Love In Bet

Love In Bet
Sah Bro! Bubye Porsche



Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Edward apalagi kalau bukan acara pernikahannya dengan Yuna. Semua keluarga Pratomo, McGregor dan Blair hadir di acara akad nikah yang memang hanya untuk keluarga.


Edward sudah siap dengan tuxedo dan jas hitam. Begitu juga dengan Yuna yang hari ini memilih memakai pakaian pengantin mengambil model ala Thailand bewarna gold. Gadis itu tidak mau mengenakan kebaya karena ribet.



Keduanya pun duduk di kursi yang disediakan untuk ijab qobul. Papa Aryanto sendiri yang akan menjadi wali nikah sedangkan saksi adalah Duncan McGregor dan Adrian Pratomo.


Seorang penghulu pun membacakan apa saja hak dan kewajiban suami dan istri serta nasehat bagi keduanya. Akhirnya papa Aryanto memulai acara ijab qobul.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Edward Jonathan Blair dengan anak saya yang bernama Yuna Indira binti Aryanto Pratomo dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, mansion di London dan satu set perhiasan, Tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Yuna Indira binti Aryanto Pratomo dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” ucap Edward dengan sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?"


"SAH!"


"Alhamdulillah."


***


Usai ijab dan acara sungkeman kepada orangtua Yuna dan Duncan McGregor sebagai pengganti orangtua Edward yang sudah meninggal, Yuna pun kembali ke kamar untuk berganti baju karena acara resepsi segera dilakukan.


Dibantu oleh makeup artis dan para sepupu perempuannya, Yuna pun keluar kamar mengenakan gaun pengantin yang dipilihnya. Sebuah gaun sederhana berbahan Lace dengan layer renda yang tampak pas di tubuhnya.



Edward yang melihat istrinya mengenakan gaun pengantin cantik itu hanya melongo yang langsung disenggol oleh Mike.


"Bro! Itu mulut dikondisikan kenapa? Udah sah tuh Yuna punya elu." Mike menggoda Edward habis-habisan.


"Shut up Mike!" umpat Edward lalu merogoh saku celananya. "Ini! Buat elu!" Edward menyerahkan kunci mobil Porsche 911 Gt3 nya.



"Alhamdulillah! Koleksi hamba bertambah lagi" ucap Mike dramatisir.


"Rawat si Gt baik-baik!" ucap Edward sembari berjalan menuju Yuna.


"Yang kudu elu pikirin rawat bini lu, bambaaaaannggg! Bukan boil elu!" sahut Mike sambil terbahak.


Nabila yang menghampiri suaminya bingung melihat Mike dan Edward berseteru lagi.


"Kamu kenapa sih mas? Ribut melulu kalau ketemu Edward?" tanya Nabila.


Mike hanya nyengir dan memperlihatkan kunci Porsche di tangannya.


"Astaghfirullah! Balikin tuh kunci ke Edward!" bentak Nabila.


"Hohoho, tentu tidak sayang. Kita itu laki-laki! Harus konsekuen dong dengan ucapan dan perbuatan! Edward kalah, ya kasih mobilnya dia dong!" Mike senyum penuh kemenangan.


Nabila hanya mengelus pelipisnya. "Aku suka nggak ngerti jalan pikiran laki-laki."


"Nggak usah ngerti, yang penting nanti malam kita saling pengertian." Mike menaik turunkan alisnya dengan wajah jahil.


"Ya Allah, mas! Mesum!" desis Nabila sambil memukul bahu suaminya.


Mike terbahak sambil memeluk Nabila dan mencium kening istrinya.


***


"Halo suamiku" senyum Yuna. Edward lalu mencium punggung tangan kanan Yuna yang kini tersemat cincin nikah.


Edward menggandeng Yuna menuju pelaminan yang membuat para tamu undangan pada bersorak terutama Mike dan pasukan Bodrex nya yang heboh melihat takluknya Casanova Blair.


Yuna hanya memegang pelipisnya sambil beristighfar melihat rusuhnya acara resepsi mereka. Edward hanya nyengir melihat Yuna yang puyeng melihat keluarga besarnya dan keluarga besar McGregor saling ramai membuat ramai pesta pernikahan.


