Love In Bet

Love In Bet
Adriana dan Yuna



Hari ini Yuna dan Adriana mensortir barang-barang yang hendak dimasukkan ke dalam daftar lelang sedangkan Edward memilih ikut Eddie ke kantor PRC group di Los Angeles.


Adriana sebelumnya adalah WNI ketika usia 15 tahun diterima kuliah di Boston University namun karena pertemuannya dengan seorang produser musik bernama Maurice Dawn yang melihat seorang gadis bersuara merdu menyanyi di sebuah cafe untuk menambah uang saku, membuat Adriana menyetujui membuat mini album.


Tak disangka mini album milik Adriana menjadi sukses dan kuliahnya pun jadi terbengkalai karena dia memilih untuk melakukan konser dimana-mana. Album-album berikutnya pun menjadi album terlaris dan mendapatkan penghargaan Grammy award dan American Music Award. Pertemuannya dengan aktor yang sedang naik daun Eddie Reeves pun membuat keduanya memutuskan menikah di usia muda, 20 dan 25 tahun.


Adriana pun berpindah kewarganegaraan menjadi Amerika Serikat setelah dia menikah dengan Eddie. Di usia 22 tahun, Adriana melahirkan si kembar Alex dan Alexandra. Empat tahun kemudian, Rey pun lahir dan dua tahun setelahnya Ryu lahir.


Adriana menyelesaikan pendidikannya sarjananya setelah mulai mengurangi kegiatan keartisannya dengan mengambil kuliah di UCLA jurusan bisnis.


Kini di usia 50 tahun, Adriana merasa hidupnya sudah sesuai dengan keinginannya. Suami dan anak-anaknya yang selalu sehat dan dalam lindunganNya. Jadi dia bisa berkonsentrasi dengan bisnis yang dirintis bersama kakaknya Adrian yang satu tahun setengah lebih tua darinya.


"Kata Ryu, semalam ada insiden Na?" tanya Adriana.


"Biasa tan, ada orang ngadi-ngadi tidur dengan Edward di Malibu" jawab Yuna santai.


"Hah? Memang Edward pernah ke LA?" tanya Adriana.


"Edward cuma ke New York saja sih kalau ke Amrik. Aku iseng memeriksa paspor Edward pada saat di rumah London." Yuna mengerling jenaka.


"Astaga keponakan Tante yang cantiknya begini ternyata benar-benar tahu mempertahankan Aset" gelak Adriana.


"Harus Tante mengingat Edward mantannya banyak jadi aku harus siap siaga. Edward sih nggak perlu khawatir tentang aku karena satu-satunya pria di kehidupanku selain papa dan mas Akira ya cuma Edward Blair."


Adriana memeluk keponakannya. "Itu baru keponakan Tante yang cerdas! Kita sebagai wanita bukanya ingin kepo banget kehidupan pribadi suami tapi setidaknya tahu apa saja yang dilakukan oleh suami kita."


"Apalagi seperti Tante yang tinggal di Hollywood seperti sekarang. Gosip makin gencar dan kami berdua harus pintar-pintar mengatasi masalah agar tidak terjadi skandal. Jangan dikira kehidupan pernikahan Tante dan Oom baik-baik saja. Tidak semulus itu Férguso!" kekeh Adriana.


"Hollywood keras kehidupannya dan Tante memang sudah membuat target, masuk usia 50 tahun, stop dunia keartisan. Tante ingin hidup normal, menikmati bekerja kantoran, mengurus bisnis yang keluarga kita rintis. Bagaimanapun, Tante harus membuktikan kepada almarhum eyang Kakung dan eyang putri, bahwa kami berempat anak keluarga Pratomo bisa membuat bisnis keluarga lebih besar lagi."


"Tante nggak sayang kehilangan para fans kalau mundur dari dunia hiburan?" tanya Yuna.


"Dunia hiburan itu dunia semu dan harus selalu update agar tetap dipakai, kasarannya. Tante sudah mendapatkan dan merasakan itu semua. Merasa dipuja-puja, semua perilaku Tante dipermisifkan meskipun salah, mendapatkan cacian makian... Kenyang Na!" gelaknya.


