
Seminggu ini Edward menyibukkan diri untuk menyelesaikan semua pekerjaannya yang ditinggal lama demi mengantar istrinya ke Los Angeles. Edward tidak pernah melarang istrinya bekerja sesuai dengan passionnya meskipun dia tahu Yuna sudah banyak uang.
Edward sangat menikmati kehidupan pernikahannya yang sudah berjalan sebulan. Dia tidak memikirkan soal anak dulu meskipun berharap segera hadir apalagi jika anak pertama nanti adalah laki-laki. Pasti akan rusuh karena keduanya akan sama-sama rebutan Yuna.
Membayangkan memiliki seorang anak laki-laki bule bermata biru, membuat Edward semakin semangat untuk membuat Yuna hamil. Segera Edward menyelesaikan pekerjaannya dibantu duo J dan Bryan karena Voldemort aka Duncan McGregor memilih liburan ke Jakarta bertemu dengan besan dan keduanya akan terbang ke Sydney melihat proyek PRC group disana.
***
"AAAPPAA? Kamu lagi dapat?" teriak Edward saat sudah sampai rumah.
"Iya, lagi dapat. Memang kenapa Ed?" tanya Yuna santai.
Bahu Edward yang tadinya tegap langsung turun dengan lemas.
"Padahal aku lagi semangat mau bikin bocah" keluh Edward lesu.
"Ya Ampun Ed, aku kira kenapa" kekeh Yuna. "Sabar ya pak, tunggu seminggu."
"Iya" jawab Edward nggak semangat.
"Pak Edward, jangan letoy gitu dong jalannya" gelak Yuna melihat suaminya masuk kamar mandi dengan lesu.
"Letoy lah! Si bird udah semangat masuk ke sarang, malah lagi kebanjiran" sahut Edward sebal.
Yuna tertawa terbahak-bahak melihat suaminya manyun. "Haddeehhh pria tuh ya, otaknya nggak jauh-jauh dari kemesuman haqiqi."
"Biarin! Toh kamu juga suka kan kemesuman yang haqiqi dari aku?" cengir Edward jahil. "Kita sama-sama satu server kalau soal kemesuman."
"Kalau aku nggak satu server, kamu nanti akan berpaling mengingat kamu seperti apa dulu" senyum Yuna tanpa beban.
Edward pun berbalik membatalkan niatnya ke kamar mandi dan berjalan menuju Yuna yang sedang memilah-milah baju yang sudah disetrika.
"Baby, karena kamu bilang kamu satu server denganku soal kemesuman, berarti bisa minta service dong dengan cara lain?" goda Edward dengan wajah yang rasanya Yuna ingin tonjok.
Yuna menatap datar Edward. "Mandi atau aku seret?"
Edward tergelak. "Astaga, Mrs Blair. Gualaknya kalau hormon lagi kacau."
"Nah, tuh tahu!"
"Mandi dulu darling" Edward mencium pipi Yuna sekilas "Tolong dipikr ulang soal permintaan suamimu ini." Pria itu lalu berjalan menuju kamar mandi sambil bersiul-siul.
Yuna melirik judes. Aku salah ngomong sama Casanova kasep itu!
***
Los Angeles, California, Amerika Serikat
Edward dan Yuna sampai ke sebuah mansion yang bergaya Jepang. Mansion mewah itu adalah milik Adriana Reeves atau biasa dikenal di kalangan keluarga Yana Reeves.
Adriana Reeves adalah seorang aktris, penyanyi dan pencipta lagu. Dia menikah dengan seorang aktor berkebangsaan Amerika bernama Eddie Reeves dan keduanya memiliki empat anak, si kembar Alex dan Alexa Reeves, Rey dan Ryu Reeves.
Alex dan Alexa mirip dengan sang ibu menjadi model dan penyanyi dan dikenal dengan nama Reeves Twin. Keduanya sangat terkenal di Jepang dan Korea Selatan. Diantara empat bersaudara Pratomo, Adriana menikah terlebih dahulu baru dua tahun kemudian Adrian menyusul. Tak heran jika Alex dan Alexa setahun lebih tua dari Nabila.
