Love In Bet

Love In Bet
Hari Ulang Tahun Yang Spesial Pakai Peluru dan Busur



Di hari ulang tahunnya yang ke 24, Yuna mendapatkan kado yang belum pernah dia peroleh dan sangat dia sukai. Bagaimana bisa suaminya memberikan busur dengan buatan terbaik dari bahan karbon yang ringan plus sebuah Glock 43 9mm bewarna rose gold. Yuna bersemangat ingin mencoba di tempat latihan menembak milik Duncan McGregor.


"Darling, kita makan dulu. Kasihan ini dah masuk jam makan siang" ucap Edward yang menunjukkan jam tangan mahalnya.


Yuna pun mengangguk. "Mari kita makan dulu baru memulai acara menembak."


Para pegawai MB Enterprise dan anggota klan McGregor pun berbaur dengan boss dan istrinya. Yuna pun banyak berinteraksi dengan para pengawal suaminya beserta para istrinya. Banyak hal yang diceritakan oleh mereka bagaimana mereka memilih hidup secara legal semenjak Voldemort pensiun.


Para istri sendiri banyak yang bekerja sebagai pegawai di restauran milik MB Enterprise sedangkan para suami bekerja di perusahaan properti dan konstruksi.


"Mr Blair adalah boss yang baik, nyonya. Kami-kami hanya orang-orang yang loyal dengan Mr McGregor. Setelah beliau memutuskan untuk mundur, kami sebagai istri merasa lega karena suami kami tidak harus menemukan bahaya bersitegang dengan klan lain" papar salah seorang istri pengawal Edward.


"Dulu banyak anggota klan McGregor hanya saja yang memutuskan untuk tetap ikut sedikit tapi Mr McGregor dan Mr Blair tidak masalah" ucap yang lain.


"Saya bersyukur kalian sangat mendukung para suami untuk hidup normal dan mencari rejeki dengan jalan halal" ucap Yuna.


"Betul nyonya. Kami lebih tennag sekarang."


***


Edward menatap Jack, Bryan dan Bram yang sedang mengintimidasi bossnya.


"What?" tanya Edward ketus.


"Buset boss. Aku salut dengan nyonya Yuna. Aku kira nyonya Nabila sudah parah ternyata adiknya lebih parah" kekeh Bryan.


"Dimana-mana biasanya cewek itu lebih sumringah dikasih perhiasan, eh miss Yuna malah lebih sumringah dikasih busur dan Glock" gelak Jack.


"Mana Cartier nya langsung dimasukkan tas tapi busur dan Glock nya dielus-elus gimana gitu" sambung Bram.


"Sayang Mr McGregor sedang ke Australia dengan John. Bisa tambah lagi gadis kesayangannya big boss deh!" kekeh Jack.


"Tuan Mike saja udah dilupakan oleh big boss kalau dia anaknya" kekeh Bram.


"Udah ghibahnya?" tanya Edward judes.


"Belum!" seru ketiganya yang lalu tertawa.


"Boss, kok tahu Miss Yuna suka senjata api? Jarang lho cewek suka senjata." Bram satu-satunya orang yang belum mengetahui soal Yuna.


"Istriku ternyata paham senjata api dan memiliki lisensi menembak meskipun bukan license to kill ala James Bond" ucap Edward. "Dia bisa membedakan mana Sig mana Glock, padahal sekilas hampir mirip."


"Ngeri amat boss kalau Miss Yuna punya license to kill" gelak Bryan.


"Hu um" ucap Edward sembari melirik ke arah istrinya yang sedang mengobrol dengan para ibu-ibu.


***


Selesai acara makan siang yang akrab, para pria menyiapkan semua peralatan untuk melakukan latihan menembak.


Yuna terbelalak melihat koleksi senjata suaminya. yang ada di tempat itu.



"Astaga sayang, ini benar-benar menakjubkan!" seru Yuna. "Apa pernah dipakai semua?"


"Sesekali supaya nggak karatan juga. Aku ada dua orang yang dipercaya untuk membersihkan rutin."


Edward semakin takjub istrinya lebih berbinar-binar melihat koleksi senjata apinya daripada diajak ke butik atau toko perhiasan. Lebih baik membawa Yuna ke museum dan kesini.


