Love In Bet

Love In Bet
Drama ala Edward Blair



Papa Aryanto dan mama Rani sekarang berada di teras belakang membahas calon menantunya yang super ajib. Meskipun ada perasaan nggak rela Yuna bersama Edward, tapi melihat putrinya dengan santainya memukul di depan orangtuanya, membuat sepasang suami istri itu pun mengalah.


"Ya ampun mas, Yuna itu harus dikasih tahu supaya mengurangi KDRT ke Edward deh! Bisa-bisanya main jotos bahunya Edward!" keluh mama Rani yang merasa tidak mendidik putrinya seperti itu.


"Biarin ajah Ran, wong Edward nya tampak bahagia tuh dihajar anak kita" kekeh papa Aryanto.


"Tapi kan gak patut ah anak wedhok kayak gitu."


"Ran, masih mending Yuna cuma banting sama jotos Edward dibandingkan Vivienne yang bikin anak orang masuk rumah sakit" gelak papa Aryanto teringat keponakan bulenya itu.


"Kalau Vivienne mah kebablasan itu."


***


Edward masih dengan santainya tiduran di paha Yuna yang masih memeriksa pekerjaannya di iPad. Keduanya kini berada di ruang tengah sembari mendengarkan channel musik dari tv disana.


"Kamu lagi sibuk apa Yuna?" tanya Edward sambil memejamkan matanya. Rasanya enak sekali tiduran di paha gadisnya.


"Tante Yana mau lelang barang-barangnya terus minta bantuan aku" jawab Yuna.


"Tante Yana itu Adriana Reeves, artis dan diva terkenal itu?"


"Iya. Kan semenjak memutuskan berhenti dari dunia hiburan terus urus perusahaan di LA, banyak barang-barang dia yang nggak kepakai seperti kostum konser, beberapa koleksi baju sepatu dan tas, sama beberapa merchandise. Mau dilelang buat amal anak-anak penderita kanker, shelter binatang dan konversi cagar alam."


"Hhhmmm. Kamu mau ke Los Angeles?"


Yuna menatap Edward. "Habis menikah kita kesana gimana?"


"Bulan madu sekalian kerja?"


"Perusahaanmu gimana?" tanya Yuna.


"Aku kan selalu mengawasi lagipula ada Jack dan Bryan disana."


"Berarti aku tinggal di London ya sama dirimu."


"Iyalah! Masa terpisah? Nanti kamu nggak bisa tidur karena nggak ada yang dibanting pagi-pagi" kekeh Edward.


"Kayaknya kalau sudah menikah, malah aku yang dibanting olehmu" gumam Yuna sembari kembali melihat iPad nya.


"Betul itu! Aku banting lalu aku ciumi seluruh wajah dan tubuh... Aadduuhhh!" Edward memekik ketika Yuna mencubit pinggangnya.


"Mulutmu itu yaaaa!"


"Lhooo kan kenyataan bakalan seperti itu darling."


"Mbuh!" cebik Yuna.


"Hah? Apa tuh! Gak usah dijawab! Aku browsing saja di google" sahut Edward sambil membuka ponselnya.


Yuna tertawa.


***


Sesuai dengan janji mama Rani, hari ini Edward ditemani oleh Yuna ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Jika kondisi Edward oke, hari ini juga dilakukan sunat dengan menggunakan teknik konvensional.


Mama Rani sampai pening melihat drama Edward yang meminta bius total karena tidak mau melihat jarum suntik.


"Itu kan sama saja dengan operasi kan? Jadi saya minta bius total!" eyel Edward.


Dokter Frans hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar argumen dari calon menantu pemilik rumah sakit itu.


"Ed, kalau Mbak Nabila masih kerja disini lebih parah tahu!" Yuna merasa sebal karena Edward makin absurd.


"Pokoknya aku minta anestesi total!"


Setelah drama di ruang praktek dokter Frans, akhirnya diputuskan untuk anestesi total demi calon mantu nyonya Rani Aryanto Pratomo.


***


Tiga Minggu Kemudian


Hari ini Edward dan Yuna melakukan fitting gaun pengantin di butik milik Budhe Niken, mama Nabila dan Shanum. Yuna sendiri lebih memilih gaun pengantin yang nggak ribet sedangkan Edward memilih memakai tuxedo.


