Love In Bet

Love In Bet
The Future Mrs Edward Blair



Jogeum deo meolli deo meolli


Adeukan I gireul ttara


Runnin' I'm runnin'


Chasing the sun


Gin harureul


Run Run Run Run


Vivienne bersenandung lagu Oasis dari Exo sambil asyik mencicipi penganan yang dibuat oleh chef di mansion. Yuna yang sedang membuat hot chcoco hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Vivet!" teriaknya soalnya telinga Vivienne disumpal airpods.


"Yo. What's up mbak?" jawabnya santai.


"Itu penganan kan buat Oom Alex dan Tante Adinda. Kok malah kamu cumit-cumit gitu!"


"Masih banyak juga" kekeh Vivienne tanpa dosa.


"Assalamualaikum" teriak tiga orang yang baru datang.


"Wa'alaikum salam" balas Vivienne dan Yuna.


"Mbak Yunaaaa!" teriak ketiga pria tampan yang langsung memeluk kakak perempuannya.


"Hai Brett, Darren dan Chris." Trio BCD itu adalah kakak lelaki Vivienne.


"Kapan datang mbak?" tanya Brett.


"Tadi sih terus ada urusan sama Mr Edward baru sampai mansion sore deh" jawab Yuna.


"Mr Edward itu Edward Blair yang bikin mbak Yuna jadi ajang taruhan bang Mike kah?" tanya Chris.


"Iya."


"Eh kok sama mbak? Wah, jangan-jangan kalian pacaran beneran!" kekeh Darren.


Wajah Yuna memerah. Trio BCD langsung heboh.


"Whoah! Seriusan mbak?" teriak ketiganya.


"Apa? Mbakku pacaran sama mafia reseh itu?" teriak Vivienne tidak terima.


"Bukan pacaran. Mencoba memulai dari awal" elak Yuna.


"Sama aja itu bambaaaaannggg!" gelak ketiga trio durjana.


***


Oom Alex dan Tante Adinda terkejut mendengar Yuna mencoba penjajakan dengan Edward. Sejujurnya Tante Adinda tidak suka dengan Yuna menjadi korban taruhan tapi mendengar cerita dari Yuna bahwa Edward sudah langsung nembung ke papa Aryanto dan mama Rani, Tante Adinda tidak bisa bilang apa-apa.


"Tante sih agak kecewa dengan Edward yang seenaknya mau bertaruh dengan Mike tapi Tante dengar Mike juga dihajar Nabila jadi yaaa mau gimana, kamu yang menjalani. Kalau Edward berulah lagi, langsung kasih talak tiga!"


Yuna dan Vivienne tertawa. "Mom, mbak Yuna belum nikah kok sudah langsung talak tiga?"


"Lagian ya mom, yang boleh ngomong talak kan yang laki bukan pihak perempuan" kekeh Brett.


"Kalau masih pacaran itu berarti artinya sama aja nggak boleh ketemu lagi selamanya jadi anggap aja cewek boleh bilang talak tiga ke cowok!" ucap Tante Adinda berapi-api.


"Sayang, udah jangan ngomel-ngomel. Ingat tensi" tegur Oom Alex. "Toh kalau Edward macem-macem lagi, habis dia sama Duncan McGregor."


***


Yuna dan Vivienne berjalan-jalan ke Old Trafford stadium karena diajak oleh Brett dan Darren yang hendak latihan. Oom Alex pun sudah memberikan kartu pass khusus buat keduanya jalan-jalan.



Kedua gadis itu ditemani oleh seorang guide asyik berjalan-jalan di dalam stadion terkenal itu. Usai asyik berselfie dan berbelanja di MegaStore, keduanya berjalan-jalan ke sebuah mall disana yang bernama Arndale Manchester.



Yuna dan Vivienne asyik berjalan didampingi duo Dalton pengawalnya. Ketika sedang menikmati gelato, ponsel Yuna berbunyi.


"Assalamualaikum Mr Edward" sapa Yuna.


"Wa'alaikum salam. Kamu dimana?" tanya Edward di seberang.


"Arndale. Belanja."


"Besok kamu datang ke London ya."


"Ada apa?"


"Voldemort mengundang kamu makan malam."


