Love In Bet

Love In Bet
Menata Hati



"AAAPPAA??" teriak Nabila ketika tahu kejadiannya dan tanpa basa basi, gadis cantik berbaju merah itu langsung menjotos suaminya.


Mike sedikit terhuyung mendapatkan tinju di malam pengantinnya.


"Kamu bertaruh dengan Edward? Bilang kalau Edward jatuh cinta dengan gadis Indonesia, mobilnya akan menjadi milikmu? Dan sialnya lagi, adikku yang diincar Casanova satu itu?" Nabila berjalan bolak-balik di kamar pengantin.


Tadi Keluarga besar McGregor dan Pratomo ribut gara-gara melihat Yuna menangis dan langsung mengepak kopernya dan pergi ke Heathrow. Papa Aryanto dan mama Rani lalu bertanya kepada Edward dan Mike yang masuk ke dalam rumah dengan wajah saling membenci, akhirnya mengetahui kenapa putrinya seperti itu.


Tentu saja Duncan McGregor langsung menjewer kedua orang itu menuju ruang kerjanya, sedangkan keluarga Pratomo hanya bisa memegang pelipisnya tidak menyangka akan terjadi kerusuhan di hari pernikahan Nabila dan Mike.


Nabila sendiri merasa malu akan kelakuan dua pria minus empati dan simpati itu dan meminta maaf akan kejadian tidak menyenangkan. Semua sepupunya berusaha menghubungi Yuna tapi tidak ada yang bisa. Tampaknya gadis itu memilih mematikan ponselnya.


Dan sekarang di kamar pengantin, Nabila menghukum Mike habis-habisan.


"Apa uang kamu sudah habis Mike? Sampai-sampai kamu tidak bisa beli Porsche? Apa perlu aku belikan? Aku juga punya uang asal kamu tahu! Kenapa harus adikku Mike?" Nabila rasanya ingin membanting suaminya tapi dia merasa sayang dengan gaun merahnya ini.


"Aku tidak menyangka kalau Edward akan jatuh cinta pada Yuna!" bantah Mike.


"Menyesal aku mengenalkan adikku padamu dan pada Edward!" Wajah Nabila benar-benar marah.


"Nab, sudah malam. Apa kamu nggak capek?" rayu Mike.


"Aku tidur di kasur, kamu di sofa!"


Mike terperangah. "Nab, jangan gitu dong!"


"Ya sudah! Kamu di lantai tidurnya!" desis Nabila dengan wajah tidak bisa dibantah.


"Aku di sofa saja."


"Ohya, hak mu aku pending sampai seminggu!"


"Haaaahhhh? Jangan lah Nab!" rengek Mike.


"Iyalah! Aku lagi dapat juga!"


***


Sebulan kemudian...


Yuna menikmati liburannya di Kota Athena Yunani selama seminggu ini. Usai kejadian di London, Yuna langsung pergi ke Heathrow dan meminta pesawat pribadi keluarganya untuk menerbangkannya ke Berlin Jerman.


Di Berlin, Yuna memutuskan untuk menginap di Hilton Hotel dan menenangkan diri disana selama dua hari. Kartu ponselnya dia ganti dengan kartu lokal dan hanya kedua orangtuanya yang tahu dia berada dimana dan meminta keluarga besarnya tidak ada yang tahu.


Selama di Berlin, Yuna menikmati acara jalan-jalannya di Pergamonmuseum dalam komplek museum island. Bahkan Yuna dalam seminggu bisa 3 kali kesana karena dia sangat suka museum yang menyimpan bangunan-bangunan monumental yang direkonstruksi pada ukuran aslinya, misalnya Pergamon Altar dan Gerbang Pasar kota Miletus.



Puas di Berlin selama sepuluh hari, Yuna memutuskan ke Paris Perancis dan menginap di hotel Pullman Paris Tour Eiffel yang lokasinya bisa melihat menara Eiffel dari kamarnya.


Yuna berjalan-jalan di Louvre museum dan berakting seolah-olah dia seperti karakter Robert Langdon yang mencari holly grail di novelnya Dan Brown.



