Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol
Mama Mertua Coming



"Hei, kau bangun!!!" pekik wanita itu dengan berapi-api. Pasalnya sedari tadi wanita berambut panjang itu memanggil-manggil Darla.


Darla membuka mata dengan cepat, kemudian mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Eh, iya, iya, maaf.. Hoam!" Darla mengucek matanya sesaat seraya menguap lebar. Seketika dia pun menoleh melihat wanita berwajah oval memandanginya dengan sengit. Darla mengetahui jika wanita paruh baya di depan adalah Mama James karena foto yang dilihatnya di ruang tengah sangat mirip, yang berbeda hanya lah model rambutnya saja.


"Di mana anak ku!?" tanyanya dengan nada suara ketus.


"Mana aku tahu, memangnya aku baby sitternya!" balas Darla tak kalah ketus.


"Hei sopan lah sedikit dengan diriku! Aku adalah Mama pemilik mansion ini!" murka Mama James karena baru pertama kalinya dia diperlakukan tidak sopan oleh maid di mansion.


"Rawr!!" Suara auman Diego yang berada di belakang sofa membuat Mama James terpaku di tempat.


Darla bangkit berdiri, menghampiri Diego yang baru saja terbangun dari tidur siangnya. "Hei, Diego, bisa kah kau bermain di taman dulu. Nanti aku akan menyusulmu, ingat jangan nakal ya, bermain lah bersama kupu-kupu, oke?"


Diego membalas mengaum rendah seraya melirik sekilas Mama James yang nampak ketakutan. Secepat kilat Diego melenggang pergi hendak ke taman bunga. Selepas kepergian Diego. Mama James menatap tajam ke arah Darla.


"Hei, kau, ambilkan aku minuman! Aku haus! Bawakan aku ice lemon tea no sugar!" sahut Mama James dengan angkuh.


Darla mendengus, karena malas berdebat, dengan terpaksa ia mengambilkan Mama James minuman di dapur. Selang beberapa menit Darla kembali ke ruangan, langkah kakinya terhenti saat melihat seorang pria berwajah sangar seperti James duduk di samping Mama James.


"Hm, pasti itu adiknya James." Gumam Darla pelan kemudian ia kembali meneruskan lagi langkah kakinya.


Darla mendelikkan mata, lalu berkata," Yah kalau mau cepat buat sendiri saja sana! Memangnya aku robot!"


Perkataan Darla barusan berhasil membuat Mama James dan Michael terperangah. Nafas Mama James memburu melihat keberanian Darla. Wanita itu sedang menahan sabar menghadapi sikap Darla yang tidak tahu diri menurutnya.


"Berani sekali kau melawanku ya! Kau itu hanya babu di mansion ini! Dasar babu tidak tau di untung, aku akan melaporkan mu kepada James nanti! Dari mana Grey mendapatkan babu sepertimu!"


"Sudah selesai berbicaranya!?" kata Darla seraya berkacak pinggang di hadapan Mama James.


Sedari tadi Michael memperhatikan penampilan Darla yang nampak seksi dimatanya. Pria itu tengah membayangkan menjamah tubuh Darla.


"Dasar wanita gila!" bentak Mama James membuat Michael segera tersadar.


"Stop, Ma. Mungkin dia sedang kelelahan berkerja, sudah lah, nanti tensi Mama naik." Michael menghadang tangan Mamanya agar tak menjambak atau menampar Darla seperti yang Mamanya lakukan kepada para maid di mansion James ataupun kediamannya di Moskow.


Mama James mengatur nafas agar tak kembali marah. Seketika rasa pusing mendera kepalanya. Ia memegang keningnya kemudian berkata,"Telepon kakakmu sekarang, Michael! Mama tidak mau memiliki babu seperti wanita ini."


"Binggo, saran yang sangat bagus, Nyonya. Anda benar sekali, cepat telepon kakakmu yang mesum itu agar dia bisa memecatku sekarang, oh ya katakan padanya juga belikan Diego boneka beruang berwarna putih!" perintah Darla dengan enteng mengabaikan tatapan tajam Mama James. Berbeda dengan Michael. Pria itu tersenyum penuh arti melihat sikap Darla yang tak takut sama sekali.


'Hmm, menarik, sepertinya aku ada mainan baru di mansion.'