Alexa sudah menikah dengan mantan seorang model blasteran Amerika Serikat dan Korea Selatan bernama Jeffry Lee yang beralih menjadi seorang arsitek. Alex sendiri adalah lulusan Oxford jurusan matematika sedangkan Alexa adalah seorang dokter hewan lulusan Cornell University yang merupakan Universitas Negeri terkenal di Amerika Serikat. Alexa dan Jeffry memiliki dua bayi kembar laki-laki bernama Kenzo dan Keanu.
Si kembar kini tinggal di Jepang mengelola PRC group disana sembari tetap melakukan passionnya di musik dan merawat hewan-hewan terlantar. Alexa sendiri sering melakukan pengobatan gratis bagi para pemilik hewan yang tidak memiliki biaya baik di seluruh Jepang.
Adriana sendiri setelah berulang tahun yang ke 50, memutuskan mundur dari dunia hiburan dan mengelola PRC group kawasan Amerika Serikat. Suaminya, Eddie, sesekali masih berakting namun lebih memilih bekerja bersama Adriana sebagai arsitek.
Edward dan Yuna sampai di pintu utama dan tampak Adriana Reeves disana dengan gaun santainya.
"Halo kedua keponakan" sapanya ramah.
"So Edward, bagaimana rasanya menikah dengan keponakan Tante yang bar-bar ini?" tanya Adriana sambil tersenyum geli.
"Apa semua keluarga tahu?" tanya Edward.
"Keluarga kami adalah keluarga bar-bar, jadi tidaklah heran jika kamu jadi korbannya" kekeh Adriana.
"Yah begitulah Tante, saya memilih menikah dengan wanita yang luar biasa" Edward lalu berbisik "Biarpun bar-barnya kebangetan."
Adriana tergelak. "Welcome to our family."
"Sudah pada datang?" sebuah suara bariton membuat ketiganya mendongak. Yuna tersenyum.
"Halo Oom Eddie" sapa Yuna sambil tersenyum. Pria paruh baya yang masih tampan itu lalu memeluk Yuna hangat.
"You must be Edward, pria yang dihajar oleh keponakanku yang cantik ini" sapa Eddie.
"Oh please Oom. Kenapa itu yang diingat" sungut Edward sambil manyun.
Adriana dan Eddie tertawa.
"Sudah, sudah. Kalian kan pasti capek. Ayo istirahat dulu nanti kita makan siang jam 12 bersama." Adriana mengantar Yuna dan Edward menuju kamar mereka.
Edward dan Yuna sangat suka dengan style kamar tamu milik Adriana yang bernuansa Jepang.
"Selamat beristirahat. Ryu nanti siang pulang dari restaurannya kalau Rey, dia masih di MIT baru bisa pulang ke LA besok."
***
"Tantemu benar-benar suka interior Jepang" komentar Edward.
"Tante Yana memiliki dua kewarganegaraan, Amerika Serikat dan warga negara Jepang kehormatan karena karier nya di Jepang meroket serta pemerintah Jepang menyukai pribadi Tante yang menghormati negara Jepang. Jadi seumur hidup Tante adalah warga negara Jepang" papar Yuna.
"Si kembar tinggal di Jepang kan?" tanya Edward.
"Double A di Tokyo dan memilih menjadi warga negara Jepang meskipun berhak dobel kewarganegaraan tapi mereka memilih stay disana."
"Alexa menikah dengan Jeffry Lee kan?" tanya Edward.
"Kamu kenal mas Jeff?" Yuna balik bertanya.
"Kenal baik, tidak...belum. Tapi Voldemort bilang Jeffry adalah arsitek yang cerdas dan salah satu aset milik PRC group."
"Begitulah lingkungan keluargaku. Chaos dan smart" kekeh Yuna.
"Rey dan Ryu? Apa mereka juga bekerja di PRC group nanti?" tanya Edward sembari merebahkan tubuhnya di kasur empuk.
"Rey kayaknya lebih memilih di luar PRC group, apalagi sekarang dia bekerja di Tesla sedangkan Ryu lebih suka menjadi chef." Yuna pun ikut merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya setelah membereskan bawaan mereka.
"Aku mau tidur sebentar, baby. Tiba-tiba mengantuk" Edward memejamkan matanya.
"Tidurlah. Aku akan segera menyusul tidur."
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift.
Tararengkyu ❤️🙂❤️