Yuna memandang semua koleksi Edward. Tidak heran kalau suaminya memiliki koleksi seperti ini mengingat masa lalunya. Yuna juga tahu, suaminya menyimpan senjata rahasia di dalam tasnya setiap pergi dan satu dipasang di pergelangan kakinya sebuah pistol jenis Kolibri buatan Jerman.


"SIG dan Glock kamu pilih mana?" tanya Edward.


"Aku suka Glock, nggak sebesar SIG." Yuna masih mengelus ak47 yang ada disana.


Astaga istriku.


"Yuk, kita coba busur dan Glock hadiah kamu."


***


Edward dan Yuna sampai di tempat latihan menembak indoor yang sudah dipersiapkan oleh anak buah suaminya.



Edward mengisi peluru di Sig dan revolvernya sembari melihat bagaimana Yuna dengan lincahnya mengecek Glock nya lalu mengisi magazen nya dengan peluru kaliber 9mm.


Yuna menerima headset untuk melindungi telinganya dari suara desingan peluru yang akan ditembakkan.


"Mrs Edward Blair, Monggo lho mencoba" ucap Edward.


Yuna memasang kertas target dan memundurkan sampai jarak tembak terjauh. Dia mengenakan kacamata sebagai pelindung matanya yang indah.



Tanpa ragu, Yuna segera melepaskan tembakannya melalui Glock rose pink miliknya. Delapan peluru di dalam magazen langsung dihabiskan.


Setelahnya, Yuna memencet tombol untuk menarik kertas target disana. Edward dan lainnya terbengong-bengong melihat hasil tembakan Mrs Edward Blair itu.



"Buset boss! Nyonya jago ternyata" bisik Jack.


"Bagaimana?" tanya Yuna. "Sebenarnya ini masih pemanasan."


Edward menedelik. Pemanasan saja begini gimana kalau niat pakai banget?


"Kamu yakin ini baru pemanasan?" tanya Edward. Yuna mengangguk sambil tersenyum.


"Yuk, coba senjata yang lain."


Edward menepuk jidatnya.


***


Puas melakukan uji tembak dengan berbagai senjata koleksi McGregor, Yuna kemudian meminta untuk mengetes busur panahnya. Edward pun mengabulkan permintaan birthday wife nya. Namun para pegawai dan member klan McGregor semuanya berbisik-bisik kagum dengan istri bossnya.


"Nggak disangka Mrs Blair jago menembak bahkan bisa membongkar senjatanya dan memasangkannya kembali tanpa salah. Benar-benar pasangan yang cocok buat boss."


Jack, Bryan dan Bram langsung laporan kepada Voldemort aka Duncan McGregor yang langsung kagum dengan adik menantunya.


"Aku akan segera pulang dan mengadu tembak dengan Yuna. Benar-benar gadis-gadis keluarga Pratomo itu penuh dengan kejutan!" kekeh Duncan.


"Boss, kayaknya boss B lebih baik kehilangan Porsche nya daripada nggak dapat Miss Yuna" ucap Bryan.


"Iyalah! Porsche kapan saja bisa beli. Yuna? The one and only limited edition dan Tuhan tidak akan menciptakan dia lagi karena blue printnya cuma satu!" balas Duncan.


"Ya ampun boss, dikira miss Yuna itu rancang desain rumah apa ya!" gerutu Jack.


"Bilang sama Edward, jangan ajak Yuna keluar negeri dua Minggu ini. Aku mau pinjam istrinya untuk olahraga menembak!"


Ketiga orang itu memandang satu sama lain. Alamat boss B tidak diakui lagi seperti boss Mike.


Yuna sudah melepaskan jaketnya dan hanya meninggalkan kaos hitam saja. Tangan lentiknya dengan terampil mengatur busurnya untuk disesuaikan dengan kekuatan lengannya. Setelah dirasa pas, Yuna meminta anak panah kepada pengawal Edward.



Satu persatu anak panah mulai dilepaskan Yuna ke kertas target yang berada di jarak 30 meter. Sepuluh anak panah berhasil dilepaskan oleh Yuna dan Edward meminta hasil memanah istrinya.


"Astagaaaaa istriku!" bisik Edward ketika melihat kertas hasil memanah Yuna.



"Sayang tadi terbang satu entah kemana" jawab Yuna cuek.


Edward melongo. This is very very special day of me.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️