"Edward Blair! Aku mendengar kamu memanggilku Voldemort!" suara bariton Duncan McGregor terdengar disana yang membuat Yuna terkikik.


"Haaaiissshhhh. Biasanya dipanggil gitu juga B saja!" umpat Edward.


"Oke. Besok aku naik kereta saja ke London."


"Kabari berangkat jam berapa nanti aku jemput."


***


"Mbak Yuna ke London besok?" tanya Vivienne.


"Tampaknya begitu."


"Aku ikut boleh?" harap Vivienne.


"Tanya Oom Alex dulu soalnya kamu kan harusnya home schooling tapi kabur melulu" kekeh Yuna.


"Ish mbak Yuna kok ingetin sekolah sih!" cebik Vivienne sebal.


"Nanti kamu dikirim ke asrama baru tahu rasa lho" goda Yuna.


"Aarrgghhh jiwa bar-bar ku tidak bisa tersalurkan kalau aturannya ketat banget!"


"Dik, kalau kamu bar-bar begini, cowok mana yang mau sama kamu?"


Vivienne tergelak. "Mbak, kamu yang bolak-balik ngehajar bang Edward saja dia tetap mau sama kamu. Pasrah pula jadi samsakmu."


"Edward tuh Rai gedhek udah kadung seneng sama mbak jadi pasrah" kekeh Yuna.


Yuna mengusap kepala Vivienne. "Aamiin."


***


Yuna berangkat naik kereta pukul 9.15 dari Manchester Piccadilly dan perjalanan ditempuh sekitar dua jam lima belas menit sampai di stasiun London Euston.



Mengenakan kaus turtleneck krem, Coat berbulu hitam dan celana jeans, Yuna menikmati pemandangan sembari mendengarkan lagu dari airpods nya.


And every time it gets too real


And every time I feel like sabotaging


I start running (Again)


And every time I push away


I really wanna say that I'm sorry (Yeah)


But I say nothing (Yeah)


See I wanna stay the whole night


I wanna lay with you 'til the sun's up


I wanna let you inside


Oh, heaven knows I've tried


I wish that I could I let you love


Wish that I could let you love me


I wish that I could I let you love


Wish that I could let you love me


Say what's the matter, what's the matter with me?


What's the matter with me?


Oh, I wish that I could I let you love


Wish that I could let you love me now


Lagu dari Rita Ora membuat Yuna tersenyum. Liriknya sesuai dengan diriku.


📩 Edward Blair : Aku sudah di stasiun.


📩 Yuna Indira : Padahal masih setengah jam lagi sampai.


📩 Edward Blair : Tak apa. Aku sudah rindu padamu.


Wajah Yuna memerah. Gombalnya makin aktif ya pak.


📩 Yuna Indira : Oh.


📩 Edward Blair : Only Oh? Come on Yuna, harusnya kamu membalas rasa rinduku.


📩 Yuna Indira : Haruskah?


📩 Edward Blair : Benar-benar deh kamu tuh! 😤😤😤


Yuna terbahak melihat emoticon yang dikirim oleh Edward. Begini kah rasanya punya pasangan?


Gadis itu memutuskan untuk tidak membalas lagi karena kereta nya hampir sampai. Segera dia menyiapkan duffle bag Louis Vuitton nya dan tas Guccinya.


Setelah kereta itu berhenti dengan sempurna, Yuna pun turun dari kereta. Matanya mencari-cari Edward yang tak nampak.


"Halo darling."


Yuna pun menengok ke belakang. Tampak Edward memakai pakaian yang nyaris sama dengannya.



"Halo Mr Edward." senyum Yuna tapi senyuman itu pun menghilang ketika Edward segera memeluk tubuhnya dan mencium bibir Yuna.


"Helo The future Mrs Edward Blair" bisik Edward.


Wajah Yuna pun memerah.


Cause it's you and me


And all of the people with nothing to do


Nothing to prove


And it's you and me


And all of the people


And I don't know why


I can't keep my eyes off of you


There's something about you now


That I can't quite figure out


Everything she does is beautiful


Everything she does is right...


Lagu milik Lifehouse berjudul You and Me menjadi terngiang-ngiang di telinga Yuna.


***


Yuhuuu Up sore pas hujan-hujan


Thank you for reading and support


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️