
Di sisi lain, kini James beserta anak buahnya di depan markas Orlando. Mereka tengah menembak beberapa penjaga gerbang. James memegang senjata berlaras panjang dengan sikap siaga dan waspada. Sedari tadi dia memborbardir musuh.
James murka saat mengetahui narkotikanya bulan lalu ternyata di curi oleh anak buah Orlando yang menjelma menjadi anak buahnya. Pantas saja pendapatan bisnisnya mengalami sedikit penurunan akhir-akhir ini. James bersumpah akan menghancurkan Orlando sampai titik darah penghabisan. Belum lagi wanitanya saat ini tengah di culik Orlando, membuat James semakin meradang.
Dor!
Dor!
Dor!
"Dominic!" teriak James dikala tangan kanannya itu hampir saja terkena timah panas. Melihat musuh di depannya, secepat kilat ia bersembunyi di balik pohon.
Dominic menggeram rendah, karena kulitnya tergores peluru tadi. Dari samping seorang pria berkulit hitam menodongkan pistol ke arah Dominic, belum sempat ia menarik pelatuk, Dominic menembak pria itu sebanyak satu kali di bagian kepala.
Dor!
"Cuih! Dasar lemah!" desis Dominic sembari menembak semua anak buah Orlando hingga meninggal di tempat.
"Dominic! Kau ambil semua narkotika Orlando, aku akan pergi ke gerbang timur mencari Darla bersama tim A, kita bertemu di tempat awal tadi 30 menit lagi, berhati-hati lah," ucap James.
"Baik Tuan, perintah dilaksanakan, ayo kita masuk ke dalam." Dominic mengedarkan pandangan kepada kawan-kawan seperjuangan. Tanpa banyak kata mereka masuk ke dalam markas Orlando. Sedangkan James dan anak buahnya yang berjumlah dua orang berjalan menuju tempat tujuan.
"Ambil semuanya!" pekik Dominic setelah mematikan jebakan di dalam markas. Bergegas mereka melakukan perintah Dominic.
James melihat ke belakang sejenak ketika anak buahnya mengangkut narkoba Orlando. Dia menyeringai tipis karena berhasil mencuri barang haram milik musuhnya itu.
"Tuan, apa lebih baik kita lepaskan Diego," sahut anak buah James tiba-tiba.
James menoleh, kemudian berkata,"Jangan dulu, tunggu waktu yang tepat."
Sebelum pergi ke tempat musuh, James membawa Diego ke dalam mobil. Setelah menimbang-nimbang, James setuju dengan saran Dominic membawa Diego dalam misi penyelamatan Darla.
"Baik Tuan."
James dan anak buahnya berjalan cepat di tengah-tengah hutan, walau hanya berbekal cahaya dari senter dan sinar rembulan, mereka melangkahkan kakinya dengan cepat dan hati-hati, takut saja jika ada ranjau ataupun bom di injak mereka.
***
Sementara itu Orlando dalam perjalanan ke markas, saat ini ia berada di dalam mobil bersama anak buahnya. Tampak dua buah mobil mengekorinya dari belakang. Orlando resah dan gelisah saat tak mendengar suara ledakan yang dia pasang di markas jika narkotikanya di ambil atau di sentuh.
Muka Orlando nampak memerah sedari tadi karena rencananya tak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Belum lagi Darla, tahanannya hilang tak tahu berada di mana sekarang. Dia semakin bingung mengapa Sitka, hewan peliharannya tak bersuara sejak beberapa menit yang lalu.
"Julian! Apa kau sudah melepaskan Sitka di tempat Darla terakhir terlihat?" tanya Orlando cepat.
Orlando tersenyum sinis, kemudian melirik keluar jendela, melihat hutan dipenuhi kabut seketika.
Dahi Orlando berkerut seketika. "Apa yang terjadi? Aneh..." gumamnya pelan.
Dor!
Dor!
Dor!
Dari arah samping dan depan seseorang menembak kaca mobil miliknya. Orlando dan Julian membungkukkan badannya seketika. Kini terdengar bunyi tembakan bersahut-sahut satu sama lain. Dua mobil di belakang Orlando tiba-tiba meledak di tempat.
Boom!!!
Api menyambar mobil di belakang Orlando sekarang, melahap habis dua kendaraan itu seketika. Tampak api berkobar-kobar di tengah hutan.
"Keluar kau!" pekik James dari luar mobil.
Orlando naik pitam, tanpa banyak kata keluar dari mobil sembari menondongkan pistol ke arah James.
"Di mana Darla?" tanya James dengan melakukan hal yang sama seperti Orlando.
"Kau mau tahu di mana Darla?" Orlando menyeringai tipis.
"Lepaskan Darla!" murka James kala melihat pancaran mata Orlando yang sangat dia benci.
"Haha, aku sudah melepaskannya! Kau mau tahu kalau Sitka sedang makan malam sekarang," ucap Orlando membuat jantung James berdetak kencang, James mengetahui dari Dominic jika Orlando memiliki harimau putih buas bernama Sitka.
"Tidak usah kau menakuti-nakuti ku! Di mana Darla?!" Nafas James memburu kua
"Aaauummmmm!" Auman di sisi selatan mengalihkan atensi James dan Orlando. Keduanya mengalihkan pandangan ke sumber suara.
"Si@l! Rex lepaskan Diego sekarang!" titah James cepat sembari menarik pelatuk.
Anak buah James segera berbicara pada seseorang melalui alat yang terpasang di telinga.
Dor!
Bledar!!
Terdengar bunyi tembakan dan ledakan kuat di hutan belantara membuat beberapa binatang yang berada di hutan berhamburan keluar sekarang.