar menembakan bius pada Sitka. Domini mengangguk kemudian melakukan tugasnya.


Dor!


Bruk!


Sitka tumbang seketika, Diego menggeram rendah sejenak. Merasa menang akan perkelahiannya. Hewan itu beralih menatap James dan Darla, kemudian menghampiri mereka.


"Good job, Diego!" seru James seraya mengelus punggung Diego sesaat.


"Aku mohon bertahan lah, dear," sahut James sembari menatap nanar Darla yang nafasnya sangat lambat sekarang.