Untuk pertama kalinya dia memakai uang yang berada di tabungannya khusus pemasukan dari sahamnya. Yuna ingin menikmati liburannya dan papanya sendiri yang memintanya tidak usah memikirkan soal lelang amal yang akan dilaksanakan akhir Januari.


Puas di Louvre, Yuna memutuskan ke Musée d'Orsay dan tanpa sadar dia menangis ketika melihat lukisan karya Edgar Degas yang disana karena mengingatkan akan pertama kalinya dia bertemu dengan Edward karena lukisan Degas.



Seorang wanita tua melihat Yuna yang menangis kemudian bertanya padanya.


"Mademoiselle, pourquoi pleurez-vous ? ( nona, kenapa anda menangis )?" tanya wanita itu.


"Ne soyez pas triste dame. Soyez assuré que quelque chose sera beau en son temps. ( jangan bersedih nona. Yakinlah semua akan indah pada waktunya )" ucap wanita tua itu sembari menepuk tangan Yuna hangat.


"Merci beaucoup, Madame" balas Yuna.


Keduanya lalu bercakap-cakap akrab sembari menikmati suasana museum dan nyonya Lily, nama wanita itu, sangat kagum dengan luasnya pengetahuan Yuna akan barang-barang seni disana.


Keduanya berjanji akan bertemu kembali suatu saat nanti.


***


Kini di Athena Yunani, Yuna menikmati jalan-jalan di Acropolis dan Acropolis Museum yang memperlihatkan bangunan era Yunani yang dibuat pada tahun 447SM sampai 338SM.



Puas di Acropolis, Yuna menuju the Archaeology Museum yang memiliki beberapa artefak terpenting dari berbagai tempat arkeologis di seluruh Yunani mulai dari masa prasejarah sampai antikuitas akhir. Museum ini dianggap sebagai salah satu museum terbaik di dunia dan memiliki koleksi artefak Yunani kuno terbanyak.



Melihat koleksi disana, membuat Yuna ingin kuliah lagi di arkeologi namun Yuna harus meminta ijin pada papanya apalagi dia masih harus melakukan acara lelang akhir Januari. Meskipun hatinya masih tidak nyaman, dia harus profesional.


Sesampainya di hotel, Yuna lalu menelpon papanya dan mengatakan bahwa liburannya sudah selesai dan akan kembali ke Jakarta untuk mengurus pekerjaannya acara lelang. Papanya pun menyerahkan semua keputusan pada Yuna dan tidak akan memaksa putrinya. Namun Yuna tidak ingin mencoreng keprofesionalannya, memutuskan untuk tetap pulang.


***


Dua Hari Sebelum Lelang


Yuna sudah sampai di Jakarta dan sekarang berada di mansion orangtuanya. Sang mama surprise melihat kulit putrinya sedikit terbakar karena matahari.


"Kamu kebanyakan berjemur sih di Athena" tegur mamanya.


"Namanya juga liburan ma" kekeh Yuna.


"Hatimu gimana sayang?" tanya mama Rani prihatin.


"Tenang ma, Yuna bisa mengatasinya."


***


Edward dalam perjalanan ke Jakarta setelah mengetahui gadis itu terbang dari Athena Yunani untuk pulang.


Selama Yuna pergi, Edward tidak pernah sekali pun melepaskan gadis itu dengan mengirimkan pengawal bayangan untuknya dan memberikan laporan kepadanya.


Hati pria itu merasa sakit ketika melihat gadisnya menangis saat melihat lukisan Degas yang bagaimana pun merupakan awal mula pertemuan mereka.


Edward memiliki banyak foto-foto liburan Yuna selama sebulan ini dan semuanya dia sendirian, hanya berkomunikasi dengan wanita tua yang dia bertemu di Musée d'Orsay. Selain itu dia tidak tampak untuk berinteraksi banyak orang kecuali para pelayan tempat dia makan.


Tunggu aku Yuna. Akan aku jelaskan semuanya.


***


Yuhuuu Udah Up lagi Yaaaa


Entah dah berapa chapter hari ini


Lanjut lusa yaaaa ( kalau nggak khilaf soalnya mo libur sehari demi launching My Rey sama Ghani )


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️