Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol
Bayi Besar



Esok harinya. Suasana di mansion nampak mencekam tak seperti biasa-biasanya. Semalam James marah karena ulah Jane dan Laura membuatnya tak bisa bercocok tanam bersama Darla. Ia benar-benar kesal bukan main ketika Darla mengusirnya juga.


Saat ini, di meja makan. James menatap tajam Jane sedari tadi membuat wanita paruh baya itu mendengus kasar. Sejak tadi tak ada yang membuka suara. Baik James, Jane dan Michael terdiam membisu, hanyut dalam pemikirannya masing-masing. Mereka saling menatap satu sama lain.


"Darla! Ambilkan aku minuman!" ucap James tiba-tiba.


James melirik Darla sekilas' tengah berdiri dua meter darinya. Mendengar panggilan, Darla berjalan cepat menghampiri James, kemudian menuangkan air putih ke dalam gelas.


"Ini." Darla menyodorkan segelas minuman pada James, pria itu menyambar cepat gelas berbentuk bulat tersebut.


"Siapa yang menyuruhmu pergi?" tanya James ketika melihat Darla menggerakan tumit kakinya. Mendengar hal itu, reflek Darla memutar tubuhnya. Melihat James tengah meneguk minuman hingga tandas.


"Aku harus memberikan Diego sarapan," kata Darla seraya memutar bola matanya dengan malas.


James mendengus kemudian berkata,"Kau lebih mementingkan Diego daripada aku? Cih, sebelum kau memberikan Diego sarapan, ambikan aku makanan dan suapi aku!"


Jane dan Michael yang sedari tadi terdiam, terperangah mendengar perkataan James barusan. Jane meradang karena tak sudi Darla begitu dekat dengan James.


"James! Biarkan saja dia memberi makan Diego, mengapa kau malah memintanya menyuapi kau?" tanya Jane.


"Iya, Kak. Lagipula itu bukan tugas Darla. Mengapa kau tidak menunggu Laura datang ke sini, Kak. Laura masih dalam perjalanan, bersabar lah sedikit."


Michael tak rela jika Darla berdekatan dengan James. Tentu saja ia sangat cemburu. Jika sampai Darla menyuapi James. Membayangkannya saja membuat Michael membara.


"Diam! Kalian tidak berhak mengatur-atur aku!!!" bentak James membuat Darla mengelus dadanya


"Darla, cepat lakukan tugasmu!" Sambung James lagi.


Sementara itu, Jane yang melihat kedekatan Darla dan James mengumpat di dalam hati. Sedangkan Michael memegang garpu dengan sangat kuat, menahan amarah sekaligus cemburu. Karena wanita yang ia sukai harus melayani James.


"Aaaaaa, ayo cepat lah James!" Darla terlihat kesal ketika James lama membuka mulutnya.


James melototkan mata. "Sabar, kau tidak lihat di dalam mulut ku masih ada makanan!" protesnya dengan mendengus.


"Ck, alasan, kau ini sangat menyebalkan James!" seru Darla sembari meletakkan garpu di atas piring.


"Menyebalkan? Bukannya terbalik?" Berhasil mengerjai Darla, James tersenyum tipis. Entah mengapa ia sangat menyukai mimik muka Darla yang terlihat kesal.


Dari kejauhan Grey melihat interaksi antara James dan Darla. Seulas senyum tipis terukir di wajahnya berharap James tidak menceraikan Darla dan berharap pula James mengatakan tentang status Darla kepada Jane.


"James!" Darla mulai tersulut emosi karena sudah berdiri begitu lama hingga Jane dan Michael sudah menghabiskan sarapannya sekarang. Piring James masih nampak penuh dan belum berkurang setengah.


James menaikan alis mata, lalu bertanya dengan datar,"Ada apa?"


"Bisa kah kau mengunyah lebih cepat?!" Darla bertanya dengan nafas yang memburu.


James menggeleng cepat membuat Darla mengepalkan satu tangannya. Secepat kilat ia menyodorkan sendok ke mulut James lagi, berharap James dapat segera menghabiskan sarapan.


"Apa-apaan ini?!" seru Laura yang baru datang ke mansion. Melihat Darla menyuapi James. Ia sangat marah karena Darla telah lancang mendekati calon suaminya.


bersambung...


Guys, maaf author gak bisa update banyak bab, lagi sakit 🙏🤒