Gadis itu juga melihat bahwa papanya bersama Pakdhe Adrian menemui banyak kolega dan rekan bisnis yang datang. Duncan McGregor sendiri dengan santainya ngobrol dengan Nabila dan Mike dan tertawa melihat apa yang diperlihatkan oleh putranya.


"Yuna, selamat ya" ucap nyonya Tiar yang datang tanpa suaminya karena masih asyik ngobrol dengan papanya.


"Terimakasih aunty" jawab Yuna ramah sambil tersenyum.


"Sayang, apa yang aunty inginkan ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Tapi itulah hidup, tidak semua harus sesuai dengan keinginan" keluh nyonya Tiar.


Yuna mengusap lengan nyonya Tiar lembut. "It's a life aunty."


Nyonya Tiar mengangguk lalu mengucapkan selamat kepada Edward yang membalasnya dengan sopan.


Keduanya masih menerima banyak tamu undangan dan ternyata nama Yuna Pratomo menjadi trending topik di kalangan para kolega papa Aryanto Pratomo karena membuat banyak orang patah hati.


Sampai Duncan McGregor maju ke panggung musik untuk memberikan sambutan.


"Mungkin diantara kalian tidak ada yang tahu siapa Edward Blair. Baik, saya ceritakan sedikit tentang pria yang bertekuk lutut dengan gadis tuan Aryanto Pratomo. Duncan dan adiknya Stephen adalah dua anak yatim-piatu yang tinggal di panti asuhan di kota London. Edward sejak kecil sudah melakukan apa saja untuk bisa makan dan menyekolahkan adiknya termasuk mencuri." Duncan menatap Edward sayang seperti bapak ke anak.


"Suatu hari, dia mencoba mencopet dompet saya namun tertangkap oleh pengawal saya waktu itu, Colt, bless his soul karena sudah meninggal, dan saya membawanya ke markas bersama dengan adiknya." Duncan menatap Stephen yang memeluk Diana.


"Singkat cerita, saya meminta Edward ikut bekerja dengan saya berkat kecerdasannya, dia mampu menjadi tangan kanan saya dan dia membiayai pendidikan Stephen hingga menjadi pengacara. Stephen adalah pria garis lurus, sudah menikah dengan gadis pujaannya. Thank you Diana yang mau menerima Stephen." Diana mengangkat gelas minumnya ke Duncan.


"Ketika saya tertembak oleh saingan bisnis saya dan diselamatkan oleh menantu saya, Nabila Pratomo, saya memutuskan untuk berhenti dari dunia gelap dan kami memutuskan untuk meneruskan bisnis restauran dan properti yang memang sudah kami miliki secara legal."


"Edward pun mengikuti jejak saya menjadi pengusaha bahkan dia yang menjadi penerus McGregor-Blair Enterprise karena kedua putra saya sudah memiliki karier sendiri. Pertemuan Edward dengan Yuna pun bermula dari sebuah karya seni. Yuna adalah seorang kurator berlisensi dan memiliki banyak pengetahuan tentang seni karena saya tahu dia hobinya ke museum di seluruh dunia."


Yuna tersenyum ke Duncan dan Edward meremas tangan istrinya lalu menatapnya bangga.


"Seorang putri konglomerat lebih memilih menjadi seorang kurator dan menolak memakai nama belakangnya buat saya itu gadis yang patut diperjuangkan dan Edward memenangkan itu meskipun harus kehilangan Porsche 911 Gt3 nya" kekeh Duncan.


Edward hanya mengusap wajahnya kasar, kesal karena masih teringat mobilnya.


"Edward dan Yuna, selamat atas pernikahannya. Semoga kalian menjadi keluarga... keluarga apa Mike?"


"Sakinah mawadah warahmah" jawab Mike.


"Ya itu yang kumaksud" sahut Duncan yang membuat para undangan tertawa.


"Anyway, congrats buat kalian. Rukun-rukun sampai tua dan benar-benar dipisahkan karena kematian. Aamiin." Para tamu undangan memberikan applaus atas sambutan Duncan yang langsung menuju tempat pelaminan untuk memeluk pengantin baru itu. Tanpa terasa ketiganya pun menitikkan air mata terharu.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️