Setelah selesai fitting, keduanya memutuskan untuk makan siang di restoran milik Ryu yang sudah datang demi pernikahan sepupu bar-barnya dan pula Tante Rani sudah meminta catering dari Ryu.


"Halo calon pengantin" sapa Ryu Reeves seorang chef profesional yang usianya baru 18 tahun namun sudah memiliki banyak restoran. Berawal menjadi runner-up MasterChef junior di Amerika Serikat membuat namanya semakin dikenal.



Ryu kemudian memeluk dan mencium pipi sepupu cantiknya itu lalu menyalami Edward.


"Halo Ryu" sapa Yuna.


"Kalian mau makan siang apa?" tanya Ryu.


"Something spesial saja" jawab Yuna.


"Okay! Coming right up."


Ryu pun masuk ke area dapur meninggalkan sepasang calon pengantin itu.


"Kalau aku tidak tahu dia sepupumu, sudah aku hajar main peluk cium kamu!" bisik Edward.


"Kenapa? Ryu manis yaaa?" goda Yuna.


Edward langsung cemberut. "Awas kalau muji cowok lain."


"Astaga Mr Edward Blair. Anda mulai lagi posesif nya?" kekeh Yuna.


"Iyalah. You're mine and I'm yours."


Yuna tertawa melihat wajah Edward. "Aku nggak kebayang kalau punya anak laki-laki, kayak apa posesif nya dengan wanita yang dicintainya."


"Jika gen Blair sudah jatuh cinta dengan seseorang, dia akan menghabiskan dan menyerahkan hidupnya dengan orang itu hingga waktunya dipanggil pulang."


Yuna terpana mendengar ucapan Edward.


***


Ryu menemani sepasang pengantin baru itu dengan semangat memberikan menu yang akan disajikan besok pada acara pernikahan Yuna dan Edward.


"Na, mau model kayak mbak Nabila kemarin atau mau konsep gimana? Mumpung masih ada waktu seminggu ini" tanya Ryu sambil mencorat-coret daftar makanan yang diberikan kepada Yuna.


"Di-mix ajah antara menu Nusantara sama western Ryu. Aku pasrahin ajah semua sama kamu, soalnya aku juga udah ribet sama bule satu ini" ucap Yuna sambil menunjuk Edward yang asyik memakan steaknya.



"Eh bule satu ini calon suami mu juga Yuna."


Ryu tertawa. "Aku heran. Bukannya elu dikadalin sama bule satu itu jadi taruhan bang Mike? Kok bisa mo nikah ma dia sih? Padahal elu mpe mewek pergi pas mbak Nabila nikah langsung ke Jerman."


"Cuma dia yang pasrah aku banting dan tonjok" jawab Yuna kalem.


"Whoah! Dah tabah di KDRT bang?" goda Ryu.


"Udah lah. Saking cintanya aku ma Yuna."


Yuna melongo, Ryu terbahak. "Huahahahahaha, gombalmu receh banget bang!"


"Eh itu serius tahu!" eyel Edward.


"Na, gue nggak kebayang kalau elu punya anak laki plek ketiplek Edward gombal plus modusnya, ancur dunia percasanovaan dah!" Ryu tertawa.


"Hohoho, jangan! Doaku kalau suatu saat aku diberi kepercayaan memiliki anak laki-laki, janganlah meniru Casanova Daddynya. Ikut mommynya saja, sekali jatuh cinta langsung seumur hidup."


Edward tersedak steak ketika mendengar ucapan Yuna sampai Ryu menepuk punggungnya.


"Apa kamu bilang?" dengan suara serak setelah minum.


"Yang mana?" tanya Yuna.


"Sekali jatuh cinta langsung seumur hidup." Ryu yang mengucapkan.


"Nah tuh!" sahut Edward.


"Eh? Apa iyaaaa?" Yuna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yuna Indira Pratomo!" desis Edward kesal.


"Dalem sayang" jawab Yuna manis.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Tahu kan gesreknya Duncan dari mana?


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️