
Yuna dan Edward menikmati makan siang bersama dengan Adriana dan Eddie di meja makan sambil ngobrol segala macam. Ryu yang baru saja mengecek restaurannya pun ikut menyusul bersama mereka.
"Mau urus barang-barangnya Mom ya Na?" tanya Ryu.
"Iya, aku kan sudah janji sama Tante Yana."
"Berarti lamaan dong kamu di LA. Bisnismu gimana Ed?" tanya Ryu lagi.
"Ada asisten kok yang mengurus, aku bisa memeriksa secara online."
"Rencana kalian ingin anak berapa kah?" tanya Eddie.
"Sedikasihnya Oom tapi aku dan Yuna sih inginnya anak laki-laki yang pertama" jawab Edward.
"Kenapa?" tanya Adriana.
"Lucu ajah nanti aku rebutan Yuna dengan anakku" kekeh Edward.
"Haaaddeeh!"
***
Edward dan Yuna memutuskan jalan-jalan dengan Ryu berkeliling Los Angeles di malam hari. Yuna bukanlah pecinta pergi ke sebuah klub malam atau bar dan Edward tahu itu. Ryu sendiri tahu sepupunya lebih memilih tidur daripada ngedugem istilahnya.
Namun Ryu harus memeriksa sebuah bar tempat dia menaruh saham dan dia meminta agar Edward dan Yuna ikut sebentar.
"Sebentar saja Na. Nggak lama." Janji Ryu.
"Aku nggak mau lama-lama di tempat seperti ini ya Ryu" jawab Yuna sebal.
"Don't worry. Nggak sampai 15 menit."
Edward dan Yuna kemudian menunggu di sebuah meja dan memesan orang juice sembari menunggu Ryu.
"Aku nggak pernah nyaman berada di tempat seperti ini" teriak Yuna kepada Edward karena suara musik begitu keras membuatnya harus agak berteriak berbicara dengan suaminya.
"Jangan khawatir, ada aku, baby" Edward merengkuh tubuh istrinya seolah melindungi.
"Edward Blair? Is that you?" seorang gadis seksih menghampiri keduanya dengan tatapan menyelidik.
Yuna menatap suaminya dengan tajam sedangkan yang ditatap memberikan tatapan tidak tahu.
"Whoah! Benar rupanya Edward Blair!" Gadis itu duduk di depan meja Yuna dan Edward. "So, ini korban baru lagi Ed? Kasihan!"
"Do I know you?" tanya Edward dingin karena dia tidak mengingat sedikit pun si gadis itu. Edward mengingat mantan-mantannya namun tidak mengingat gadis ini apalagi mereka di Los Angeles, kota yang Edward tidak pernah kemari.
"Seriously? Kamu tidak mengenaliku? Aku Catherine Truman. Kita sempat melewati malam yang panas di Malibu. Apa kamu tidak ingat?"
Yuna menatap Edward dengan tatapan horor lalu Edward mengganti bahasanya dengan bahasa Indonesia.
"Sumpah! Aku tidak mengenal gadis ini, sayang! Aku malah nggak pernah ke LA dan ini adalah kali pertama aku ke LA. Kalau ke New York sering karena Voldemort ada bisnis disana. Apalagi ke Malibu, aku belum pernah kesana!" Edward menatap mata sang istri dengan serius. Yuna melihat tidak adanya kebohongan disana.
"Kalian bicara pakai bahasa mana sih?" tanya Catherine.
Yuna tersenyum smirk.
"Apakah kau yakin tidur dengan Edward Blair bukannya Chris Pine?" tanya Yuna datar.
"Hah? I'm so sure I was one night stand dengan pengusaha MB Enterprise bukan dengan Chris Pine."
Yuna mengangguk. "Buktikan kalau kamu tidur dengan Edward."
Catherine terbahak. "Darling, buat apa aku harus membuktikan bahwa aku tidur dengan kekasihmu itu? Jelas-jelas kami tidur di Malibu di rumah seorang aktor."
"Aku selalu hapal tanda tubuh pria yang aku tiduri meskipun baru sekali" jawab Yuna dingin yang membuat Edward melongo tidak percaya. Dia kan aku yang unboxing.
Catherine terperangah. "Aku tidak ingat bentuknya karena aku sudah terlalu semangat tidur dengan pria kaya itu" kekehnya sambil menunjuk Edward.
