
Sementara itu di sisi lain, setelah mendengar perkataan temannya melalui bluetooth wireless, pria berkulit hitam itu bergegas keluar dari truk, kemudian membuka pintu bagian belakang. Nampak Diego sedang duduk di dalam kandang.
"Diego,sekarang waktunya kau mencari Nona Darla," sahutnya dengan membuka kandang tersebut.
"Rawrrr!" Seakan mengerti Diego menggeram nyaring. Sepasang mata hitam itu menatap dengan sangat tajam, menyiratkan kemarahan yang terpendam.
Bledar!
Dor!
Dor!
Terdengar bunyi tembakan dan ledakan bersamaan, pria itu melirik sekilas hutan belantara, dia menghela nafas sesaat, melihat di atas sana asap mengepul keluar. Secepat kilat ia mempersilahkan Diego untuk turun dari truk. Kemudian dia mengambil pakaian Darla di dalam tas, mendekatkan dress itu ke hidung Diego.
Diego mengendus-endus sejenak pakaian Darla, lalu mendongakkan kepalanya ke atas, menunggu persetujuan dari pria itu.
Pria itu tersenyum tipis melihat Diego sudah pintar, berkat ajaran Darla, Diego tak anarkis seperti dulu.
"Cari Nona Darla sekarang! Dia membutuhkan pertolonganmu, Diego!" serunya dengan menunjuk ke arah hutan belantara. Kedua kuping Diego seketika melebar, lalu berlari gesit ke arah yang di tunjuk pria berkulit hitam itu.
"Semoga saja Nona Darla dapat ditemukan!" sahutnya dengan melihat Diego masuk ke hutan belantara tersebut.
"Aummmmmmmmmmmmm!!!" Terdengar suara auman dari dalam hutan, nampak burung-burung berhamburan keluar dari pepohonan.
Pria itu mengalihkan perhatiannya ke samping, melihat burung-burung berterbangan menjauh.
"Apa itu harimau, semoga saja Diego bisa melawannya!" sahutnya perasaannya diliputi rasa cemas sekarang.
*
*
*
Dor!
Dor!
"Si@l! Dominic! Di mana kau?!" tanya James sembari menekan benda kecil ditelinga. Saat ini dia berlindung di balik pohon bersama anak buahnya. Dia tak menyangka Orlando begitu licik, sebab sekarang anak buah Orlando datang tiba-tiba entah dari arah mana. James kalah jumlah, meskipun begitu sedari tadi beberapa anak buah Orlando terkapar karena ulah dua anak buahnya itu.
Bledar!
"Argh!
"D@mn! Julian!"
Terdengar rintihan kesakitan menggema ditelinga James dan anak buahnya. Mereka tersenyum sinis karena berhasil melumpuhkan anak buah Orlando walau untuk sementara waktu, sebab mereka yakin jika Orlando kemungkinan masih hidup, mengingat pria itu selalu mempunyai cara untuk mengelabui musuhnya, namun kali ini James tak akan jatuh ke lubang yang sama
"Aaaummmm!!!" James melihat ke atas seketika dikala mendengar suara hewan buas mendekat ke arah mereka.
"Sitka..." gumam James pelan, ia yakin jika itu adalah hewan peliharaan milik Orlando. "Dominic di mana Diego?" tanyanya walau sedari tadi Dominic tak menyahut sama sekali. Dia bingung apa pria itu sudah menjalankan tugasnya atau belum.
"Si@l!" umpat James kesal seraya mengangkat pistol berlaras panjang, memiliki teropong khusus diatasnya yang bisa melihat objek dalam kegelapan malam. Dia mengarahkan pistol kepada Orlando yang saat ini sedang terbatuk-batuk akibat ledakan barusan.
James menyeringai tipis. "Kena kau!" Dia hendak menarik pelatuk pistol. Namun dari arah samping, seseorang berlari sangat kencang. Membuat James mengurungkan niatnya.
"James!" Suara yang sangat dikenali James menggema di telinganya. Ia melebarkan matanya, melihat Darla berlari mendekati Orlando.
Sementara itu dalam kegelapan malam, Darla berlari tanpa tahu kemana kakinya melangkah, sedari tadi dia di kejar oleh harimau putih, nampak peluh keringat membasahi pakaiannya, dia sudah letih karena harus bersembunyi dari terkaman binatang buas itu, semula Darla mengira binatang berbulu putih tersebut sama seperti Diego, namun ternyata harimau itu lebih buas dan ganas.
Nafas Darla tersengal-sengal, dengan sekuat tenaga dia berlari sembari memanggil nama James, dia kebingungan mengapa memanggil nama suaminya itu dari tadi.
Grep!
"Argh!" pekik Darla tiba-tiba dikala seseorang mencekal kuat tangannya dari belakang. Mata Darla melebar seketika melihat sipelaku.
"Orlando," desisnya dengan menahan rasa sakit di tangannya.
"Haha! Lihat lah James, wanitamu bersama diriku sekarang!" seru Orlando dengan mengarahkan pistol di kepala Darla.
Di depan sana, James menggeram kesal, melihat Darla di cekik lehernya dari belakang.
"James! Ucapkan selamat tinggal pada Istri mu! Haha!"
Dor!
"Darla!!!" pekik James tatkala melihat Darla jatuh tersungkur ke tanah.