Love In Bet

Love In Bet
I Jotos You



"Yuna DIMANA?" teriak Edward.


"Dojo Judo, boss" jawab Bram sambil menjauhkan ponselnya karena suara Edward sudah naik tiga oktaf.


"Punya siapa?"


"Punya orang lah boss" kekeh Bram gemes menggoda bossnya.


"Bram! Aku potong gajimu sekarang!" bentak Edward.


"Haiissshh boss mah gitu! Aku kirim lokasinya dan yang punya Dojo namanya Rafael Costa. Dia sudah jadi gurunya nona Yuna sejak usia nona sepuluh tahun."


Edward melihat lokasi yang diberikan oleh Bram, hacker kepercayaannya selain Bryan.


"Thanks Bram. Gajimu aku potong 20% karena sudah bikin aku kesal!" Edward langsung mematikan panggilannya sebelum mendengar protes Bram.


"Ketemu Ed?" tanya Duncan McGregor yang masih santai ngobrol dengan besannya sedangkan Mike sudah pergi ke rumah sakit tempat Nabila bekerja. Rencananya Nabila hendak mundur dari tempatnya sekarang dan ikut Mike ke Edinburgh.


"Ketemu tuan. Di Dojo milik Rafael Costa."


"Owalaahhh, kesana tuh anak" kekeh papa Aryanto.


"Memang kenapa Oom?" tanya Mike.


"Dia butuh banting orang kalau lagi kesal."


***


Edward sampai di sebuah Dojo yang cukup besar di daerah Jakarta Selatan dengan diantar oleh sopir papa Aryanto.


Setelah bertanya dengan resepsionis yang terbengong-bengong melihat Chris Pine mencari Rafael Costa, Edward pun menuju ke ruangan latihan.


Dilihatnya gadisnya sedang bertarung dengan seorang pria tampan dan dalam sedetik kedua netra biru dan coklat berserobok. Akibatnya, pria itu berhasil membanting Yuna yang membuat Edward emosi.


Dalam waktu beberapa detik Edward sudah berada di depan Rafael dan memberikan bogem ke pria itu.


"EDWARD!"


***


Yuna menatap marah kepada pria bule bermata biru itu, sedangkan Rafael hanya terkekeh sambil mengkompres pipinya dengan kantong es.


"Maaf Yuna" bisik Edward merasa bersalah main pukul orang. "I'm so sorry Mr Costa."


"It's okay Mr Blair. Saya paham kok" senyum Rafael. "Yuna, it's okay."


"Kamu tuh!" dengus Yuna sambil bersidekap. Sejurus kemudian gadis itu berdiri meninggalkan Edward dan Rafael.


"Kamu mau kemana?"


Yuna melirik tajam ke arah Edward. "Mandi! Gerah!"


"Ikut!" goda Edward.


Yuna menghampiri Edward dan menatapnya tajam. "Anda mau saya hajar sampai tidak bisa jalan?"


Edward menelan salivanya susah payah dan menggelengkan kepalanya.


"Saya bisa lebih bar-bar dari Vivienne asal Anda tahu!" Yuna kemudian berbalik dan menuju ruang ganti.


Rafael yang melihat adegan itu pun semakin tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun anak itu!" kekeh Rafael. "Masih saja bar-bar."


Edward mengusap wajahnya kasar.


"Kamu mencintainya kan Mr Blair?" tebak Rafael sambil tersenyum.


"Panggil saja Edward."


"Apakah kamu ada hubungan dengan Duncan McGregor?"


"Dia boss saya." Edward pun menatap Rafael. "Bagaimana kamu bisa mengenal Duncan McGregor?"


Pantas tadi si boss tadi santai saja begitu aku bilang berada di Dojo Rafael Costa.


"Saya tidak pernah tahu kalau anda ada kaitannya dengan boss saya padahal saya sudah dengan Mr McGregor sejak saya 15 tahun."


"Hahahaha anda belum dengan Mr McGregor saat itu" kekeh Rafael.


"Maaf." Sebuah suara anak kecil membuat kedua pria yang sedang duduk di tatami menoleh.


"Apa anda Mr Edward Blair?" tanya anak itu.


"Iya. Ada apa?" tanya Edward.


"Ada pesan dari Yuna-senpai." Anak itu memberikan secarik kertas kepada Edward.


"Terima kasih." Edward membuka kertas itu dan membacanya.


*Saya pulang dulu, silahkan ngobrol dengan Raf sensei.


Y*.


"Yunaaaa!!!" desis Edward kesal, sedangkan Rafael tertawa terbahak-bahak sekali lagi setelah membaca pesan anak bimbingannya.


***


Yuna mendapatkan pesan dari sang papa untuk off sehari ini mengurus lelangan kemarin. Tak lama kakaknya Nabila menghubunginya agar bertemu dengannya dan Mike di resto milik Ryu.


Dan kini ketiganya sudah berada di RR's meal dan menikmati makan siang bersama. Yuna menceritakan apa yang terjadi di Dojo tadi dan tentu saja kedua kakaknya tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun! Terus Rafael gimana?" tanya Nabila.


"Raf sih santai mbak, cari ice pack langsung kompres."


"Maksudku, dia tidak marah atau gimana sama Edward?"


"Nggak papa kok, dia sok paham."


Suara ponsel Mike berbunyi dan dengan santainya dia menunjukkan ke Nabila dan Yuna.


Edward Blair is calling...


"Nah lhoooo" kekeh Mike. "Halo Ed."


Nabila berbisik ke Yuna. "Beneran kamu tadi dilamar dik?"


"Iya mbak tapi lamarnya nggak banget deh!"


"Iya, mas Mike juga sudah bilang. Koplak bener deh tuh orang. Rai gedhek kalau mama bilang" kekeh Nabila.


"Hahahaha, budhe Niken tuh!" gelak Yuna.


"Edward akan kemari. Kamu juga sih Na, pakai acara ninggalin anak itu. Bingung dia sekarang" omel Mike.


"Bomat aku!" umpat Yuna.


"Hah?"


"Bodo Amat!"


***


Yuhuuu Up Sore Yaaakkk


Hujan hujan sok syahdu ngetik... hahahaha


Thank you for reading.


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️