"Tante sudah 50 tahun ini, dan bagi Tante usia segini waktunya enjoy the life setelah lelah harus berpacu waktu konser, bikin album jadwal syuting. Tante sudah punya banyak uang dan kamu tahu sendiri Tante bukan tipe suka belanja barang-barang nggak perlu. Kalau kamu lihat koleksi barang mewah seperti tas, sepatu atau baju, itu semua dari pihak brand yang memberikan pada Tante. Ya diterima saja kan?" senyum Adriana.


"Yang penting Na, bukan berapa banyak kamu koleksi tas Hermès atau sepatunya Manolo Blahnik tapi seberapa amal ibadahmu yang kamu tabung selama kamu hidup di dunia ini. Tante ma Oom pernah terjerumus dunia gelap Hollywood namun almarhum eyang Kakung mu berpesan pada Tante. 'Disaat kamu merasa tersesat, datanglah ke rumah Allah dan disana kamu tidak akan pernah tersesat lagi.' Dan itu terbukti."


Adriana mengambil sebuah tas dokumen dan memperlihatkan sebuah kliping yang memberitakan tentang ditahannya Adriana Pratomo dan Eddie Reeves akibat menyetir karena mabuk.


"Mas Adrian woooo, marahnya luar biasa bahkan hampir menyeret Tante pulang ke Indonesia dan disuruh pisah dengan Oom Eddie."


Yuna baru tahu bahwa keluarganya ternyata tidak baik-baik bahkan ada cacatnya.


"Tante memang paling mbeling Na. Tapi eyang Kakung hanya memberikan nasehat tadi karena tahu karier Tante sedang menanjak. Akhirnya Tante dan Oom datang ke mesjid dan bertemu dengan Ustadz disana. Kami benar-benar memutuskan untuk hidup bersih apalagi Tante sedang hamil Rey waktu itu. Untung dobel A tidak terlambat Tante didik menjadi anak baik-baik. Kalau bukan dari orangtuanya yang memperbaiki diri, percuma kasih contoh ke anak karena anak akan meniru orangtuanya."


Yuna menatap wajah cantik Tantenya yang seolah nggak ada beban lagi bercerita. "Tante harap apa yang terjadi pada Tante, tidak pernah kamu alami. Edward mungkin bukan pria sempurna, bukan pria baik di masa lalu tapi dia berusaha menjadi pria sempurna dan terbaik di dirimu Na. Tante melihat bagaimana Edward selalu memandangmu dengan penuh cinta setiap kamu tidak melihat. Sama seperti Oom kalau memandang Tante, atau Jeffry memandang Alexa."


"Bersyukurlah atas semua yang kamu dapatkan dari Allah karena semua itu merupakan berkah yang tidak ternilai. Tante dan Oom bersyukur mendapatkan teguran ditangkap polisi karena kami sudah melenceng, kami nyaris melupakan dobel A karena kehidupan gemerlap kami. Skandal DUI atau Driving Under Influence, membuat kami melek."


Yuna memeluk tantenya. "Ternyata keluarga kami tidaklah sempurna seperti yang dibayangkan orang-orang" kekeh Yuna.


"We're not perfect person but we try to be good person karena hukum sebab akibat di kehidupan itu berlaku. Kita baik sama orang, Allah akan melipatgandakan kebaikan kita dengan caraNya. Kita jahat dengan orang apalagi anak yatim, Allah pun akan mencabut nikmat kita tanpa kita sadari."


"Terimakasih Tante atas girls talk pagi ini" senyum Yuna.


"Jangan pernah sia-siakan apa yang sudah menjadi milikmu apalagi yang benar-benar mencintaimu karena itulah yang diberikan Allah untukmu."


"Justru karena itu aku kemarin berusaha melindungi milikku" jawab Yuna.


"Exactly! Jangan remehkan girl power!" kekeh Adriana.


"Tan, you're so spice girl" gelak Yuna.


Adriana tertawa.


***


Yuhuuu Up lanjutan yaaaa mumpung lagi anget from the jempol


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️