"Berarti kamu membual! Aku hapal tubuh Edward bahkan berapa Tattoo yang ada di tubuhnya. Apa kamu ingat Tattoo di dadanya?" Yuna bertanya lagi.
"Aku tidak ingat ada Tattoo di tubuh Edward."
"Apakah kamu berci**nta memejamkan mata? Kalau aku, aku tidak bisa melakukan dengan memejamkan mata karena aku juga menikmati tubuh pasangan s** ku agar tidak rugi. Enak saja dia menikmati tubuhku tapi aku tidak." Yuna menatap Catherine dingin.
Catherine menjadi goyah. Aku memang tidak bertanya pada Michelle soal tattoo Edward. Sialan! Bagaimana ini?
"Well Miss Catherine, kalau anda masih bersikeras bahwa anda tidur dengan Edward, beritahu padaku kapan dan tanggal berapa kalian tidur bersama?" Yuna masih menatap Catherine tanpa ekspresi.
Edward sendiri hanya menikmati bagaimana istrinya berusaha melindungi asetnya.
Catherine menyebutkan tanggal dan bulan dia tidur bersama Edward.
Yuna terbahak. "Kalau kamu mau berbohong, pikir ulang ya. Pada saat tanggal yang kau sebutkan itu, Edward sedang bersamaku di Kairo Mesir dan dia melamarku disana!" Yuna menunjukkan cincin kawinnya ke Catherine. "Bilang sama orang yang menyuruhmu membual cerita soal Edward, dia belum tahu berurusan dengan siapa. Jangan sampai hidupnya tinggal nama karena aku tidak akan segan mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku dengan cara apapun. Ingat Apapun! Termasuk menghilangkan nyawa!" Wajah Yuna berubah menjadi menyeramkan Dimata Catherine.
"Mungkin Edward tidak akan tega menghilangkan nyawa seorang perempuan, tapi aku bisa lebih tega dari Edward. So, sebelum anda menjadi korban salah tangkap, lebih baik anda pergi dari sini atau aku meminta anak buahku menangkap mu?" Yuna menunjukkan ke beberapa orang-orang berbadan besar dan berbaju hitam yang berada di sekitar Yuna dan Edward.
Catherine pun bergidik. Perempuan di depanku tidak bisa diremehkan! "Akan aku balas kamu!" ucapnya marah sambil menunjuk ke arah Yuna.
"Silahkan! Aku tidak takut!" tantang Yuna.
"Jangan pernah mengancam istriku!" suara Edward terdengar keras yang membuat semua orang disana terkejut. "Benar kata istriku, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik kau pergi!"
Edward membisikkan sesuatu kepada Catherine.
"Apakah Michelle menyuruh mu? Berarti dia sudah mengusik mafia yang sudah tertidur!" seringai Edward yang tampak menyeramkan. Edward tadi selama Yuna berdebat memang menyelidiki siapa gadis di depannya lewat bantuan Bram dan Bryan yang mengetahui bahwa gadis itu adalah sepupu Michelle, mantan Edward yang dulu diancam Yuna.
Catherine terbelalak. "Ma...mafia?" bisiknya.
"Kamu tidak tahu siapa aku? Aku bukan hanya Edward Blair CEO MB Enterprise tetapi juga adalah seorang mafia dan aku punya banyak teman disini. Bagaimana?" Edward tersenyum sinis.
Catherine memucat. Sialan! Michelle tidak bilang dia mafia!
"Demi keselamatanmu, lebih baik kau pergi dari hadapan kami!" ucap Edward tegas.
Catherine segera pergi meninggalkan pasangan Blair yang setelahnya duduk santai sembari berpelukan.
"Mrs Blair, kenapa kamu percaya aku tidak pernah ke Los Angeles?" tanya Edward bingung.
"Karena aku sudah memeriksa paspormu baik yang sudah kadaluarsa maupun yang masih berlaku. Satu-satunya kota di Amerika Serikat yang kamu datangi, hanya New York jadi semua itu hanya bualan saja" jawab Yuna santai yang membuat Edward tercengang.
"Istriku menyeramkan!" bisik Edward. "Tapi aku mencintainya."
"Jangan pernah meremehkan insting seorang istri Mr Blair kalau tidak mau menerima akibatnya."
Edward pun bergidik membayangkan apa yang akan diperbuat oleh istri cantiknya.
"Understood, darling." Yuna pun tersenyum manis.
***
Yuhuuu Up Sore Yaaaa
Maaf belum bisa banyak posting coz masih belum well
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️